Formasi Durupinar di Turki Diteliti Ulang, Pakai Radar Bawah Tanah

Formasi Durupinar di Turki Diteliti Ulang, Pakai Radar Bawah Tanah
Formasi Durupinar sepanjang 157 meter di Turki timur dipindai ulang menggunakan Ground-Penetrating Radar pada 2026.

Formasi Durupinar, struktur sepanjang 157 meter di wilayah timur Turki yang bentuknya menyerupai lambung kapal, kembali menjadi sasaran penelitian pada 2026. Tim Noah's Ark Scans bersama peneliti Turki memindai area itu dengan Ground-Penetrating Radar (GPR) dan mengebor inti tanah tanpa menggali seluruh lokasi. Penelitian ini belum membuktikan formasi tersebut sebagai Bahtera Nabi Nuh, tetapi kawasan dekat Gunung Ararat itu tetap menarik wisatawan religi dan pencinta sejarah.

Formasi Durupinar terletak di wilayah timur Turki, tidak jauh dari Gunung Ararat. Bentuknya menyerupai kapal raksasa dengan panjang sekitar 157 meter, dan itulah yang membuat kawasan ini selama puluhan tahun dikaitkan dengan kisah Bahtera Nabi Nuh.

Penelitian terbaru berlangsung pada 2026. Tim Noah's Ark Scans bersama sejumlah peneliti Turki memindai struktur di bawah permukaan tanah menggunakan Ground-Penetrating Radar (GPR), lalu mengambil sampel tanah dan batuan lewat pengeboran inti.

Daya Tarik Utama Formasi Durupinar

Yang membuat Durupinar berbeda dari situs arkeologi biasa adalah bentuknya. Dari kejauhan, kontur tanah itu membentuk siluet menyerupai lambung kapal, lengkap dengan lekukan yang dianggap mirip buritan dan haluan.

Lokasinya berada di dataran tinggi dekat Gunung Ararat, titik yang dalam tradisi Abrahamik dipercaya sebagai tempat berlabuhnya bahtera. Kombinasi bentuk dan lokasi inilah yang membuat Durupinar bertahan sebagai objek perdebatan sekaligus tujuan wisata.

Hingga kini, belum ada bukti yang memastikan Formasi Durupinar adalah Bahtera Nabi Nuh. Temuan dari pemindaian dan pengeboran masih menjadi bahan kajian, dan perdebatan di kalangan peneliti belum selesai.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

  • Melihat langsung kontur formasi dari titik pandang di sekitar lokasi
  • Mengikuti tur berpemandu yang membahas sejarah dan hasil penelitian terbaru
  • Berfoto dengan latar dataran tinggi dan Gunung Ararat
  • Mendokumentasikan kunjungan untuk keperluan riset atau jurnal perjalanan

Kawasan ini paling banyak dikunjungi pencinta sejarah, wisata religi, dan traveler yang tertarik pada misteri dunia. Suasana dataran tinggi di sekitarnya membuat kunjungan terasa berbeda dari wisata kota biasa.

Cara Menuju Lokasi

Formasi Durupinar berada di wilayah timur Turki, dekat Gunung Ararat. Untuk mencapainya, traveler biasanya terbang ke kota besar terdekat lebih dulu, lalu melanjutkan perjalanan darat menuju kawasan formasi.

Rute darat di wilayah timur Turki melewati medan pegunungan dengan jarak antar-kota yang cukup jauh. Sebaiknya siapkan waktu perjalanan lebih longgar dan konfirmasi rute terkini ke operator tur lokal atau dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.

Tiket Masuk & Jam Operasional

Informasi resmi soal tarif masuk dan jam operasional Formasi Durupinar tidak disebutkan dalam bahan yang tersedia. Traveler yang berencana datang sebaiknya mengonfirmasi langsung ke dinas pariwisata setempat atau pengelola tur di wilayah tersebut.

Karena kawasan ini juga menjadi lokasi penelitian aktif, ada kemungkinan sebagian area dibatasi saat pengambilan sampel berlangsung. Cek jadwal penelitian sebelum menyusun itinerary.

Tips Berkunjung

Waktu terbaik datang adalah saat cuaca dataran tinggi sedang bersahabat, biasanya di musim yang tidak bersalju. Bawa jaket, alas kaki yang kuat, dan pelindung kepala karena area ini terbuka.

Hormati area yang sedang diteliti. Jangan memindahkan batuan atau tanah, dan ikuti arahan pemandu jika bergabung dengan tur. Untuk wisata religi, sesuaikan pakaian dan perilaku dengan adat setempat.

Durasi ideal kunjungan sekitar setengah hari jika Anda datang dari kota terdekat, atau satu hari penuh bila ingin menggabungkan dengan titik wisata lain di sekitar Gunung Ararat.

Berita Lainnya

Index