SELARASRIAU.COM, PEKANBARU – Sebanyak 172 pekebun kelapa sawit swadaya asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menuntaskan pelatihan budidaya sawit dalam Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP) 2026.
Selama pelatihan, para pekebun tidak hanya mendapat teori. Mereka juga belajar langsung bagaimana mengelola kebun secara lebih baik, modern dan berkelanjutan.
Pelatihan Angkatan I hingga V tersebut berlangsung pada 5-12 Juli 2026. Kegiatan pembelajaran efektif digelar 6-11 Juli dan ditutup di Pekanbaru, Sabtu (11/7/2026).
Program yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) itu diselenggarakan PT Pusat Perkebunan Berkelanjutan Setara Indonesia atau Bestari.
Komisaris Utama PT Bestari, Gulat Medali Emas Manurung, mengatakan peningkatan kemampuan pekebun menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong produktivitas sawit rakyat.
Ia mengaku terkesan dengan antusiasme dan kekompakan peserta selama mengikuti pelatihan.
"Saya sudah 34 tahun mengikuti berbagai pelatihan. Terus terang, saya belum pernah merasakan pelatihan yang sekompak ini. Kekompakan peserta, panitia, dan narasumber benar-benar luar biasa," ujarnya.
Para pekebun mendapat berbagai materi dasar hingga teknis budidaya kelapa sawit.
Materi tersebut mulai dari regulasi perkebunan, persiapan lahan, pemilihan benih unggul, teknik penanaman hingga pemupukan.
Peserta juga mempelajari pengendalian gulma, hama dan penyakit tanaman serta praktik budidaya di lapangan.
Tidak berhenti di ruang pelatihan, peserta juga dibawa melihat langsung praktik pengelolaan perkebunan modern.
Mereka mengunjungi PT Ivomas Tunggal Sei Rokan Estate di Kandis, Kabupaten Siak.
Di lokasi tersebut, para pekebun mempelajari standar operasional budidaya sawit.
Mulai dari proses panen, pemupukan mekanis, pemanfaatan janjang kosong, penyemprotan hingga pengelolaan pembibitan.
Direktur PT Bestari, Mulono Apriyanto, mengatakan pelatihan dirancang agar pengetahuan yang diterima peserta dapat langsung diterapkan di kebun masing-masing.
"Kami berharap seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam pengelolaan kebun sehari-hari sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekebun," katanya.
Menurut Mulono, peningkatan produksi sawit rakyat harus dimulai dari pemahaman budidaya yang benar.
Karena itu, materi diberikan secara menyeluruh. Mulai dari penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, pemupukan hingga pengelolaan tanaman belum menghasilkan.
Selama kegiatan berlangsung, Komite Pengarah BPDP juga melakukan monitoring dan evaluasi.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan mutu pelatihan dan pemanfaatan anggaran berjalan sesuai ketentuan.
Mulono berharap program pengembangan SDM pekebun sawit dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak petani.
"Semoga kerja sama ini terus berlanjut sehingga semakin banyak petani sawit yang memperoleh manfaat dari program pengembangan SDM," ujarnya.
Sementara itu, Head of International Relation APKASINDO, Djono A Burhan, mengingatkan peserta agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti setelah pelatihan selesai.
Pengetahuan tersebut diharapkan benar-benar diterapkan di kebun.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci dalam mendorong produktivitas perkebunan sawit rakyat.
Pada penutupan kegiatan, peserta paling aktif dan kelompok terbaik juga mendapat penghargaan.
Panitia turut membagikan perlengkapan praktik budidaya kelapa sawit kepada peserta. (***)