Sumur Tiang 00004 PHR di Riau Produksi 1.246 BOPD, 5 Kali Lipat Target

Sumur Tiang 00004 PHR di Riau Produksi 1.246 BOPD, 5 Kali Lipat Target
Sumur Tiang 00004 di Riau mulai berproduksi pada 24 Oktober 2026 dengan laju awal 1.246 BOPD.

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatat produksi awal 1.246 barel minyak per hari dari sumur pengembangan Tiang 00004 di Riau, atau sekitar lima kali lipat dari target awal 230 BOPD. Capaian sumur yang mulai berproduksi pada 24 Oktober 2026 itu menjadi tambahan pasokan dari Wilayah Kerja Rokan, salah satu wilayah kerja strategis penopang produksi minyak nasional.

Paragraf pembuka: Sumur Tiang 00004 resmi mengalirkan minyak setelah melewati rangkaian pengeboran dan penyelesaian sumur. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Djoko Siswanto menyebut realisasi itu jauh melampaui perkiraan awal.

“Alhamdulilah, Sumur TIANG 00004 Hasilkan Minyak 1.246 BOPD (5x dari Target) di Pertamina Hulu Rokan,” kata Djoko dalam keterangannya, Senin (26/10).

Jejak Pengeboran Sejak September

Sumur Tiang 00004 mulai ditajak pada 17 September 2026 dengan menyasar lapisan Pematang. Pengeboran rampung pada 11 Oktober 2026, lalu dilanjutkan pekerjaan initial completion pada 19 Oktober 2026 hingga sumur berhasil put on production (POP) pada 24 Oktober 2026.

Dari sisi teknis, PHR memakai metode directional drilling atau pengeboran berarah hingga kedalaman akhir 4.770 kaki terukur (feet measured depth/ftMD). Total durasi pekerjaan, mulai dari pemindahan rig, pengeboran, sampai penyelesaian awal sumur, mencapai 36 hari.

Produksi awal 1.246 BOPD diperoleh dengan menggunakan Electric Submersible Pump (ESP), dengan tingkat water cut sebesar 17,29%. Angka itu setara sekitar 542% di atas target awal 230 BOPD.

Modal Menjaga Produksi Nasional

Tambahan produksi dari Tiang 00004 memperkuat posisi Wilayah Kerja Rokan sebagai salah satu penyangga produksi minyak nasional. PHR tercatat sebagai operator di wilayah kerja tersebut, dan kegiatan pengeboran sumur pengembangan menjadi salah satu jalur untuk menahan laju penurunan produksi alami lapangan tua.

Bagi daerah, aliran minyak baru berdampak pada penerimaan negara dari sektor hulu migas yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan besar. Produksi yang lebih tinggi juga menjaga pasokan bahan baku bagi kilang dalam negeri.

Catatan Keselamatan Operasi

Sepanjang rangkaian operasi, PHR mencatat total 882 jam kerja aman (safe operation hours) sejak awal pengeboran hingga pengujian produksi. Catatan itu mencerminkan penerapan aspek keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan lingkungan (HSSE), serta komitmen terhadap keunggulan operasional.

Keberhasilan Tiang 00004 menambah daftar capaian pengeboran sumur pengembangan PHR di Wilayah Kerja Rokan. Bila pola hasil serupa berlanjut di sumur-sumur berikutnya, tambahan produksi dari Riau akan semakin berarti bagi upaya menjaga angka produksi minyak nasional.

Berita Lainnya

Index