BPBD Bali Catat 529 Keluarga Terdampak Kekeringan Ekstrem di Empat Kabupaten

BPBD Bali Catat 529 Keluarga Terdampak Kekeringan Ekstrem di Empat Kabupaten
BPBD Provinsi Bali mencatat 529 kepala keluarga terdampak kekeringan ekstrem di empat kabupaten, yaitu Buleleng, Jembrana, Karangasem, dan Klungkung.

Musim kemarau 2026 membawa dampak serius bagi Pulau Dewata. BPBD Provinsi Bali mencatat kekeringan ekstrem melanda empat kabupaten, yakni Buleleng, Jembrana, Karangasem, dan Klungkung.

Sebanyak 529 kepala keluarga (KK) terdampak langsung kekeringan ini. Data tersebut dirilis BPBD berdasarkan pemantauan terkini di lapangan.

Peringatan Dini BMKG

Kepala UPTD Pengendalian Bencana Daerah BPBD Provinsi Bali, I Wayan Suryawan, menyampaikan kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama. "Kekeringan tercatat terjadi di empat kabupaten," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (3/9) malam.

Berdasarkan informasi BMKG, musim kemarau 2026 berlangsung lebih panjang dan lebih kering. Suhu udara juga relatif lebih tinggi dibandingkan kondisi normal di sejumlah wilayah.

"Dari perspektif kebencanaan, kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta kebakaran pada kawasan permukiman maupun lokasi pengelolaan sampah," kata Suryawan.

Antisipasi dan Kesiapsiagaan

Menghadapi situasi ini, BPBD Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan pemantauan serta kesiapsiagaan. Langkah ini difokuskan pada wilayah yang memiliki potensi terdampak kekeringan dan kebakaran.

"Kami terus memantau perkembangan cuaca dan memperkuat koordinasi lintas instansi," imbuh Suryawan.

Masyarakat diimbau menghemat penggunaan air bersih dan melaporkan segera jika ditemukan titik api atau indikasi kekeringan di lingkungan masing-masing.

Berita Lainnya

Index