Erupsi Gunung Anak Krakatau Setop Operasional Bandara Soekarno-Hatta

Erupsi Gunung Anak Krakatau Setop Operasional Bandara Soekarno-Hatta
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau menyelimuti area Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (10/11).

Langkah penghentian operasional diambil guna memastikan keselamatan armada pesawat maupun penumpang. Partikel abu vulkanik berisiko tinggi merusak mesin jet serta mengganggu jarak pandang di area lepas landas dan pendaratan.

Penyebab Penghentian Jadwal Penerbangan

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang meningkat memicu semburan material abu ke udara. Arah angin membawa sebaran debu tersebut mendekati ruang udara di atas Tangerang dan sekitarnya.

Melihat potensi bahaya terhadap turbin pesawat, otoritas penerbangan memutuskan menyetop jadwal keberangkatan dan kedatangan untuk sementara waktu. Kebijakan ini mengubah rencana perjalanan ribuan penumpang yang bersiap terbang pada Minggu pagi.

Panduan Praktis bagi Penumpang Terdampak

Bagi traveler maupun keluarga yang jadwal terbangnya tertahan di terminal, ada beberapa langkah yang perlu segera diambil langsung di lokasi:

  • Hubungi Customer Service Maskapai: Datangi konter maskapai di terminal keberangkatan untuk memastikan opsi penjadwalan ulang (reschedule) tanpa biaya tambahan atau pengajuan pengembalian dana (refund).
  • Pantau Aplikasi Resmi Bandara: Cek pembaruan status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi pengelola bandara serta media sosial maskapai masing-masing.
  • Amankan Kebutuhan Logistik: Siapkan air minum, makanan ringan, dan daya baterai ponsel selama menunggu kepastian pembukaan kembali landasan pacu.
  • Gunakan Masker di Luar Ruangan: Penumpang yang masih berada di kawasan terbuka sekitar bandara disarankan memakai masker medis untuk menghindari paparan debu vulkanik halus.

Evaluasi berkala terhadap pergerakan abu vulkanik terus dilakukan petugas sebelum izin pembukaan kembali jalur penerbangan dikeluarkan secara penuh.

Berita Lainnya

Index