SELARASRIAU.COM, INHU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (UNRI) menghadirkan inovasi pertanian ramah lingkungan bagi petani di Desa Perkebunan Sungai Parit, Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Indragiri Hulu.
Melalui pelatihan pembuatan pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya, mahasiswa mengajak petani memanfaatkan bahan alami yang mudah ditemukan sebagai alternatif pengganti pestisida kimia.
Kegiatan yang digelar pada Senin (6/7/2026) di lahan perkebunan semangka milik warga itu diikuti perwakilan kelompok tani dan Ketua Pemuda Desa Perkebunan Sungai Parit, Yoga.
Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam membuat pestisida nabati secara mandiri, mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia, serta mendorong penerapan pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Ketua Pemuda Desa Perkebunan Sungai Parit, Yoga, membuka kegiatan dengan menyampaikan tujuan pelatihan sekaligus memperkenalkan program pengabdian mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI di desa tersebut.
Selanjutnya, mahasiswa Jurusan Agroteknologi UNRI, Uci Ramadani dan Mutiara Andini, memaparkan proses pembuatan pestisida nabati menggunakan daun pepaya sebagai bahan utama.
Menurut Uci Ramadani, daun pepaya dipilih karena mudah diperoleh masyarakat sehingga petani dapat membuat pestisida sendiri tanpa harus bergantung pada bahan yang sulit didapat.
"Yang ada di desa ini, yang paling banyak itu daun pepaya. Di sini kami hanya menggunakan daun pepaya, karena bahan nabati lain sebenarnya ada juga, tapi susah didapatkan. Ada yang dari daun sirsak, daun sirih hutan, itu bisa juga dibuat seperti daun pepaya," ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut dijelaskan, daun pepaya terlebih dahulu dikeringkan selama sekitar satu minggu, kemudian dicacah menggunakan mesin hingga halus. Hasil cacahan kemudian dicampur dengan air steril dan diperas hingga menghasilkan larutan tanpa ampas.
Larutan tersebut selanjutnya dicampur dengan sedikit sabun cuci piring sebagai bahan perekat, lalu didiamkan sekitar 30 menit sebelum siap digunakan sebagai pestisida nabati.
Tak hanya menerima materi, para petani juga langsung mempraktikkan cara pengaplikasian larutan tersebut melalui penyemprotan pada tanaman semangka di lahan milik warga. Praktik lapangan ini diharapkan membantu petani memahami cara penggunaan pestisida nabati secara tepat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI berharap petani di Desa Perkebunan Sungai Parit dapat memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar lingkungan sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman bagi tanah, tanaman, lingkungan, dan kesehatan konsumen.
Selain mengurangi penggunaan pestisida kimia, inovasi ini juga diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di Kabupaten Indragiri Hulu. ***/(Imelda Triani)