AiMOGA Robotics memperkenalkan robot humanoid Mobo dengan teknologi MoAgent yang diklaim mampu menjalankan 16 tugas bersamaan dan merespons interupsi di bawah 0,2 detik. Robot setinggi 0,9 meter ini diposisikan sebagai pendamping keluarga, bukan pekerja industri — dan itulah yang membuat klaimnya perlu dicermati lebih jauh.
AiMOGA Robotics, anak perusahaan Chery Group, memamerkan robot humanoid Mobo di Chery International User Summit 2026. Teknologi yang jadi andalan bukan sekadar bentuk fisiknya, melainkan MoAgent — sistem kecerdasan buatan yang menggabungkan pemahaman lingkungan, pemrosesan bahasa dan gestur, pengambilan keputusan, sampai kendali gerakan tubuh robot.
Klaimnya cukup ambisius: Mobo bisa menangani hingga 16 tugas secara bersamaan, merespons interupsi dalam waktu kurang dari 0,2 detik, lalu kembali melanjutkan pekerjaan yang sempat terhenti. Perlu dicatat, semua angka ini masih berasal dari pengakuan AiMOGA sendiri dan belum ada pengujian independen yang memverifikasinya.
Apa Itu MoAgent dan Bagaimana Cara Kerjanya
MoAgent bukan satu model AI tunggal, melainkan lapisan yang menyatukan beberapa kemampuan sekaligus. Robot perlu memahami apa yang terjadi di sekitarnya, mengerti perintah lisan atau gestur, memutuskan tindakan, lalu menerjemahkannya jadi gerakan fisik yang masuk akal.
Dalam demonstrasi di atas panggung, Mobo diperlihatkan menangani pemberitahuan rapat, melakukan inspeksi, dan menjawab pertanyaan di luar skenario yang sudah disiapkan. AiMOGA juga membekali robot ini dengan memori spasial — kemampuan mengenali lingkungan dan menemukan kembali objek yang pernah dipelajari sebelumnya.
Kemampuan navigasinya mencakup pengenalan pergerakan orang: Mobo bisa memperlambat langkah, memberi jalan, dan menghindari pejalan kaki. Kombinasi bahasa, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh dirancang supaya interaksinya terasa lebih natural, bukan seperti mesin yang menjalankan skrip kaku.
Spesifikasi Mobo: 0,9 Meter, 22 DoF, 20 Bahasa
Dari sisi hardware, Mobo berdiri setinggi 0,9 meter dengan 22 derajat kebebasan gerak atau degrees of freedom (DoF). Angka DoF ini menentukan seberapa luwes robot bisa bergerak — 22 DoF terbilang cukup untuk robot kelas pendamping, meski belum sefleksibel humanoid ukuran penuh yang dipakai di riset industri.
- Tinggi: 0,9 meter
- Derajat kebebasan: 22 DoF
- Dukungan bahasa: lebih dari 20 bahasa
- Respons interupsi: diklaim di bawah 0,2 detik
- Tugas bersamaan: hingga 16 tugas
- Identifikasi: Face ID untuk mengenali anggota keluarga
- Platform cloud: MogaCloud dengan pembaruan OTA
Target Penggunaan: Pendamping Keluarga, Bukan Robot Pabrik
AiMOGA memposisikan Mobo sebagai pendamping keluarga. Skenario yang disebut mencakup menemani anak belajar bahasa Inggris, bercerita, menjadi teman berbincang bagi lansia, sampai mengingatkan tugas yang sudah dijadwalkan.
Untuk fungsi-fungsi ini, Mobo memakai Face ID guna mengenali anggota keluarga dan memori jangka panjang supaya bisa mengingat konteks interaksi sebelumnya. Komunikasi didukung lebih dari 20 bahasa. Peng Xia, Executive Vice President AiMOGA Robotics, menyebut kemampuan robot ini sebagai pemahaman tugas menyeluruh.
"Berikan Mobo sebuah tugas, dan robot ini dapat memahami apa yang perlu dilakukan, menjalankan tugas tersebut, serta melaporkan hasilnya," kata Peng Xia dalam peluncuran tersebut.
MogaCloud dan Isu Privasi Data
AiMOGA menyediakan MogaCloud yang memungkinkan pengguna memberi tugas dari jarak jauh dan menerima pembaruan perangkat lunak lewat OTA. Perusahaan menyebut data yang diproses melalui cloud akan melewati proses penghilangan identitas di perangkat dan pemeriksaan keamanan.
Klaim privasi semacam ini wajar muncul untuk produk yang dilengkapi kamera, Face ID, dan mikrofon sekaligus — robot pendamping keluarga pada dasarnya merekam banyak hal di rumah. Yang belum jelas dari pengumuman ini: di mana data diproses, berapa lama disimpan, dan apakah pengguna punya kendali penuh untuk menghapusnya. AiMOGA belum merinci soal itu.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Terlalu Antusias
Peluncuran Mobo dihadiri lebih dari 2.000 tamu dari berbagai negara, dan secara teknologi MoAgent memang menarik sebagai konsep. Tapi ada beberapa hal yang membuat klaim AiMOGA belum bisa ditelan mentah-mentah.
- Belum ada pengujian independen: angka 16 tugas, 0,2 detik, dan 20 bahasa semuanya berasal dari pihak AiMOGA. Belum ada reviewer atau lembaga uji pihak ketiga yang memverifikasi di kondisi nyata.
- Demo panggung bukan pemakaian harian: robot yang tampil mulus di atas panggung belum tentu konsisten saat dipakai di rumah dengan anak kecil, hewan peliharaan, dan perabotan berserakan.
- Harga dan ketersediaan belum diumumkan: tidak ada informasi harga, tanggal produksi massal, maupun rencana masuk pasar Indonesia.
- Detail privasi masih umum: pernyataan soal penghilangan identitas dan pemeriksaan keamanan belum disertai rincian teknis yang bisa diaudit.
- Daya tahan baterai tidak disebut: untuk robot yang bergerak aktif, durasi operasi jadi pertanyaan penting yang belum dijawab.
MoAgent menunjukkan arah yang masuk akal untuk robot humanoid konsumen: fokus pada pemahaman konteks, bukan sekadar eksekusi perintah. Tapi sampai ada unit uji yang bisa dipakai di rumah sungguhan, Mobo masih sebatas demonstrasi teknologi yang menjanjikan — bukan produk yang bisa dinilai secara utuh.