Bulog Pasok 75 Ribu Ton Beras Premium per Bulan ke Ritel Modern

Senin, 21 September 2026 | 09:03:01 WIB
Bulog menyiapkan pasokan beras premium hingga 75 ribu ton per bulan ke jaringan ritel modern.

Perum Bulog menyiapkan pasokan beras premium hingga 75 ribu ton per bulan ke sejumlah jaringan ritel modern usai pemerintah menemukan dugaan kecurangan pelabelan beras fortifikasi. Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat di kota besar tetap punya akses mudah ke beras premium sekaligus menjaga standar produk yang beredar di pasar.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Bulog mengoptimalkan suplai beras premium ke toko-toko ritel modern. Permintaan itu muncul setelah pemerintah menemukan dugaan perubahan produk dari beras premium menjadi beras fortifikasi yang tidak sesuai label.

Amran menegaskan ketersediaan beras premium harus dijaga agar masyarakat tetap punya pilihan produk yang sesuai standar. Pemerintah, katanya, tidak ingin kebutuhan pangan warga perkotaan terganggu oleh persoalan kualitas maupun pelabelan.

"Tidak boleh tidak ada kata lain kecuali memenuhi kebutuhan masyarakat. Beras premium kami minta Bulog optimalkan suplai ke toko-toko ritel modern," kata Amran di Jakarta, Minggu.

Temuan Beras Fortifikasi dan Hasil Uji Laboratorium

Dugaan kecurangan itu terungkap saat pemerintah melakukan pengawasan terhadap peredaran beras di pasar. Sejumlah produk yang diklaim sebagai beras fortifikasi diperiksa melalui pengujian di empat laboratorium yang dinilai kredibel.

Hasilnya, isi produk tidak sesuai dengan keterangan pada label. Temuan inilah yang mendorong pemerintah memperketat pengawasan sekaligus mempercepat penyaluran beras premium ke jalur ritel modern.

"Ternyata ada dugaan (kecurangan beras) beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada empat lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya," ujar Amran.

Meski begitu, Amran memastikan ketersediaan beras nasional tetap aman. Pemerintah terus memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP), penyaluran beras premium, serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Stok CBP 4,6 Juta Ton dan Tambahan SPHP 1 Juta Ton

Bapanas mencatat stok CBP yang dikelola Bulog per 18 September 2026 mencapai sekitar 4,6 juta ton. Sepanjang tahun berjalan hingga pertengahan September, penyaluran CBP sudah mencapai sekitar 2,3 juta ton.

Pemerintah juga tengah memproses penambahan kuantum SPHP beras sebanyak 1 juta ton. Tambahan itu akan diarahkan ke wilayah dengan kebutuhan tinggi, sebagai respons terhadap tekanan harga maupun gangguan distribusi.

Distribusi Premium Menjangkau 13 Kota Besar

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya telah memperkuat distribusi beras premium melalui jaringan ritel modern. Tujuannya memperluas akses masyarakat, terutama di kota-kota besar.

"Penyaluran ini diarahkan untuk memastikan masyarakat di berbagai kota besar dan wilayah perkotaan dapat memperoleh beras premium dengan mudah," kata Rizal.

Distribusi beras premium Bulog saat ini telah menjangkau Jakarta, Makassar, Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Semarang, Klaten, Solo, Salatiga, Bandung, Karawang, Subang, hingga Kupang. Bulog berencana memperluas jangkauan ke kota-kota lain.

Pasokan premium tersebut disalurkan antara lain melalui Indomaret, Megah Daya, Superindo, Matahari, Tip Top, Alfamidi, Hero, serta sejumlah jaringan ritel lainnya.

"Kami ingin memastikan masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan, memiliki akses yang mudah terhadap beras premium. Karena itu, Bulog terus memperkuat distribusi melalui jaringan ritel modern yang tersebar di berbagai kota," kata Rizal.

Langkah Bulog ini menjadi ujian bagi tata kelola pangan negara: di satu sisi menjaga stabilitas pasokan dan harga, di sisi lain memastikan label produk yang beredar di rak ritel benar-benar bisa dipercaya konsumen.

Terkini