PEKANBARU – Mantan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengingatkan kondisi keuangan daerah yang sedang sulit tidak boleh membuat pembangunan Riau kehilangan momentum.
Di tengah defisit dan kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau justru diminta bergerak lebih keras.
Salah satunya dengan memangkas pengeluaran yang tidak prioritas dan menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pesan itu disampaikan Arsyadjuliandi Rachman atau Andi Rachman seusai menghadiri Upacara Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau di halaman Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Minggu (9/8/2026).
Menurut Andi, bertambahnya usia Provinsi Riau harus diikuti dengan kemajuan daerah. Tantangan fiskal yang sedang dihadapi tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bergerak.
"Umur bertambah, mudah-mudahan semakin maju. Meskipun dalam kondisi keuangan yang defisit dan efisiensi, kita harus bergerak terus," kata Andi Rachman.
Ia mengatakan, kondisi keuangan yang terbatas menuntut seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lebih disiplin dalam menggunakan anggaran.
Efisiensi harus benar-benar dijalankan. Program dan kegiatan yang tidak menjadi prioritas perlu ditekan sehingga anggaran dapat diarahkan untuk kebutuhan yang lebih penting.
"Di tengah defisit ini, efisiensi harus dilakukan oleh semua OPD," ujarnya.
Namun, menurut Andi, penghematan saja tidak cukup. Pemerintah daerah juga harus memperkuat sisi penerimaan.
Potensi PAD yang selama ini belum tergarap maksimal perlu dipetakan dan dioptimalkan.
"Kemudian menggali lebih banyak lagi potensi PAD. Harus lebih keras lagi," tegasnya.
Menurutnya, peningkatan PAD penting agar pemerintah memiliki ruang fiskal lebih besar untuk menjalankan pembangunan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pesan tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi fiskal Pemprov Riau yang saat ini menghadapi tekanan.
Dalam amanat upacara Hari Jadi ke-69 Riau, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto juga mengakui kemampuan anggaran pemerintah saat ini terbatas, sementara kebutuhan masyarakat terus meningkat.
Namun, SF Hariyanto menegaskan kondisi tersebut tidak boleh mengurangi tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat.
Pemprov Riau akan memprioritaskan kebutuhan yang paling mendesak, menjaga pelayanan dasar serta memperkuat pendapatan daerah tanpa menambah beban masyarakat.
Pemerintah juga berupaya memperbaiki penggunaan data, menutup ruang kebocoran pendapatan dan mengoptimalkan potensi daerah yang selama ini belum tergarap maksimal.
Upacara Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau turut dihadiri sejumlah mantan Gubernur Riau.
Selain Andi Rachman, terlihat Syamsuar, Annas Maamun, Wan Thamrin Hasyim, Saleh Djasit, Wan Abubakar dan Mambang Mit.
Para mantan pemimpin Riau tersebut hadir bersama dalam momentum peringatan 69 tahun perjalanan Bumi Lancang Kuning. (Dil)