Keracunan MBG di Pariaman Meluas, 123 Siswa Dilarikan ke Dua Rumah Sakit

Keracunan MBG di Pariaman Meluas, 123 Siswa Dilarikan ke Dua Rumah Sakit
Suasana RSUD Prof. M Yamin Kota Pariaman saat sejumlah siswa MTsN 1 mendapatkan penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG, Senin (14/09/2026).(Foto : Dharma Harisa/Kompas.com)

SELARASRIAU.COM, PARIAMAN – Kasus dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di MTsN 1 Pauh, Kota Pariaman, Sumatera Barat, menjadi perhatian setelah jumlah siswa yang mengalami keluhan terus bertambah.

Dinas Kesehatan Kota Pariaman mencatat sebanyak 123 siswa mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi pada Senin (14/9/2026).

Angka tersebut merupakan pembaruan Dinas Kesehatan setelah sebelumnya jumlah siswa yang tercatat mengalami keluhan sebanyak 86 orang.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Rudy Repenaldi mengatakan pendataan terakhir mencatat 123 siswa.

“Update, hari ini 123 siswa yang diduga keracunan setelah mengonsumsi MBG,” ujar Rudy, Selasa (15/9/2026).

Para siswa mengalami sejumlah keluhan seperti pusing, mual hingga muntah setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan melalui program MBG.

Kondisi tersebut membuat suasana sekolah berubah menjadi kepanikan. Siswa yang mengalami keluhan kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Dari total 123 siswa, sebanyak 65 siswa ditangani di RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, sedangkan 58 lainnya mendapat penanganan di RSUD Dr. Sadikin Kota Pariaman.

Sebagian siswa sempat dipindahkan ke rumah sakit lain karena keterbatasan ruang di instalasi gawat darurat.

Seiring kondisi yang membaik, mayoritas siswa kemudian diperbolehkan pulang bersama keluarga. Berdasarkan pembaruan pada Selasa pagi, lima siswa masih menjalani perawatan di rumah sakit, yakni empat di RS Sadikin dan satu di RS Muhammad Yamin.

Kasus tersebut sebelumnya bermula ketika sejumlah siswa mulai merasakan keluhan setelah menyantap paket makanan MBG di sekolah.

Jumlah siswa yang membutuhkan pemeriksaan kemudian terus bertambah hingga mencapai lebih dari seratus orang.

Dinas Kesehatan bersama pihak terkait masih melakukan pemantauan serta penelusuran untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut.

Sampel makanan juga menjadi bagian penting dalam pemeriksaan untuk memastikan apakah keluhan para siswa memang disebabkan makanan yang dikonsumsi atau terdapat faktor lainnya.

Karena itu, sampai hasil pemeriksaan selesai, peristiwa tersebut masih dikategorikan sebagai dugaan keracunan dan penyebab pastinya belum dapat disimpulkan.

Peristiwa di MTsN 1 Pariaman tersebut menjadi sorotan luas setelah foto dan informasi mengenai banyaknya siswa yang dilarikan ke fasilitas kesehatan menyebar di media sosial./(Wyu)

#Nasional

Index

Berita Lainnya

Index