Info Terbaru Bandara Soekarno-Hatta Usai Erupsi Anak Krakatau

Info Terbaru Bandara Soekarno-Hatta Usai Erupsi Anak Krakatau
Petugas memantau kondisi landasan pacu Bandara Soekarno-Hatta setelah operasional kembali berjalan usai penutupan sementara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

SELARASRIAU.COM — Sebanyak 33 penerbangan domestik dan internasional terdampak akibat penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu dini hari. Operasional kini kembali berjalan lancar setelah pemantauan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menunjukkan hasil negatif. Penumpang diminta tetap memantau jadwal terkini ke pihak maskapai.

Pengecekan paper test VA terkini tidak lagi menemukan partikel abu vulkanik pada fasilitas penerbangan. Berdasarkan hasil pengukuran visual dan instrumen, jarak sebaran abu vulkanik terhadap Bandara Soekarno-Hatta berada pada posisi 31,4 kilometer.

Daftar Rute dan Puluhan Penerbangan Terdampak

Penghentian penerbangan sempat diberlakukan selama empat jam, terhitung mulai pukul 01:30 hingga 05:30 WIB. Langkah mitigasi diambil cepat setelah paper test VA pada pukul 00:35 hingga 01:05 WIB mendeteksi indikasi sebaran abu vulkanik yang membahayakan mesin pesawat.

Kebijakan penutupan mendadak tersebut mengacaukan puluhan jadwal keberangkatan dan kedatangan rute luar negeri maupun lokal. Rincian penerbangan internasional yang terimbas meliputi:

  • 16 jadwal penerbangan dibatalkan
  • 7 jadwal penerbangan mengalami penundaan
  • 5 jadwal penerbangan dijadwalkan ulang

Adapun rute luar negeri yang terdampak antara lain tujuan Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur. Lalu lintas udara domestik ikut terganggu dengan catatan 4 penerbangan dibatalkan serta 1 penerbangan dialihkan untuk rute tujuan Lampung, Denpasar, dan Surabaya.

Prioritas Keselamatan Penumpang dan Status Siaga

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa menegaskan standar mitigasi risiko tidak dapat ditawar dalam kondisi kahar geologis. Penyesuaian jadwal terbang sepenuhnya diarahkan guna melindungi nyawa penumpang dan awak pesawat.

"Keselamatan tetap jadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional termasuk penyesuaian jadwal penerbangan oleh maskapai," ujar Lukman F Laisa.

Otoritas mengimbau seluruh calon penumpang untuk aktif memeriksa informasi berkala dari pihak maskapai. Penyesuaian waktu perjalanan ke bandara masih sangat diperlukan mengantisipasi efek domino dari rotasi pesawat yang sempat tertunda.

Ditjen Perhubungan Udara terus memantau pergerakan udara lewat koordinasi intensif bersama BMKG, AirNav Indonesia, pengelola bandara, dan maskapai penerbangan. Kewaspadaan ditingkatkan mengingat Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda berstatus Level III Siaga dengan radius bahaya 3 kilometer dari kawah aktif.

Berita Lainnya

Index