Tanam 500 Mangrove, Mahasiswa KKN dan Masyarakat Perkuat Kepedulian Pesisir Desa Api-Api

Tanam 500 Mangrove, Mahasiswa KKN dan Masyarakat Perkuat Kepedulian Pesisir Desa Api-Api

BENGKALIS — Kepedulian terhadap kelestarian kawasan pesisir terus didorong melalui aksi nyata. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Suska Riau Desa Api-Api bersama Pemerintah Desa, masyarakat, pemuda, serta berbagai unsur lainnya melaksanakan Aksi Kolaborasi Penanaman 500 Mangrove di kawasan pesisir Pantai Desa Api-Api, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengabdian mahasiswa KKN selama berada di Desa Api-Api dan program kerja unggulan sesuai kebutuhan desa. Tidak hanya menjadi program kerja mahasiswa, penanaman mangrove ini dirancang sebagai kegiatan kolaboratif dengan melibatkan pemerintah desa, masyarakat pesisir, pemuda, serta unsur lainya.

Koordinator Desa KKN Desa Api-Api, Fadil Fauzan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut berangkat dari kepedulian mahasiswa terhadap kondisi dan keberlanjutan lingkungan pesisir yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Desa Api-Api.

“Bagi kami, KKN merupakan datang ke desa untuk belajar dari masyarakat, melihat persoalan yang ada, kemudian mencoba mengambil bagian melalui hal-hal yang bisa kami lakukan,” ujarnya.

Menurutnya, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir. Selain membantu mengurangi dampak abrasi, kawasan mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai biota serta memiliki fungsi ekologis yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat pesisir.

Persoalan tersebut menjadi semakin relevan jika melihat kondisi pesisir Kabupaten Bengkalis. Berdasarkan data yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Bappeda pada 2026, dari sekitar 490 kilometer garis pantai Bengkalis, sekitar 222 kilometer telah mengalami abrasi dan 121 kilometer di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan pesisir bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan ruang hidup dan aktivitas masyarakat yang bergantung pada wilayah pesisir.

“Angka tersebut tentu bukan hanya sekadar angka. Di baliknya ada wilayah masyarakat, ekosistem, sumber penghidupan, dan masa depan yang harus kita pikirkan bersama. Karena itu, melalui kegiatan hari ini kami ingin mengambil bagian, meskipun melalui langkah yang sederhana,” kata Fadil.

Ia menambahkan, penanaman 500 mangrove bukanlah solusi tunggal untuk menyelesaikan persoalan abrasi. Namun, kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian dan kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga kawasan pesisir.

“Menanam mungkin bisa selesai dalam satu hari, tetapi merawatnya membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu, kami berharap setelah mahasiswa KKN kembali ke kampus, mangrove yang hari ini ditanam tetap dirawat dan dijaga bersama,” tambahnya.

Desa Api-Api sendiri merupakan desa di Kecamatan Bandar Laksamana yang memiliki karakteristik wilayah perkebunan dan pesisir. Pemerintah Desa Api-Api juga menempatkan kebersamaan, gotong royong, dan pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari kehidupan serta pembangunan desa.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat terus berkembang, khususnya dalam kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan dan potensi pesisir desa.

Bagi mahasiswa, keterlibatan masyarakat menjadi hal penting karena keberlanjutan program lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan seremonial. Masyarakat sebagai pihak yang hidup dan beraktivitas di wilayah pesisir memiliki peran penting dalam menjaga serta merawat kawasan yang telah ditanami.

“Yang kita tanam hari ini memang baru 500 bibit. Tetapi yang kami harapkan bukan hanya jumlah bibitnya. Kami berharap ada kepedulian yang ikut tumbuh setelah kegiatan ini,” pungkas Fadil.

Aksi penanaman kemudian dilanjutkan dengan penanaman bersama oleh mahasiswa KKN, Pemerintah Desa, pemuda, masyarakat, serta peserta lainnya.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk sederhana dari semangat mahasiswa untuk menghubungkan pengabdian, kepedulian lingkungan, dan kolaborasi masyarakat selama melaksanakan KKN di Desa Api-Api. (Man)

#Akademika

Index

Berita Lainnya

Index