Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang, Banten, menyiapkan atraksi skydiving dengan dropzone bertaraf internasional yang diklaim pertama di Indonesia. Fasilitas ini ditargetkan beroperasi pada minggu kedua Desember 2026, tepat saat libur akhir tahun. Penerbangan dilakukan dari Bandara Salakanagara yang berada di dalam kawasan, sehingga wisatawan bisa langsung mendarat di area wisata.
PT Banten West Java (BWJ) menggandeng PT Bro Skydive Indonesia untuk menghadirkan atraksi skydiving, sport aviation, dan aviation tourism di KEK Pariwisata Tanjung Lesung. Kerja sama itu mencakup pembangunan landing zone, perpanjangan landasan, hingga fasilitas kantor operator di dalam hanggar Bandara Salakanagara.
Kawasan wisata seluas sekitar 1.500 hektare ini selama ini dikenal lewat aktivitas darat dan lautnya. Kehadiran skydiving menambah pilihan rekreasi bagi wisatawan yang ingin menikmati pesisir Banten dari ketinggian sebelum kembali mendarat di area yang dikelilingi berbagai kegiatan wisata.
Dropzone Bertaraf Internasional Pertama
Direktur Utama PT Bro Skydive Indonesia, Fanny Kusuma Dewi, menyebut Tanjung Lesung sebagai satu-satunya dan pertama kali operator resmi di Indonesia dengan dropzone bertaraf internasional. Menurut dia, fasilitas ini berpotensi menarik wisatawan mancanegara maupun domestik.
"Saya sangat optimis semua berjalan dengan baik. Karena Bro Skydive di Tanjung Lesung nanti merupakan satu-satunya dan pertama kali operator yang resmi di Indonesia dengan dropzone bertaraf internasional, yang kami yakin akan banyak didatangi oleh wisatawan mancanegara dan domestik," kata Fanny dalam keterangannya, Senin, 5 Oktober 2026.
Keunikan lokasi bukan cuma soal pemandangan. Bandara Salakanagara punya hanggar, akomodasi tak jauh dari titik terjun, dan beragam aktivitas wisata yang bisa dinikmati setelah penerbangan.
"Jadi, begitu selesai terjun, bisa coba aktivitas wisata jetski, mancing, snorkeling, atau jelajah pulau. Bisa kita buat jual paket," ujar Fanny.
Fasilitas Penunjang yang Disiapkan
PT Banten West Java menyediakan lahan sekitar 9 hektare untuk menunjang pengembangan fasilitas. PT Bro Skydive Indonesia bertanggung jawab atas pembangunan konstruksi, infrastruktur, dan fasilitas operasional kegiatan tersebut.
Direktur Operasional BWJ sekaligus Kepala Bandara Salakanagara Tanjung Lesung, Kunto Wijoyo, menyebut sejumlah pekerjaan teknis perlu dilakukan agar fasilitas penerbangan siap mendukung aktivitas skydiving.
"Pekerjaan utama ialah membuat landing zone sembilan hektare, kemudian perpanjangan apron, taxiway, di mana runway akan diperpanjang 200 meter agar lebih safety pendaratannya, nanti ada bangunan di dalam hanggar sebagai kantor Bro Skydive," kata Kunto.
Akses Jakarta-Tanjung Lesung Makin Singkat
Tol Serang-Panimbang Seksi 3A ruas Cileles–Bojong ditargetkan selesai pada November 2026. Seluruh ruas tol itu diproyeksikan rampung pada kuartal II 2027.
Dengan perkembangan tersebut, waktu tempuh dari Jakarta ke Tanjung Lesung diperkirakan sekitar 2 sampai 2,5 jam. Jarak yang lebih singkat membuka peluang perjalanan singkat bagi wisatawan Jabodetabek.
"Waktu tempuh dari Jakarta ke Tanjung Lesung nantinya sekitar 2 sampai 2,5 jam," kata Fanny.
Target Operasional dan Harapan Pengelola
Pembangunan direncanakan berjalan setelah kerja sama ditandatangani. Bro Skydive Indonesia menargetkan fasilitas skydiving mulai beroperasi pada minggu kedua Desember 2026, bertepatan dengan periode wisata akhir tahun.
"Desember kami harap sudah siap, sudah beroperasi. Sebelum libur akhir tahun kita akan coba buka," tutur Fanny.
Direktur Utama BWJ, Poernomo Siswoprasetijo, berharap pengembangan sport tourism yang terhubung dengan akomodasi, aktivitas wisata, dan Bandara Salakanagara dapat memperluas pasar Tanjung Lesung sekaligus memperkenalkan olahraga dirgantara pada generasi muda.
"Semoga perjanjian kerja sama hari ini bisa menjadi langkah ke depan yang baik. Sehingga semua yang telah direncanakan untuk pengembangan skydiving di Tanjung Lesung bisa cepat terwujud," ujar Poernomo.
Harga paket skydiving, jam operasional, dan kuota peserta belum dirinci dalam keterangan tersebut. Wisatawan yang berminat disarankan memantau pengumuman resmi PT Bro Skydive Indonesia dan pengelola KEK Pariwisata Tanjung Lesung menjelang Desember 2026.