KAI Pasang 9 Palang Otomatis di Perlintasan Sebidang, Target 190 Titik

KAI Pasang 9 Palang Otomatis di Perlintasan Sebidang, Target 190 Titik
KAI mengoperasikan sembilan gardu palang otomatis di perlintasan sebidang wilayah Daop 1 Jakarta dan Daop 2 Bandung.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoperasikan sembilan gardu palang otomatis di jalur perlintasan langsung (JPL) wilayah Daop 1 Jakarta dan Daop 2 Bandung per 9 Oktober 2026. Langkah ini menindaklanjuti rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menekan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang. Pemasangan dilakukan bertahap dari total target penataan 190 titik.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan pemasangan palang di sembilan lokasi tersebut merupakan bagian dari percepatan tindak lanjut rekomendasi KNKT. Setiap titik dinilai kesiapan fasilitas, petugas, dan aspek operasionalnya sebelum difungsikan penuh.

"Tindak lanjut rekomendasi KNKT kami dorong melalui penyelesaian pekerjaan di lapangan secara bertahap. Setiap lokasi perlu dipastikan kesiapan fasilitas, petugas, dan aspek operasionalnya sebelum mulai digunakan untuk mendukung pengamanan pelintasan sebidang," ujar Anne dalam keterangan resmi, Sabtu (10/10/2026).

Lokasi Gardu yang Mulai Beroperasi

Lima gardu beroperasi di Daop 1 Jakarta, meliputi JPL 124 dan JPL 126 lintas Lemahabang–Kedunggedeh, JPL 98 lintas Tambun–Cibitung, JPL 98 Cisauk, serta JPL 156 lintas Tigaraksa–Cikoya. Empat gardu lainnya berada di Daop 2 Bandung, yakni JPL 146 lintas Padalarang–Cimahi, JPL 340 lintas Padalarang–Cilame, JPL 263 lintas Sukatani–Plered, dan JPL 325 lintas Maswati–Sasaksaat.

Pekerjaan sipil program pembangunan 190 titik JPL sendiri sudah mencapai 188 lokasi atau sekitar 98 persen per 9 Oktober 2026. KAI juga menyiapkan 739 tenaga Petugas Jaga Lintasan (PJL) yang telah lulus sertifikasi kompetensi.

Kesiapan Petugas Jadi Kunci

Anne menekankan penyelesaian fasilitas harus berjalan seiring kesiapan personel. Setiap gardu yang masuk tahap operasional membutuhkan petugas dengan kompetensi sesuai tugas pengamanan perlintasan.

"Penyelesaian fasilitas perlu berjalan beriringan dengan kesiapan petugas. Setiap gardu yang memasuki tahap operasional membutuhkan personel yang memiliki kompetensi sesuai tugas pengamanan pelintasan, sehingga fungsi keselamatan di lapangan dapat berjalan secara konsisten," kata Anne.

Tahapan berikutnya mencakup pengusulan kebutuhan dan penempatan personel dari masing-masing wilayah serta persiapan pendinasan sesuai kebutuhan operasional.

Target 1.404 Portal Otomatis hingga 2027

Program ini merupakan bagian dari target lebih besar KAI memasang portal otomatis di 1.404 JPL hingga 2027. Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyebut kebutuhan anggaran untuk pemasangan di 1.404 titik tersebut mencapai Rp 1,1 triliun.

"Target kami di tahun 2027 ada 1.404 JPL ini akan dipasang portal otomatis semua," tutur Bobby di Jakarta, dikutip Kamis (24/9/2026).

Pemasangan portal otomatis merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan keamanan masyarakat sekaligus kelancaran perjalanan kereta api. KAI juga akan segera mengoperasikan portal otomatis di 190 JPL setelah sosialisasi ke warga sekitar perlintasan rampung.

Hambatan dari Perlintasan Swadaya

Bobby mengakui pelaksanaan program masih menghadapi kendala, terutama keberadaan warga yang menjaga perlintasan secara swadaya dan memungut biaya dari pengguna jalan. KAI terus melakukan pendekatan dan sosialisasi agar pengelolaan perlintasan dapat dibenahi.

"Terus terang hambatannya itu masyarakatnya, terutama JPL ini yang dioperasikan dari swadaya karena mereka memungut (uang) ketika ada yang melintas dan ini terus kami sosialisasikan," ujar Bobby.

Anne mengimbau pengguna jalan menaati rambu, marka, dan arahan petugas saat melintasi perlintasan sebidang, serta mendahulukan perjalanan kereta api sesuai ketentuan.

"Keselamatan di pelintasan membutuhkan kesiapan fasilitas, kompetensi petugas, serta kedisiplinan pengguna jalan. Karena itu, percepatan tindak lanjut rekomendasi keselamatan terus kami jalankan secara bertahap berdasarkan kesiapan di setiap lokasi," ujar Anne.

Dengan 188 dari 190 titik pekerjaan sipil yang rampung, KAI tinggal menyelesaikan dua lokasi tersisa sekaligus memastikan kesiapan personel di setiap gardu. Keberhasilan program ini akan menentukan seberapa besar penurunan angka kecelakaan di perlintasan sebidang dalam beberapa tahun ke depan.

Berita Lainnya

Index