MUARA ENIM — Pertamina EP (PEP) Limau Field, bagian dari PHR Regional Sumatra Zona 4, berhasil menambah pasokan energi baru melalui pengembangan sumur LM-03 (L5A-312) yang berada di Struktur Limau Barat, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Sumur pengembangan yang mulai ditajak pada Maret 2026 itu menunjukkan hasil produksi yang cukup menjanjikan. Berdasarkan hasil uji alir awal, sumur tersebut mampu menghasilkan minyak hingga 643 barel per hari (BOPD) dan gas sebesar 0,362 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Senior Manager PEP Limau Field, Abdul Rachman Para Buana mengatakan, kualitas minyak dari sumur tersebut juga tergolong baik dengan kandungan air atau water cut hanya sekitar 1 persen.
“Keberhasilan pengembangan ini menambah sekitar 12 persen dari target produksi PEP Limau tahun 2026. Kami akan terus menjaga keberlanjutan produksi sumur ini dengan operasi yang aman dan andal,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Pada tahun 2026, PEP Limau Field sendiri ditargetkan memproduksi minyak sebesar 5.036 BOPD dan gas mencapai 11,3 MMSCFD.
Tak hanya fokus pada peningkatan produksi, operasional pengeboran sumur LM-03 juga mencatatkan capaian keselamatan kerja yang baik. Selama proses pengerjaan sejak pertama kali tajak, operasi berjalan tanpa kecelakaan kerja dengan total 62.712 jam kerja aman.
Capaian tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menerapkan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, lingkungan (HSSE), serta operational excellence di wilayah kerja migas.
PHR Zona 4 pun memastikan pengembangan di wilayah Limau tidak berhenti sampai di sumur LM-03. Perusahaan berencana melanjutkan pengeboran sumur pengembangan lainnya pada tahun 2026 setelah melihat potensi cadangan migas yang masih cukup besar di kawasan tersebut.
Senior Manager Subsurface Development and Planning PHR Zona 4, Reza Nur Ardianto mengatakan pihaknya tengah menyiapkan pengembangan lanjutan berdasarkan data geologi, geofisika, dan reservoir yang dimiliki perusahaan.
“Tidak berhenti di LM-03, kami akan meneruskan pengeboran satu sumur pengembangan pada 2026. Kami juga terus mengupayakan pengembangan sumur lain di sekitarnya karena masih melihat potensi yang cukup baik,” katanya.
Keberhasilan pengembangan sumur ini juga tidak lepas dari dukungan masyarakat dan para pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi. Sebelum pengeboran dilakukan, tim Relations PHR Zona 4 telah menggelar sosialisasi kepada pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat pada Februari 2025.
Sebagai informasi, PHR Regional Sumatra Zona 4 mengelola sejumlah wilayah kerja migas di Sumatera Selatan, di antaranya PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.
Wilayah operasinya tersebar di sejumlah daerah seperti Kota Prabumulih, Palembang, Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, hingga Ogan Komering Ulu di bawah pengawasan SKK Migas Sumbagsel. (***)