SELARASRIAU.COM - Memilih tablet untuk kebutuhan sekolah tidak cukup hanya mempertimbangkan harga, ukuran layar, kapasitas RAM, dan memori penyimpanan. Ada satu hal yang sering membuat pembeli bingung, yakni memilih tablet WiFi Only atau tablet yang bisa menggunakan kartu SIM.
Keduanya sama-sama dapat digunakan untuk belajar, mengerjakan tugas, mengikuti kelas online, membaca buku digital, hingga menonton video pembelajaran. Namun, cara mengakses internet dan biaya yang harus dikeluarkan bisa berbeda.
Tablet WiFi Only biasanya lebih terjangkau karena tidak dilengkapi konektivitas seluler langsung. Sebaliknya, tablet dengan dukungan SIM Card atau jaringan LTE dan 5G memberikan keleluasaan mengakses internet tanpa harus mencari jaringan WiFi.
Lalu, mana yang lebih hemat untuk pelajar pada 2026?
Jawabannya bergantung pada kebiasaan belajar, ketersediaan internet di rumah, dan seberapa sering tablet dibawa ke sekolah atau tempat lain.
Bagi pelajar yang sudah memiliki WiFi di rumah, tablet WiFi Only umumnya menjadi pilihan paling ekonomis. Namun, untuk siswa atau mahasiswa yang sering belajar di luar rumah dan membutuhkan koneksi internet mandiri, tablet seluler bisa lebih praktis.
Apa Perbedaan Tablet WiFi Only dan Tablet SIM Card?
Tablet WiFi Only merupakan perangkat yang mengandalkan jaringan WiFi untuk terhubung ke internet. Pengguna bisa memanfaatkan WiFi rumah, sekolah, perpustakaan, atau hotspot dari ponsel.
Karena tidak memiliki modem seluler bawaan, tablet jenis ini tidak dapat langsung menggunakan kartu SIM untuk mengakses jaringan operator.
Meski begitu, tablet WiFi Only tetap bisa digunakan ketika tidak terhubung ke internet untuk kegiatan tertentu, seperti membaca dokumen yang sudah diunduh, melihat foto, menulis catatan offline, atau menggunakan aplikasi yang mendukung mode tanpa internet.
Berbeda dengan tablet WiFi Only, tablet versi LTE atau 5G dapat menggunakan jaringan data seluler melalui SIM fisik atau eSIM, bergantung pada model dan dukungan operator.
Artinya, pengguna dapat langsung mengakses internet menggunakan paket data tanpa harus mengaktifkan hotspot dari ponsel lain.
Apple, melalui halaman resminya mengenai iPad WiFi + Cellular, menjelaskan bahwa perangkat dengan konektivitas seluler memungkinkan pengguna tetap terhubung saat berada jauh dari jaringan WiFi.
Namun, penting dipahami bahwa tidak semua tablet seluler menggunakan kartu SIM fisik. Sejumlah perangkat terbaru hanya mendukung eSIM, sehingga pembeli perlu memeriksa spesifikasinya sebelum memilih.
Tablet dengan SIM Card juga tetap memiliki koneksi WiFi. Jadi, pemiliknya tidak harus selalu menggunakan paket data seluler.
Harga Tablet WiFi dan LTE Bisa Berbeda Ratusan Ribu Rupiah
Perbedaan pertama yang perlu diperhatikan adalah harga pembelian perangkat.
Untuk model tablet yang sama, versi WiFi Only umumnya dijual lebih murah dibandingkan versi LTE atau 5G dengan kapasitas RAM dan penyimpanan setara.
Sebagai contoh, dalam dokumen resmi program Samsung AI Week yang berlangsung pada 1–31 Mei 2026, Galaxy Tab A11 dengan RAM 4 GB dan penyimpanan 64 GB memiliki dua pilihan konektivitas.
Pada program tersebut, Galaxy Tab A11 WiFi tercantum dengan harga promo Rp1.999.000, sedangkan versi LTE dibanderol Rp2.599.000.
Selisihnya mencapai Rp600.000. Angka ini merupakan contoh harga selama program promosi Mei 2026, bukan harga jual yang dipastikan berlaku pada Oktober 2026.
Bagi orang tua yang membeli tablet untuk anak sekolah, selisih tersebut tentu patut dipertimbangkan.
Uang Rp600.000 bisa dialokasikan untuk membeli pelindung tablet, keyboard tambahan, aksesori belajar, atau kebutuhan pendidikan lainnya.
Namun, harga lebih murah belum tentu membuat total pengeluaran selalu lebih kecil. Biaya internet yang digunakan selama beberapa tahun juga perlu dihitung.
Tablet WiFi Only Bisa Lebih Hemat jika Sudah Ada Internet Rumah
Untuk keluarga yang telah berlangganan internet rumah, membeli tablet WiFi Only biasanya menjadi pilihan yang masuk akal.
Anak dapat menggunakan koneksi yang sama untuk mengikuti pembelajaran online, mengakses materi sekolah, mengunduh tugas, atau mencari referensi pelajaran.
Tidak diperlukan kartu SIM khusus untuk tablet.
Biaya tambahan internet pun bisa sangat kecil atau bahkan tidak ada, selama paket internet rumah yang sudah digunakan mencukupi dan tidak menimbulkan biaya tambahan.
Misalnya, sebuah keluarga telah memiliki layanan WiFi rumah yang digunakan bersama oleh beberapa anggota keluarga.
Ketika membeli tablet baru, perangkat cukup dihubungkan ke jaringan tersebut. Orang tua tidak harus membeli paket data tersendiri setiap bulan.
Situasi ini berbeda apabila rumah belum memiliki WiFi dan anak harus selalu membeli akses internet tambahan.
Dalam kondisi tersebut, tablet LTE atau 5G patut dipertimbangkan, terutama jika tablet sering dipakai di tempat yang tidak menyediakan jaringan WiFi.
Meski demikian, tablet seluler tidak otomatis lebih murah daripada tablet WiFi yang menggunakan hotspot ponsel.
Tablet WiFi Only Bisa Menggunakan Hotspot HP
Salah satu anggapan yang kurang tepat adalah tablet WiFi Only tidak bisa digunakan untuk internetan saat berada di luar rumah.
Padahal, tablet tersebut bisa tersambung melalui hotspot ponsel.
Google, melalui halaman Bantuan Android tentang tethering, menjelaskan bahwa ponsel Android dapat membagikan koneksi data selulernya ke perangkat lain, termasuk tablet dan komputer.
Caranya cukup mudah. Pengguna mengaktifkan hotspot pada ponsel, kemudian menghubungkan tablet melalui jaringan WiFi yang tersedia.
Dengan cara ini, pelajar tidak perlu membeli kartu SIM kedua hanya untuk menggunakan internet di tablet.
Kuota internet yang digunakan akan diambil dari paket data pada ponsel penyedia hotspot, sesuai ketentuan operator.
Namun, penggunaan hotspot juga mempunyai keterbatasan.
Ponsel dan tablet harus berada dalam jangkauan koneksi. Selain itu, fitur hotspot dapat meningkatkan penggunaan baterai ponsel, terutama jika dipakai cukup lama.
Google menyarankan pengguna mematikan tethering setelah selesai dan menghubungkan ponsel ke sumber listrik bila diperlukan.
Karena itu, hotspot cocok untuk pelajar yang sesekali membutuhkan internet di luar rumah, tetapi mungkin kurang nyaman bagi pengguna yang harus terhubung sepanjang hari.
Mana yang Lebih Hemat dalam Dua Tahun?
Untuk mengetahui perbedaan biaya, pembeli sebaiknya menghitung bukan hanya harga tablet, melainkan juga kebutuhan paket internet selama masa pemakaian.
Sebagai gambaran, gunakan selisih harga perangkat Rp600.000 berdasarkan contoh promosi Galaxy Tab A11 pada Mei 2026.
Jika tablet dipakai selama 24 bulan, selisih harga tersebut setara dengan Rp25.000 per bulan.
Angka ini merupakan pembagian biaya pembelian, bukan cicilan atau tarif yang ditetapkan produsen.
Sekarang, bayangkan dua kondisi berbeda.
Kondisi pertama: pelajar menggunakan tablet WiFi Only.
Di rumah sudah tersedia WiFi, sedangkan ketika bepergian pelajar menggunakan hotspot dari ponsel yang kuotanya masih mencukupi.
Dalam keadaan tersebut, pengguna mungkin tidak perlu membeli paket internet khusus untuk tablet.
Kondisi kedua: pelajar menggunakan tablet LTE dengan kartu SIM tersendiri.
Misalnya, pengguna membeli paket data tambahan seharga Rp50.000 setiap bulan khusus untuk tablet.
Selama 24 bulan, total pembelian paket tersebut mencapai Rp1.200.000.
Jika ditambah selisih harga perangkat sebesar Rp600.000, pengeluaran tambahan dibandingkan contoh pertama mencapai Rp1.800.000 selama dua tahun.
Perhitungan ini hanya simulasi. Tarif Rp50.000 bukan penawaran paket operator tertentu, dan harga perangkat yang digunakan merupakan referensi promosi yang sudah berakhir.
Hasilnya juga bisa berbeda jika tablet LTE memakai kuota bersama dari paket keluarga, pengguna mengganti paket data ponsel, atau penggunaan hotspot ternyata membutuhkan pembelian kuota tambahan.
Dengan kata lain, pilihan paling hemat ditentukan oleh keseluruhan biaya internet yang benar-benar dikeluarkan keluarga.
Kapan Tablet dengan SIM Card Lebih Menguntungkan?
Meski harga awalnya lebih tinggi, tablet LTE atau 5G memiliki beberapa keunggulan bagi pelajar dengan mobilitas tinggi.
Mahasiswa yang sering mengerjakan tugas di kampus, mengikuti kegiatan lapangan, atau berpindah lokasi belajar mungkin lebih nyaman memakai tablet dengan koneksi seluler sendiri.
Pengguna tidak perlu bergantung pada ponsel untuk membagikan hotspot setiap kali membutuhkan internet.
Tablet juga tetap dapat mengakses jaringan seluler ketika ponsel tertinggal atau baterainya habis, selama paket data aktif dan sinyal operator tersedia.
Keunggulan lain adalah kemudahan mengakses dokumen melalui penyimpanan cloud, menerima pesan pembelajaran, hingga melakukan panggilan video ketika tidak tersedia WiFi.
Namun, koneksi seluler tidak selalu lebih cepat atau lebih stabil daripada WiFi.
Kualitas internet tetap dipengaruhi jangkauan jaringan, kepadatan pengguna, jenis teknologi seluler yang didukung perangkat, dan kondisi lokasi.
Di daerah dengan sinyal operator lemah, memiliki tablet LTE belum tentu memberikan pengalaman internet yang lebih baik.
Bagaimana dengan Pelajar SD, SMP, dan SMA?
Kebutuhan pelajar sekolah dasar tentu tidak selalu sama dengan mahasiswa.
Untuk siswa SD yang lebih sering menggunakan tablet di rumah, tablet WiFi Only sudah cukup untuk banyak kegiatan pembelajaran.
Orang tua dapat mengatur waktu penggunaan, memilih aplikasi belajar, serta mengunduh materi agar bisa dibuka tanpa internet.
Bagi siswa SMP dan SMA, pilihannya bergantung pada tugas dan aktivitas sekolah.
Jika siswa hanya membutuhkan tablet untuk mengakses materi, membaca buku elektronik, dan mengerjakan tugas di rumah, versi WiFi masih layak diprioritaskan.
Namun, apabila tablet sering digunakan di luar rumah dan koneksi mandiri benar-benar diperlukan, versi seluler dapat memberikan kemudahan tambahan.
Untuk mahasiswa, tablet LTE atau 5G lebih menarik bila banyak aktivitas berlangsung di kampus, perjalanan, atau lokasi yang jaringan WiFi-nya tidak tersedia secara konsisten.
Meski begitu, mahasiswa yang selalu membawa ponsel dengan paket data memadai tetap dapat menghemat biaya menggunakan tablet WiFi Only.
Perhatikan Lima Hal Sebelum Membeli Tablet
Agar tidak salah memilih, ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa sebelum membeli tablet untuk kebutuhan pendidikan.
Pertama, periksa ketersediaan internet di rumah. Jika sudah ada WiFi yang stabil, kebutuhan koneksi seluler khusus tablet mungkin tidak terlalu mendesak.
Kedua, hitung pengeluaran internet bulanan. Bandingkan biaya paket data ponsel, internet rumah, serta kemungkinan membeli paket tambahan untuk tablet.
Ketiga, sesuaikan dengan aktivitas belajar. Tablet untuk membaca buku dan menonton video pembelajaran memiliki kebutuhan berbeda dengan perangkat yang digunakan untuk rapat video dan bekerja melalui aplikasi online sepanjang hari.
Keempat, perhatikan spesifikasi perangkat. Kapasitas RAM, penyimpanan, kualitas layar, daya tahan baterai, dan dukungan pembaruan perangkat lunak tetap penting. Jangan memilih tablet hanya berdasarkan ketersediaan slot SIM.
Kelima, periksa dukungan jaringan. Jika memilih tablet seluler, pastikan perangkat kompatibel dengan jaringan operator yang digunakan, termasuk jenis SIM fisik atau eSIM yang didukung.
Untuk penggunaan WiFi sekolah atau jaringan publik, hindari sembarangan mengakses situs yang tidak aman dan pastikan sistem perangkat selalu diperbarui.
Jadi, Pilih Tablet WiFi Only atau SIM Card?
Bagi sebagian besar pelajar yang lebih sering belajar di rumah dan sudah mempunyai akses internet, tablet WiFi Only merupakan pilihan yang cenderung lebih hemat.
Harga perangkat biasanya lebih terjangkau, sementara kebutuhan internet dapat dipenuhi melalui WiFi rumah atau hotspot ponsel yang sudah dimiliki.
Sebaliknya, tablet LTE atau 5G lebih cocok untuk pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan internet secara mandiri ketika bepergian.
Tambahan biaya pembelian dapat sepadan dengan kemudahan yang diperoleh, terutama jika perangkat digunakan secara intensif di berbagai lokasi.
Hal terpenting adalah tidak langsung menganggap tablet dengan kartu SIM selalu lebih baik, atau tablet WiFi Only pasti lebih murah dalam segala keadaan.
Sebelum membeli, bandingkan harga untuk spesifikasi yang setara, hitung kebutuhan kuota, dan sesuaikan dengan kebiasaan belajar sehari-hari.
Dengan begitu, tablet yang dibeli benar-benar membantu kegiatan pendidikan tanpa menambah pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan. (*)