SELARASRIAU.COM, JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) memperkuat upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas di seluruh ruas jalan tol yang dikelolanya, termasuk Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Langkah ini dilakukan melalui edukasi keselamatan, peningkatan kesiapsiagaan petugas, patroli rutin, hingga evaluasi fasilitas keselamatan jalan.
Upaya tersebut dilakukan menyusul berbagai kejadian kecelakaan lalu lintas yang menjadi perhatian perusahaan. Sejumlah faktor, seperti kondisi fisik pengemudi, konsentrasi saat berkendara, jarak aman antarkendaraan, kondisi kendaraan, serta lingkungan jalan, menjadi aspek penting dalam upaya mengurangi risiko kecelakaan.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan perusahaan terus mengintensifkan edukasi keselamatan melalui media sosial, media konvensional, dan media luar ruang di sepanjang jalan tol.
Kampanye keselamatan SETUJU (Selamat Sampai Tujuan) juga terus disosialisasikan untuk mendorong pengguna jalan menjadikan keselamatan sebagai prioritas selama perjalanan.
“Keselamatan pengguna jalan selalu menjadi prioritas utama kami. Berbagai fasilitas keselamatan dan kesiapsiagaan petugas terus kami tingkatkan, namun kami juga ingin mengingatkan bahwa setiap pengemudi memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan dirinya dan pengguna jalan lainnya. Karena itu, kami terus mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk lebih disiplin, memastikan kondisi fisik tetap prima, serta mematuhi tata tertib berkendara di jalan tol,” ujar Iwan. Selasa (27/10/2026).
Sebagai langkah pencegahan di lapangan, Hutama Karya rutin melaksanakan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik di sejumlah ruas tol yang dikelola.
Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan terhadap pengemudi yang terindikasi lelah atau mengantuk, pemeriksaan kesehatan sederhana, serta pemberian kopi dan makanan ringan. Pengemudi yang mengalami kelelahan juga diimbau beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Selain itu, petugas operasional melakukan patroli bergerak untuk memantau kondisi lalu lintas, mendeteksi potensi bahaya, dan memberikan penanganan awal terhadap situasi yang berisiko menimbulkan kecelakaan.
Dari sisi infrastruktur, perusahaan melakukan evaluasi dan pemeliharaan berbagai fasilitas keselamatan, di antaranya rambu peringatan, rumble strip, lampu peringatan, marka reflektif, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu pengemudi mengenali kondisi jalan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara pada malam hari atau ketika jarak pandang terbatas.
Hutama Karya juga memperkuat pengawasan terhadap kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) melalui operasi bersama pemangku kepentingan terkait.
Kendaraan ODOL berpotensi memiliki kemampuan pengereman, kestabilan, dan pengendalian yang lebih rendah. Kondisi ini dapat membahayakan pengguna jalan lain, termasuk meningkatkan risiko tabrakan dari belakang dan kecelakaan beruntun.
Karena itu, pengawasan dan edukasi terus dilakukan untuk mendorong pengemudi serta pelaku usaha angkutan barang mematuhi ketentuan dimensi dan muatan kendaraan.
Hutama Karya menggaungkan kampanye SETUJU melalui lima pesan utama, yakni SETUJU Keselamatan adalah Nomor Satu, SETUJU Pastikan Kondisi Kendaraan Prima, SETUJU Tidak Ngebut di Jalan Tol, SETUJU untuk Istirahat Jika Lelah atau Mengantuk, serta SETUJU Zero ODOL di Jalan Tol.
Perusahaan juga mengingatkan pengendara untuk menjaga jarak aman, menggunakan sabuk pengaman, serta memanfaatkan lajur sesuai peruntukannya.
Pengguna jalan diminta menghindari lane hogging, yakni menggunakan lajur kanan secara terus-menerus tanpa keperluan mendahului kendaraan lain. Kebiasaan tersebut dapat mengganggu kelancaran lalu lintas dan memicu manuver berisiko.
Bahu jalan juga tidak diperuntukkan sebagai tempat berhenti atau beristirahat, kecuali dalam keadaan darurat. Kendaraan yang berhenti di lokasi tersebut berisiko tertabrak kendaraan lain, terutama ketika pengemudi yang melintas mengalami penurunan konsentrasi atau kehilangan kendali.
“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk benar-benar menerapkan pesan SETUJU dalam setiap perjalanan. Jangan memaksakan diri ketika lelah atau mengantuk, pastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, patuhi batas kecepatan, hindari kendaraan ODOL, dan gunakan lajur sesuai peruntukannya. Apabila membutuhkan istirahat, manfaatkan tempat istirahat yang tersedia dan jangan berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat. Kami percaya bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama, karena tujuan terpenting dari setiap perjalanan adalah dapat kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan selamat,” tambah Iwan.
Hutama Karya menegaskan setiap kejadian kecelakaan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pencegahan secara menyeluruh. Perusahaan berupaya membangun budaya berkendara yang aman dan bertanggung jawab melalui peningkatan kesiapsiagaan petugas, pemantauan kondisi jalan, perbaikan fasilitas keselamatan, serta edukasi secara berkelanjutan.
Melalui semangat Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya menyatakan akan terus menjalankan kampanye SETUJU sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan jalan tol yang aman, nyaman, dan andal. Upaya tersebut juga disebut sejalan dengan dukungan perusahaan terhadap Asta Cita Pemerintah dalam mewujudkan infrastruktur transportasi yang berorientasi pada keselamatan masyarakat.*/(dep)