IHSG Anjlok 5,06 Persen, Saham BCA dan BRI Mentok di ARB

IHSG Anjlok 5,06 Persen, Saham BCA dan BRI Mentok di ARB
IHSG melemah 5,06 persen ke level 4.922,80 pada perdagangan Senin (19/10/2026) pagi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 5,06 persen ke level 4.922,80 pada perdagangan Senin (19/10/2026) pagi, dipicu pelemahan saham blue chip perbankan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) bahkan terhenti di batas Auto Reject Bawah (ARB). Koreksi tajam ini terjadi saat pasar menanti pengumuman MSCI dan rilis data makroekonomi China.

Tekanan jual di lantai bursa kembali menghantam indeks acuan. Berdasarkan data RTI Business, IHSG melemah 5,06 persen ke level 4.922,80 pada sesi pagi. Pelemahan dipicu aksi jual pada sejumlah saham blue chip, terutama kelompok bank besar atau big bank caps.

Koreksi IHSG berlangsung saat pelaku pasar mencermati tiga sentimen utama: pengumuman MSCI, pergerakan nilai tukar rupiah, dan rilis data makroekonomi China. Ketiganya disebut bakal menentukan arah indeks dalam waktu dekat.

Saham Bank Besar Mentok di ARB

Empat bank raksasa kompak tertekan. BBCA anjlok hingga 6,86 persen ke harga Rp 4.820 per saham dan menyentuh ARB. BBRI melemah 6,82 persen ke level Rp 2.460 per saham.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun 5,01 persen ke level Rp 3.220 per saham. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) tercatat melemah 4,04 persen ke level Rp 2.850 per saham.

ARB adalah batas penurunan harga saham maksimal dalam satu hari yang ditetapkan bursa. Begitu menyentuh batas itu, saham tidak bisa diperdagangkan lebih rendah lagi pada sesi tersebut — sinyal tekanan jual yang sangat kuat.

Peringatan Analis: Masih Rawan Koreksi

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih rawan terkoreksi. Pihaknya menetapkan area support indeks di level 5.092 dengan resist pada 5.295 untuk perdagangan Senin.

"Untuk Senin, kami perkirakan IHSG masih rawan koreksi dengan support 5.092 dan resist 5.295," ungkap Herditya kepada detikcom, Minggu (18/10).

MNC Sekuritas mencatat tiga sentimen yang bakal mempengaruhi gerak IHSG: pengumuman MSCI, posisi rupiah yang cenderung tertekan terhadap dolar Amerika Serikat, dan rilis PDB China.

"Kami perkirakan dipengaruhi oleh (1) Respon lanjutan terhadap proposal MSCI; (2) Posisi Rupiah yang saat ini cenderung tertekan terhadap USD; (3) Investor akan mencermati PDB China, apabila menguat maka implikasinya ke Indonesia dapat dikatakan positif bagi komoditas," jelasnya.

Apa Arti Pengumuman MSCI bagi Pasar?

MSCI adalah penyedia indeks global yang keputusannya bisa mempengaruhi aliran dana asing ke pasar saham Indonesia. Respons pasar terhadap proposal MSCI menjadi salah satu pemicu utama kehati-hatian investor saat ini.

Di sisi lain, data PDB China yang menguat dipandang positif bagi harga komoditas, yang pada akhirnya bisa menopang pasar Indonesia. Sebaliknya, rupiah yang masih tertekan terhadap dolar AS menambah beban bagi indeks.

Dengan IHSG sudah berada di bawah level support 5.092, pergerakan indeks pada sesi berikutnya akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap tiga sentimen tersebut. Bagi investor ritel, koreksi tajam pada saham bank besar kerap menjadi momen mencermati valuasi — sekaligus ujian terhadap ketahanan portofolio di tengah tekanan eksternal.

Berita Lainnya

Index