Warga di Pangkajene, Sidrap, Sulawesi Selatan, kembali menghadapi sulitnya memperoleh BBM subsidi. Antrean panjang di sejumlah SPBU berlangsung berjam-jam, dan sebagian kendaraan pulang tanpa hasil karena stok habis.
Di balik antrean itu, muncul dugaan bahwa BBM subsidi justru mengalir ke pihak tertentu yang membeli dalam jumlah besar secara berulang. Praktik itu diduga berlangsung di lokasi yang sama tanpa hambatan berarti.
Dugaan Permainan di SPBU Pangkajene
Pertanyaan publik mengarah pada pengawasan di SPBU, khususnya yang berada di Pangkajene, Sidrap. Ada dugaan oknum pengawas membiarkan aktivitas pembelian BBM subsidi yang tidak wajar.
Pembelian dengan jerigen, pengisian bebas, atau pola pembelian tidak lazim semestinya terdeteksi sistem pengawasan. Jika praktik itu terus terjadi, ada dua kemungkinan: pengawasan lemah atau ada pihak yang sengaja menutup mata.
BBM subsidi diberikan negara menggunakan uang rakyat dan ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan. Jika benar ada penimbunan, pengalihan, atau penjualan kembali demi keuntungan pribadi, praktik itu tidak bisa dianggap persoalan kecil.
Jejak yang Semestinya Ditelusuri
Praktik yang berulang dan berlangsung lama semestinya meninggalkan jejak. Ada kendaraan, transaksi, rekaman CCTV, waktu pembelian, volume BBM, petugas SPBU, hingga jalur distribusi yang bisa diperiksa.
Karena itu, alasan klasik seperti "sulit dibuktikan" dinilai tidak lagi bisa dipakai untuk membiarkan persoalan berlarut-larut. Jika aparat bekerja serius, jejaknya ada.
Desakan ke Kepolisian Sidrap
Dugaan ini harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan penyelidikan pihak kepolisian Sidrap. Aparat penegak hukum diminta tidak sekadar menunggu laporan masyarakat atau datang setelah persoalan viral.
Langkah yang didesak antara lain menyelidiki kendaraan yang diduga membeli di SPBU, memeriksa rekaman CCTV, menelusuri data transaksi dan aliran BBM, serta memeriksa pihak yang punya akses dan kewenangan dalam pengawasan distribusi.
Jika ditemukan pelanggaran, tindakan diminta tidak pandang bulu. Warga yang membeli beberapa liter BBM subsidi jangan justru menjadi pihak yang paling mudah diawasi, sementara pelaku pembelian besar dengan jerigen bergerak bebas.
Ketidakadilan yang Nyata
Rakyat disuruh tertib. Rakyat diminta antre. Rakyat diminta mematuhi aturan. Tetapi ketika ada pihak yang diduga memainkan distribusi BBM subsidi secara sistematis, negara terlihat kehilangan taring.
Jika benar ada mafia BBM subsidi, publik menuntut jawaban terbuka soal siapa yang melindungi mereka. Mafia tidak mungkin tumbuh subur jika seluruh mata pengawasan bekerja dengan benar.
Masyarakat tidak membutuhkan pernyataan normatif. Yang dibutuhkan adalah tindakan nyata. Jika ada SPBU yang diduga menjadi lokasi praktik pembelian tidak wajar, pengelolanya diminta diperiksa. Jika ada petugas yang mengetahui tetapi membiarkan, periksa. Jika ada oknum yang terbukti bermain, proses sesuai hukum.
Masyarakat yang menemukan indikasi penyimpangan distribusi BBM subsidi dapat melaporkannya ke kepolisian setempat atau kanal pengaduan resmi pemerintah. Waspadai pula pihak yang menawarkan BBM subsidi di luar SPBU resmi dengan harga tidak wajar.