Mahasiswa KKN UNRI Kenalkan Cerita Rakyat Putri Kaca Mayang kepada Anak TK, Tanamkan Cinta Budaya Melayu Sejak Dini

Mahasiswa KKN UNRI Kenalkan Cerita Rakyat Putri Kaca Mayang kepada Anak TK, Tanamkan Cinta Budaya Melayu Sejak Dini
Mahasiswa KKN FISIP Berdampak untuk Negeri Universitas Riau mendongeng cerita rakyat Putri Kaca Mayang kepada siswa TK As-Salam Pekanbaru sebagai upaya menanamkan literasi budaya dan kecintaan terhadap warisan Melayu Riau sejak usia dini.

SELARASRIAU.COM, PEKANBARU – Di tengah derasnya pengaruh konten digital pada anak-anak, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fisip Berdampak untuk Negeri (FBN) Universitas Riau memilih cara sederhana namun bermakna untuk mengenalkan budaya lokal. Melalui kegiatan storytelling atau mendongeng kisah rakyat Putri Kaca Mayang, mereka mengajak siswa TK As-Salam Pekanbaru mengenal warisan budaya Melayu Riau sejak usia dini.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (23/7/2026) di TK As-Salam, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, ini menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKN FBN Universitas Riau.

Storytelling dipilih sebagai media pembelajaran karena anak usia dini berada pada masa emas perkembangan. Pada fase ini, anak lebih mudah menyerap nilai-nilai moral, mengembangkan imajinasi, sekaligus mengenal identitas budaya daerahnya.

Ketua Tim FBN Perhentian Marpoyan, Tania Fiolin Aridea, mengatakan cerita rakyat Putri Kaca Mayang dipilih karena sarat pesan moral sekaligus merupakan salah satu warisan budaya Melayu Riau yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.

"Kami ingin mengenalkan kembali cerita rakyat khas Melayu Riau kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Harapan kami, melalui kisah Putri Kaca Mayang ini, anak-anak tidak hanya terhibur, tetapi juga dapat menyerap pesan moral kebaikan serta menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya lokal sejak usia dini," ujarnya.

Mahasiswi Ilmu Komunikasi tersebut menjelaskan, kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama, yakni mengenalkan nilai-nilai moral melalui cerita rakyat, melatih kemampuan menyimak dan daya imajinasi anak, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya Melayu Riau.

Program ini juga berangkat dari keprihatinan mahasiswa terhadap semakin berkurangnya minat generasi muda mengenal cerita rakyat lokal akibat tingginya konsumsi tontonan digital yang minim muatan edukasi budaya.

Agar suasana lebih hidup, mahasiswa menyampaikan dongeng secara interaktif dengan memanfaatkan berbagai alat peraga. Topeng tikus digunakan untuk menggambarkan salah satu karakter dalam cerita, mahkota dikenakan sebagai simbol Putri Kaca Mayang dan tokoh kerajaan, sementara properti pedang dipakai saat memperagakan adegan pertarungan. Penyampaian cerita juga dibuat lebih menarik melalui perubahan intonasi dan suara yang ekspresif.

Pendekatan tersebut membuat anak-anak antusias mengikuti jalannya cerita. Mereka tampak larut dalam alur dongeng sekaligus aktif menyimak setiap pesan yang disampaikan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN FBN Universitas Riau berharap cerita rakyat Melayu tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda. Dengan demikian, literasi budaya dapat ditanamkan sejak dini sebagai bekal untuk membangun karakter sekaligus memperkuat kecintaan anak-anak terhadap identitas budaya daerahnya. (Imelia)

#Akademika

Index

Berita Lainnya

Index