SELARASRIAU.COM, PEKANBARU – PT Hakaaston (HKA) menyiagakan 25 personel untuk mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Tol Palembang–Indralaya (Palindra), Sumatera Selatan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan di tengah potensi gangguan akibat asap.
Kesiagaan tersebut diperkuat dengan pemantauan kondisi api, arah asap, dan jarak pandang di sepanjang ruas tol. HKA juga menyiapkan pengaturan lalu lintas apabila kondisi di lapangan berpotensi membahayakan pengendara.
Karhutla di sekitar Tol Palindra terpantau sejak Juli 2026 dan masih berlangsung hingga Oktober. Intensitas kebakaran tertinggi terjadi pada Agustus hingga September, sehingga petugas terus disiagakan di sejumlah titik yang berdekatan dengan area terdampak.
Sebanyak 25 personel yang dikerahkan terdiri atas tim patroli, penyelamatan atau rescue, derek, dan medis. Mereka mendapat dukungan dari personel Patroli Jalan Raya (PJR) serta personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dari instansi terkait.
HKA juga menyiapkan sejumlah kendaraan pendukung, mulai dari mobil patroli, kendaraan rescue, kendaraan derek yang dilengkapi tangki air, mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter, hingga ambulans.
Pemadaman Melibatkan BPBD dan Manggala Agni
Penanganan karhutla dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir, Manggala Agni, dan Kepolisian Resor Ogan Ilir. Kepolisian turut mengerahkan kendaraan armoured water cannon (AWC) untuk mendukung pemadaman.
BNPB bersama BPBD juga mendirikan posko penanganan karhutla di Gerbang Tol Pemulutan. Apabila kondisi membutuhkan penanganan lebih lanjut, dukungan pemadaman melalui helikopter water bombing turut disiapkan.
Direktur Operasi HKA, Aminudin Azis, mengatakan kecepatan penyampaian informasi dan koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam menghadapi karhutla di sekitar jalan tol.
“Yang kami pastikan adalah pengguna jalan selalu mendapat informasi kondisi terkini dan pengaturan lalu lintas yang tepat. Petugas kami memantau kondisi di sepanjang ruas secara berkala dan berkoordinasi dengan instansi penanggulangan bencana serta aparat setempat agar setiap perubahan di lapangan dapat direspons cepat,” ujar Aminudin, Kamis (22/10/2026).
Menurut dia, koordinasi lintas instansi juga telah dilakukan dalam sejumlah kejadian karhutla sebelumnya. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk mempercepat respons ketika kebakaran kembali terjadi.
Pengendara Diminta Waspada Saat Melintasi Area Berasap
HKA mengingatkan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi area yang terdampak asap karhutla. Pengendara diminta menyesuaikan kecepatan dan menyalakan lampu kendaraan saat jarak pandang terganggu.
“Kami juga mengimbau pengguna jalan untuk menyesuaikan kecepatan dan menyalakan lampu kendaraan apabila melintasi area berasap, serta segera menghubungi call center apabila menemukan kondisi yang membahayakan di jalan tol,” tambah Aminudin.
HKA menyatakan kesiagaan personel, dukungan armada, dan koordinasi dengan instansi terkait dilakukan untuk menjaga keamanan pengguna jalan sekaligus mempertahankan kelancaran lalu lintas di Tol Palindra.
Pengguna jalan yang membutuhkan informasi lalu lintas atau ingin melaporkan kondisi darurat dapat menghubungi call center 150-700 atau WhatsApp 08112-77000.*/ (Dep)