Kementerian Pariwisata menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada wisatawan yang merusak ekosistem Raja Ampat, Papua Barat Daya, setelah turis China bernama Wei Shang diduga memburu dan mengonsumsi penyu di perairan Piaynemo. Wei diamankan petugas Imigrasi Makassar saat hendak meninggalkan Indonesia lewat penerbangan AirAsia AK335 rute Makassar-Kuala Lumpur, Senin, 14 September 2026. Kasus ini mencuat setelah video aktivitas tersebut beredar luas di media sosial dan memicu perhatian publik terhadap perlindungan kawasan konservasi laut.
Dugaan itu terekam dalam video yang beredar di media sosial. Wei kemudian diamankan petugas Imigrasi Makassar saat hendak meninggalkan Indonesia menggunakan pesawat AirAsia nomor penerbangan AK335 rute Makassar-Kuala Lumpur, Senin, 14 September 2026.
Aturan yang Wajib Dipatuhi Wisatawan di Raja Ampat
Kemenpar menilai perlindungan Raja Ampat tidak hanya menyangkut larangan memburu satwa yang dilindungi. Wisatawan juga wajib menghindari berbagai aktivitas yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem laut selama berada di kawasan tersebut.
Bagi traveler yang merencanakan kunjungan ke Raja Ampat, memahami batasan ini bukan sekadar formalitas. Kawasan konservasi laut di sana memiliki aturan ketat soal interaksi dengan biota, termasuk larangan menyentuh terumbu karang, memberi makan satwa liar, dan menangkap jenis apa pun yang dilindungi.
Kronologi Penangkapan Wei Shang
Wei Shang diamankan petugas Imigrasi Makassar saat hendak terbang ke Kuala Lumpur. Penangkapan berlangsung di bandara, tepat sebelum keberangkatannya menggunakan pesawat AirAsia AK335.
Video yang beredar di media sosial menjadi pemicu utama kasus ini mencuat. Hingga kini, belum ada keterangan resmi soal sanksi hukum yang akan dijatuhkan kepada Wei.
Waspadai Penipuan Booking Hotel, Kerugian Capai Rp 25 Juta
Kasus lain yang menyita perhatian wisatawan datang dari Singapura. Muhammad Shaqil, pemilik kafe berusia 31 tahun, mengaku kehilangan uang Rp 25 juta setelah menerima pesan WhatsApp pada Kamis, 10 September 2026.
Pesan itu mengaku berasal dari pihak hotel dan meminta dirinya melakukan verifikasi kartu untuk memastikan reservasi tetap aktif.
"Semuanya terjadi begitu cepat sampai saya tidak menyadari apa yang sedang terjadi hingga semuanya sudah terlambat," kata Shaqil.
Modus ini kerap menyasar wisatawan yang memesan akomodasi secara online. Pelaku mengirim pesan yang tampak meyakinkan, lalu meminta data pembayaran dengan dalih verifikasi. Pastikan selalu memesan lewat platform resmi dan tidak menanggapi permintaan verifikasi kartu via pesan pribadi.
Gili Meno dan Bali Masuk Daftar Pulau Paling Tenang Dunia 2026
Daftar pulau paling tenang di dunia 2026 versi BookRetreats.com menempatkan Malaysia sebagai yang teratas di Asia lewat Tioman Island, sekaligus peringkat keenam dunia. Dua pulau Indonesia turut masuk daftar 100 besar, yakni Gili Meno di peringkat 42 dan Bali di peringkat 78.
Pemeringkatan ini hadir ketika wisatawan semakin mencari perjalanan yang menawarkan ketenangan. Tren yang dikenal sebagai quietcation itu mendorong pelancong menjadikan suasana sunyi dan alam sebagai alasan utama dalam memilih destinasi liburan.
Bagi yang ingin mencoba quietcation, Gili Meno di Lombok menawarkan suasana tanpa kendaraan bermotor dan pantai berpasir putih. Bali, meski lebih ramai, masih menyimpan sudut tenang di wilayah utara dan timur yang jauh dari pusat keramaian.