Serial dokumenter Diana Unheard resmi diambil alih Cineflix Rights untuk distribusi internasional dan akan diluncurkan di pasar televisi MIPCOM, Cannes. Dokumenter tiga bagian produksi Love Monday TV ini memuat rekaman audio tak pernah dipublikasikan berisi Putri Diana berbicara terbuka soal hidup, cinta, dan keluarga kerajaan. Rekaman tersebut berasal dari percakapan rahasia Diana dengan sahabatnya, James Colthurst, pada 1991.
Cineflix Rights memegang hak penjualan global Diana Unheard, dokumenter tiga bagian yang diproduksi rumah produksi Inggris Love Monday TV. Peluncuran internasionalnya dijadwalkan menjadi salah satu acara utama di MIPCOM, Cannes. Proyek ini mengandalkan akses ke jam-jaman rekaman audio yang selama puluhan tahun tidak pernah didengar publik.
Rekaman Rahasia Diana dan James Colthurst
Produser Diana Unheard berhasil memperoleh akses ke percakapan rahasia antara Putri Diana dan James Colthurst pada 1991. Rekaman itu menjadi fondasi buku kontroversial Andrew Morton, "Diana: Her True Story". Love Monday TV bekerja sama dengan Morton dan Colthurst untuk mendapatkan akses ke beberapa jam rekaman tersebut. Keduanya juga tampil dalam serial dokumenter ini.
Dalam rekaman itu, Diana berbicara blak-blakan soal Pangeran Charles dan Camilla, yang kini menjadi Raja Charles III dan Ratu Camilla. Ia juga menyinggung Pangeran Andrew saat itu, yang belakangan dicopot dari gelar kerajaannya setelah hubungannya dengan Jeffrey Epstein jadi sorotan.
Sudut Pandang Baru: Diana Bukan Sekadar Korban
Tim produksi menyatakan Diana Unheard sengaja menjauh dari bingkai cerita yang menempatkan Diana semata-mata sebagai sosok rentan. Kerene Barefield, Creative Director Love Monday TV, menyebut pendekatan itu sebagai upaya mengembalikan kendali narasi kepada Diana sendiri.
"In making Diana Unheard, we wanted to challenge the narrative that has too often portrayed Diana, Princess of Wales simply as a victim of her circumstances," ujar Kerene Barefield.
"This is Diana not as a passive victim of events, but as a woman taking control of her own narrative and risking everything to make her voice heard. Diana Unheard restores authorship of one of the most scrutinized lives in modern history to the woman at its center."
Dibawa Cineflix Rights ke Pasar Internasional
Richard Life, SVP Acquisitions and Co-productions Cineflix Rights, menilai daya tarik utama proyek ini terletak pada kesempatan mendengar langsung suara Diana di titik penting hidupnya. Menurutnya, tiga dekade setelah wafat, Diana masih jadi ikon global yang menarik perhatian penonton dunia.
"What really sets Diana Unheard apart is the unique opportunity to hear several hours of intimate recordings of the Princess; her own story in her own voice at a pivotal point in her life," kata Richard Life.
"Thirty years on, Diana remains a global icon and source of endless fascination for viewers. We are thrilled to be representing this premium limited series from Love Monday TV, and look forward to launching it to our international buyers at MIPCOM."
Love Monday TV dan Minat Pasar pada Keluarga Kerajaan
Love Monday TV bukan nama baru di genre dokumenter monarki Inggris. Rumah produksi ini sebelumnya menggarap "Her Majesty The Queen: Behind Closed Doors" untuk ITV dan "William and Harry: Love and Betrayal" untuk Channel 5. Diana Unheard menambah daftar proyek mereka yang menyorot kehidupan keluarga kerajaan dari sisi personal.
Minat pada sosok Diana dan keluarga kerajaan Inggris memang belum surut. Pekan ini, Istana dan adik Diana, Earl Spencer, terlibat adu pernyataan soal "Swan Song: Diana, My Sister", memoar yang ditulis Earl Spencer tentang hidup dan kematian sang kakak. Ketegangan itu menambah konteks mengapa rekaman semacam ini masih punya nilai jual tinggi di pasar internasional.
Bagi industri dokumenter, Diana Unheard memperkuat pola lama yang tetap berlaku: materi arsip personal, terutama suara tokoh yang belum pernah dipublikasikan, masih jadi komoditas paling dicari dalam penjualan format televisi global.