8 Desain Tempat Cuci dan Jemur di Rumah Kecil agar Tetap Rapi

8 Desain Tempat Cuci dan Jemur di Rumah Kecil agar Tetap Rapi

SELARASRIAU.COM - Tempat cuci dan jemur sering menjadi area yang sulit ditata di rumah kecil. Mesin cuci, keranjang pakaian, deterjen, dan jemuran bisa membuat ruangan terlihat penuh jika tidak diatur dengan baik.

Padahal, area mencuci tidak harus luas untuk bisa berfungsi maksimal. Dengan penataan yang tepat, sudut belakang rumah, lorong samping, hingga area dekat kamar mandi bisa dimanfaatkan menjadi tempat cuci dan jemur yang rapi.

Kuncinya adalah memilih desain sesuai luas lahan, memastikan sirkulasi udara berjalan baik, dan memisahkan area mencuci dari area penyimpanan barang lain. Berikut delapan inspirasi desain tempat cuci dan jemur yang bisa dipertimbangkan untuk rumah berukuran kecil.

1. Tempat Cuci dan Jemur di Area Belakang Rumah

Area belakang rumah bisa menjadi pilihan jika tersedia sedikit ruang terbuka. Mesin cuci dapat ditempatkan menempel pada dinding, sedangkan jemuran berada di bagian yang mendapatkan sinar matahari.

Gunakan lantai yang tidak licin dan memiliki kemiringan menuju saluran pembuangan. Jika area tidak memiliki atap, pertimbangkan penutup yang melindungi mesin cuci dari hujan dan panas berlebihan.

Agar lebih rapi, letakkan deterjen dan perlengkapan mencuci dalam rak tertutup. Hindari menumpuk barang yang tidak berhubungan dengan aktivitas mencuci.

2. Tempat Cuci dengan Rak Dinding

Lorong samping sering menjadi ruang yang kurang dimanfaatkan. Padahal, area ini bisa difungsikan sebagai tempat mencuci apabila lebar, akses, saluran air, dan sirkulasi udaranya memadai.

Letakkan mesin cuci di salah satu sisi agar jalur berjalan tidak terhalang. Untuk menjemur pakaian, gunakan rak lipat yang bisa ditutup ketika tidak dipakai.

Jangan menutup seluruh lorong dengan dinding atau atap yang menghambat aliran udara. Area yang terlalu lembap dapat membuat pakaian lebih lama kering dan menimbulkan bau apek.

4. Tempat Cuci dengan Jemuran Lipat di Dinding

Jemuran lipat cocok untuk rumah yang tidak memiliki halaman luas. Saat digunakan, rak dapat dibuka untuk menggantung pakaian. Setelah selesai, rak dilipat kembali sehingga tidak mengganggu aktivitas lain.

Pilih model yang sesuai dengan berat pakaian basah dan kekuatan dinding. Pemasangan perlu memperhatikan posisi mesin cuci, pintu, serta jalur orang berjalan.

Untuk mempercepat pengeringan, tempatkan jemuran di area dengan aliran udara yang baik. Jangan terlalu rapat menggantung pakaian karena udara perlu bergerak di antara kain.

5. Tempat Cuci di Bawah Tangga

Ruang bawah tangga dapat dimanfaatkan untuk mesin cuci dan penyimpanan perlengkapan rumah. Desain ini membantu mengurangi penggunaan ruang di area lain.

Sebelum menerapkannya, periksa tinggi ruang, akses untuk memasukkan pakaian, sambungan air, saluran pembuangan, serta kebutuhan servis mesin. Tidak semua ruang bawah tangga cocok untuk menempatkan mesin cuci.

Jika ingin menyamarkan area tersebut, gunakan pintu yang mudah dibuka dan tidak menghambat ventilasi. Pastikan mesin tetap dapat dijangkau ketika perlu dibersihkan atau diperbaiki.

6. Tempat Cuci dengan Mesin dan Meja dalam Satu Area

Meja di atas mesin cuci bukaan depan dapat dimanfaatkan untuk melipat pakaian atau menaruh keranjang sementara. Dengan begitu, pekerjaan mencuci, memilah, dan melipat pakaian bisa dilakukan dalam satu area.

Pastikan meja dipasang dengan konstruksi yang sesuai dan tidak menghambat akses ke mesin. Sisakan ruang sesuai petunjuk produsen agar mesin tidak terjepit dan getarannya tidak menimbulkan masalah.

Jika ruangan sangat terbatas, gunakan meja lipat yang bisa disimpan setelah selesai digunakan.

7. Tempat Cuci dan Jemur dengan Atap Transparan

Atap transparan atau tembus cahaya bisa membantu meneruskan cahaya alami ke area mencuci. Pilihan ini berguna untuk halaman belakang yang sempit dan berdekatan dengan bangunan lain.

Pilih bahan atap yang sesuai dengan iklim setempat dan perhatikan panas yang masuk ke dalam ruangan. Atap tembus cahaya tidak otomatis membuat tempat cuci menjadi sejuk, terutama ketika matahari sedang terik.

Tambahkan bukaan udara pada sisi yang memungkinkan. Pastikan air hujan tetap dialirkan dengan baik dan mesin cuci tidak terkena tampias.

8. Tempat Cuci Minimalis dengan Keranjang dan Lemari Tertutup

Jika ingin area terlihat rapi, gunakan lemari tertutup untuk menyimpan deterjen, perlengkapan setrika, dan barang yang jarang digunakan. Keranjang pakaian dapat dibagi berdasarkan jenis cucian atau statusnya, seperti pakaian kotor dan pakaian bersih.

Pilih furnitur yang tahan terhadap kelembapan dan mudah dibersihkan. Hindari menaruh pakaian basah terlalu lama di dalam keranjang tertutup karena dapat memicu bau tidak sedap.

Untuk ruang kecil, gunakan warna netral dan batasi jumlah aksesori. Penataan yang sederhana membuat area lebih mudah dirawat sekaligus terlihat lapang.

Tips agar tempat cuci dan jemur tetap rapi

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menentukan desain.

* Ukur ruang terlebih dahulu. Hitung ukuran mesin, bukaan pintu, posisi keranjang, dan jalur berjalan.

* Manfaatkan dinding. Rak dan jemuran lipat membantu mengurangi barang di lantai.

* Pastikan drainase memadai. Air yang menggenang bisa membuat area licin dan lembap.

* Jaga sirkulasi udara. Tempat mencuci dan menjemur perlu aliran udara yang cukup agar pakaian lebih mudah kering.

* Pisahkan cucian kotor dan bersih. Gunakan keranjang berbeda supaya pakaian yang sudah dicuci tidak bercampur kembali.

* Perhatikan keamanan instalasi. Stopkontak dan sambungan listrik harus ditempatkan sesuai ketentuan untuk area yang berpotensi basah. Pemasangan sebaiknya mengikuti petunjuk produsen dan dikerjakan tenaga kompeten jika diperlukan.

Sebagai referensi desain, Houzz menampilkan berbagai solusi ruang cuci kecil, termasuk mesin cuci bertumpuk, rak vertikal, jemuran yang dapat dilipat, serta lemari penyimpanan. Prinsip yang dapat diadaptasi adalah memanfaatkan dinding dan memilih konfigurasi sesuai luas ruang. (*)

#Lifestyle

Index

Berita Lainnya

Index