PEKANBARU – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali menorehkan prestasi di bidang transformasi digital. Empat inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dikembangkan perusahaan meraih penghargaan pada ajang Integrated Operation Centre (IOC) Forum & Hackathon Artificial Intelligence/Machine Learning (AI/ML) Hulu Migas 2026 yang diselenggarakan SKK Migas.
Prestasi tersebut memperkuat posisi PHR sebagai salah satu pelopor penerapan AI di industri hulu migas nasional. Berbagai inovasi yang dikembangkan terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasi, produktivitas, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Deputi Eksploitasi SKK Migas, Surya Widiantoro, mengatakan kompetisi tersebut digelar untuk mendorong lahirnya inovasi dari para profesional industri maupun kalangan akademisi.
"Industri hulu migas menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Karena itu, inovasi sangat dibutuhkan, terutama di tengah kondisi global yang sulit diprediksi," ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, menilai penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa Wilayah Kerja Rokan kini berkembang sebagai pusat inovasi digital di lingkungan Subholding Upstream Pertamina.
"Jika kita bicara digital innovation, Blok Rokan menjadi center of excellence Subholding Upstream. Apa yang kami kembangkan menjadi acuan, baik di tingkat zona maupun regional," katanya.
Menurut Arifin, keberhasilan tersebut lahir dari kolaborasi berbagai disiplin ilmu, mulai dari tim subsurface, operasi produksi, engineering hingga teknologi informasi. Sinergi tersebut menghasilkan solusi berbasis AI yang mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat pengambilan keputusan di lapangan.
Secara keseluruhan, empat inovasi yang dikembangkan PHR berhasil memberikan dampak nyata berupa peningkatan produktivitas, efisiensi biaya operasional, pengurangan emisi karbon, hingga menciptakan nilai ekonomi mencapai triliunan rupiah.
Inovasi pertama, AI-Driven Integrated Rig Support Services (i-RSS), meraih Juara I kategori Surface KKKS Implementation. Platform berbasis AI ini mengintegrasikan berbagai layanan pendukung operasi pengeboran dan workover sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan akurat.
Penerapan i-RSS berhasil menurunkan Rig Non-Productive Time (NPT) hingga 71 persen dan mengurangi kehilangan produksi minyak sebesar 76 persen.
Prestasi berikutnya diraih AI-Chemist 2.0 yang menjadi Juara I kategori Subsurface KKKS Implementation. Teknologi berbasis machine learning ini meningkatkan keberhasilan program stimulasi kimia di Lapangan Duri Heavy Oil.
Melalui integrasi tiga model machine learning, tingkat keberhasilan stimulasi kimia meningkat dari 55 persen menjadi 86 persen, sekaligus mendorong kenaikan produksi minyak.
Sementara itu, LandGuard AI meraih Juara I kategori Surface KKKS Proof of Concept. Sistem ini memanfaatkan citra satelit beresolusi tinggi dan AI untuk mendeteksi aktivitas perambahan lahan secara otomatis sehingga potensi gangguan terhadap fasilitas migas dapat diketahui lebih dini.
Implementasi LandGuard AI berhasil melindungi potensi produksi minyak sebesar 4.634 MBO serta memperkuat keamanan aset perusahaan.
Adapun inovasi JORUN AI (Journey of Optimal Recovery and Unlocking New Potential) meraih Juara III kategori Subsurface KKKS Implementation. Platform berbasis AI ini membantu menentukan strategi terbaik dalam pekerjaan fishing melalui analisis data historis dan parameter operasi.
Sejak diterapkan pada Maret hingga Desember 2025, JORUN AI mendukung 244 pekerjaan fishing tanpa kegagalan (zero failed jobs). Teknologi ini juga meningkatkan produktivitas hingga 31 persen, menghemat biaya operasional, serta menurunkan emisi karbon sekitar 937 ribu ton CO?.
PHR memastikan pengembangan teknologi AI tidak berhenti pada empat inovasi tersebut. Ke depan, perusahaan akan memperluas penerapan AI ke berbagai layanan operasi lainnya, seperti wireline, electric submersible pump (ESP), coiled tubing, fracturing, hingga manajemen logistik.
Langkah ini diharapkan semakin memperkuat transformasi digital industri hulu migas Indonesia sekaligus mendukung peningkatan produksi migas nasional melalui operasi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. (***)