Kemenhub Perpanjang Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Imbas Abu Vulkanik

Kemenhub Perpanjang Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Imbas Abu Vulkanik
Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB menyusul hasil uji partikel abu vulkanik yang masih menempel di kawasan bandara.

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memaksa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menunda pembukaan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 05.30 WIB, gangguan ruang udara ini berimbas langsung pada 209 pergerakan pesawat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menjelaskan bahwa pembatalan dan penundaan jadwal melonjak drastis sejak Minggu dini hari. Ribuan calon penumpang tertahan di terminal maupun batal terbang.

“Rute domestik dengan jumlah pergerakan terdampak terbanyak yakni Makassar dengan 16 pergerakan pesawat. Sementara untuk rute internasional, Singapura menjadi rute dengan jumlah pergerakan terdampak terbanyak, yakni 11 pergerakan pesawat,” ujar Lukman dalam keterangan resmi, Minggu (6/9).

Hasil Uji Kertas Picu Penerbitan Notam Baru

Otoritas penerbangan awalnya menetapkan penghentian operasi Soekarno-Hatta mulai pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB lewat NOTAM Nomor A3341/26. Ruang udara disterilkan demi menghindari risiko partikel vulkanik masuk ke turbin jet komersial.

Kondisi di lapangan ternyata belum membaik saat jadwal penutupan pertama hampir berakhir. Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta menggelar paper test lanjutan pada rentang pukul 06.05 WIB hingga 06.35 WIB. Hasil pengujian menunjukkan partikel abu masih menempel di kawasan bandara.

Kemenhub merespons temuan tersebut dengan menerbitkan NOTAM Nomor A3344/26 NotamR A3341/26. Regulasi darurat ini resmi memundurkan jadwal operasional bandara terpadat di Indonesia itu setidaknya hingga pukul 09.30 WIB.

Daftar Rute Terimbas Pembatalan dan Pengalihan

Lumpuhnya lalu lintas udara di Cengkareng langsung mengacaukan konektivitas antarnegara. Sebanyak 16 penerbangan internasional dibatalkan, tujuh tertunda, dan lima rute dijadwalkan ulang.

Daftar rute internasional yang terganggu mencakup rute pergi-pulang menuju Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, hingga Kuala Lumpur. Armada jarak jauh tertahan di darat menunggu langit bersih.

“Sedangkan pada penerbangan domestik terdapat empat pembatalan dan satu penerbangan yang dialihkan untuk rute Lampung, Denpasar, dan Surabaya,” tutur Lukman.

170 Pesawat Diamankan di Apron Terminal

Di tengah pembekuan jadwal terbang, pengelola bandara memarkir armada yang berstatus Remain Over Night (RON). Sebanyak 170 unit pesawat komersial dipastikan terparkir dalam posisi aman di area landas parkir.

Rincian sebaran armada yang disiagakan mencakup 66 pesawat di Terminal 1, 51 pesawat di Terminal 2, 49 pesawat di Terminal 3, serta empat armada di area kargo. Maskapai bersama pengelola bandara diarahkan fokus mengurai penumpukan di terminal.

“Ditjen Perhubungan Udara juga memperhatikan pemulihan jadwal penerbangan karena penutupan bandara berpotensi menimbulkan dampak berantai (cascading impact) terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, hingga kapasitas terminal,” ucap Lukman.

Penumpang Diminta Menunda Keberangkatan ke Terminal

Kemenhub menegaskan standar keselamatan penerbangan mutlak didahulukan di atas ketepatan jadwal. Evaluasi ruang udara terus dijalankan bersama AirNav Indonesia, pengelola bandara, maskapai, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Ditjen Perhubungan Udara mengimbau masyarakat atau calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Soekarno-Hatta agar memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangannya dan memohon agar memperhatikan situasi dengan tidak datang ke bandara terlebih dahulu,” kata Lukman.

Otoritas transportasi memastikan pembaruan situasi penerbangan akan dirilis berkala menyesuaikan pergerakan angin dan sebaran material letusan Anak Krakatau.

Berita Lainnya

Index