Perubahan perilaku masyarakat perkotaan tak pernah berhenti. Kini, batas antara bekerja, berolahraga, dan bersosialisasi terasa samar. Smartphone tidak lagi sekadar alat komunikasi, melainkan pusat kendali untuk memantau kesehatan, merekam momen, hingga mencari komunitas lari baru.
Data menunjukkan, sekitar 59,5 persen penduduk Indonesia atau 170 juta orang menetap di kawasan urban. Angka pengguna internet pun tembus 230 juta jiwa pada akhir 2025. Kombinasi ini melahirkan konsumen yang menuntut perangkat digital lebih personal dan terintegrasi dengan aktivitas harian mereka.
Dari Pelari Maraton hingga Komunitas Kopi
Fenomena ini paling terlihat dari ledakan jumlah peserta Jakarta International Marathon. Dalam setahun, partisipasinya meroket dari sekitar 15.000 pelari pada 2024 menjadi 31.000 pelari pada 2025. Angka itu membuktikan olahraga bukan cuma soal kebugaran, tapi juga ajang membangun relasi sosial.
Ekosistem yang sama juga tumbuh di ranah lain. Running club, komunitas fotografi, sampai coffee enthusiast menjadi ruang temu bagi mereka yang punya minat serupa. Ruang fisik seperti kafe dan pusat perbelanjaan pun berevolusi menjadi titik kumpul, bukan sekadar tempat transaksi.
Survei Jakpat terhadap 4.477 responden pada April 2024 menguatkan tren ini. Olahraga dan pola hidup sehat makin masuk rutinitas. Survei lanjutan yang melibatkan 3.934 responden aktif berolahraga juga mencatat kebiasaan memakai smartwatch, aplikasi olahraga, hingga apparel khusus.
Strategi Erajaya: Menggabungkan Retail dan Komunitas
Erajaya merespons pergeseran ini dengan merombak portofolio bisnisnya. Ekosistem Erajaya Active Lifestyle dirancang untuk menjawab kebutuhan gaya hidup aktif, wellness, hingga ekspresi diri. Konsepnya jelas: jualan produk sambil membangun pengalaman.
Untuk kategori active lifestyle dan wellness, mereka menggandeng deretan brand ternama. Urban Republic, JD Sports, ASICS, ANTA, Under Armour, Wilson, MST Golf, Garmin, SHOKZ, DJI, Urban Adventure, GentleWoman, dan Levi's masuk dalam daftar tersebut.
Sementara untuk segmen lifestyle dan self-expression, Erajaya menghadirkan perangkat dari Apple, Samsung, OPPO, vivo, Nothing, Urban Republic, dan Marshall. Integrasi antara toko fisik, platform digital, dan komunitas menjadi kunci strategi mereka.
Mengapa Ini Relevan untuk Kamu?
Perubahan ini sebenarnya dekat dengan keseharian kita. Saat kamu memakai fitness tracker untuk menghitung langkah kaki atau membeli sepatu lari baru sebelum ikut event komunitas, kamu sedang menjadi bagian dari ekosistem yang sama.
Retail yang dulu pasif kini dituntut aktif. Mereka bukan hanya menyediakan barang, tapi juga ruang untuk berinteraksi dan bertukar pengalaman. Bagi konsumen urban, ini kabar baik: pilihan produk semakin beragam dan pengalaman belanja terasa lebih personal.
Dengan 205 gerai yang tersebar, Erajaya tampaknya serius menangkap peluang ini. Pertanyaannya sekarang, mampukah mereka konsisten menghadirkan pengalaman yang benar-benar terhubung dengan ritme hidup kota yang dinamis?