Wagub Papua Pegunungan Tetapkan Harga BBM Eceran di Wamena, Pengecer Dilarang Naikkan Sepihak

Wagub Papua Pegunungan Tetapkan Harga BBM Eceran di Wamena, Pengecer Dilarang Naikkan Sepihak
Wagub Papua Pegunungan Ones Pahabol menetapkan harga eceran BBM di Jayawijaya dan tujuh kabupaten lainnya.

Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol menetapkan harga jual BBM di tingkat pengecer wilayah Jayawijaya dan tujuh kabupaten lain, dengan Biosolar Rp 6.800 per liter dan Pertalite Rp 10.000 per liter. Penetapan harga tersebut disampaikan menyusul situasi musim kemarau panjang dan kabut asap yang membatasi penerbangan di wilayah pegunungan. Pemerintah provinsi akan menggandeng Pemkab Jayawijaya menindak pengecer yang menaikkan harga atau menimbun stok.

Wakil Gubernur Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menegaskan tidak ada kenaikan harga BBM secara nasional. Karena itu, ia meminta pengecer di Wamena dan wilayah sekitarnya tidak menaikkan harga di luar ketentuan pemerintah. Pernyataan disampaikan pada Jumat (23/10), merujuk harga yang berlaku di Jayawijaya dan tujuh kabupaten lainnya.

Patokan Harga Eceran di Jayawijaya dan Tujuh Kabupaten

Pemerintah provinsi menetapkan empat jenis BBM dengan harga yang harus dipegang pengecer. Ones menyebut angka-angka itu secara langsung dalam keterangannya.

  • Biosolar: Rp 6.800 per liter
  • Pertalite: Rp 10.000 per liter
  • Pertamax: Rp 16.300 per liter
  • Dexlite: Rp 20.150 per liter

"Disini kami mau tekankan untuk harga BBM jenis Biosolar Rp 6800 per liter, Pertalite Rp 10.000 per liter, Pertamax Rp16.300 per liter, Dexliute Rp 20.150 per liter di Jayawijaya dan 7 Kabupaten lainnya, tentunya para pengecer ini tidak punya alasan untuk menaikan harga BBM sepihak," ujar Ones.

Penimbunan dan Permainan Harga Jadi Sasaran Penertiban

Ones menyoroti praktik penimbunan yang berujung pada penjualan kembali dengan harga tinggi. Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan akan bekerja sama dengan Pemkab Jayawijaya untuk menertibkan harga di tingkat pengecer. Langkah yang disiapkan disebut tegas, tanpa merinci bentuk sanksinya.

Seruan itu menyasar pedagang yang memanfaatkan kelangkaan pasokan sebagai alasan menaikkan harga. Menurut Ones, tidak ada dasar bagi pengecer untuk mengubah harga selama pasokan masih berjalan normal.

Pasokan dari Jayapura Masih Jalan meski Penerbangan Terbatas

Kondisi cuaca menjadi latar penertiban harga. Musim kemarau panjang dan kabut asap membatasi penerbangan, sehingga harga barang-barang lain mulai naik. Untuk BBM, Ones memastikan suplai dari Jayapura ke wilayah pegunungan masih terus berjalan sampai saat ini.

"Saat ini kita sedang berada dalam situasi yang sulit karena musim kemarau panjang dan kabut asap yang membatasi penerbangan, hal ini membuat harga -harga barang mulai naik, namun khusus untuk BBM ini suplaynya dari Jayapura sampai dengan saat ini masih terus berjalan," kata Ones.

Dampak bagi Pengendara dan Pemilik Kendaraan di Wamena

Bagi pengendara di Wamena dan kabupaten sekitar, patokan harga tersebut menjadi acuan saat membeli di pengecer. Selisih antara harga resmi dan harga jual di lapangan bisa menjadi indikator awal adanya permainan harga. Pemilik kendaraan yang menemukan harga jauh di atas ketentuan berhak mempertanyakannya ke pengecer setempat.

Pemerintah provinsi belum mengumumkan mekanisme pengaduan resmi. Namun pernyataan Wagub memberi sinyal bahwa penertiban akan melibatkan pemerintah kabupaten, bukan hanya imbauan lisan.

Berita Lainnya

Index