TEMBILAHAN – Seekor monyet yang diduga menyerang 18 warga di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), akhirnya berhasil diamankan tim gabungan setelah dua pekan meresahkan masyarakat.
Satwa liar tersebut masuk ke dalam perangkap besi yang dipasang di Jalan Tampomas, Tembilahan, Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Operasi penangkapan melibatkan tim gabungan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Inhil, TNI, Polri, BPBD, pemerintah kecamatan, serta masyarakat.
Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidi Ismail, mengatakan penangkapan tersebut merupakan hasil pengamatan dan koordinasi yang dilakukan selama kurang lebih dua pekan setelah serangkaian insiden penyerangan terhadap warga.
"Setelah kurang lebih dua pekan melakukan koordinasi dan pengamatan di lapangan, hari ini tim gabungan berhasil mengamankan satu ekor monyet berukuran besar yang diduga meresahkan masyarakat," kata Junaidi.
Ia menjelaskan, petugas sebelumnya memasang dua perangkap besi di lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan satwa tersebut. Perangkap yang berhasil menangkap monyet ditempatkan di area semak-semak di bawah pohon, tepat di belakang sebuah rumah kosong di Jalan Tampomas, lokasi yang sebelumnya pernah terjadi penyerangan terhadap warga.
Untuk menarik satwa masuk ke dalam perangkap, petugas menggunakan umpan berupa buah cempedak dan pisang.
Berdasarkan pengamatan petugas, monyet tersebut memiliki tinggi sekitar satu meter dengan panjang tubuh diperkirakan mencapai dua meter serta memiliki taring yang cukup panjang.
"Saat ini monyet yang diduga telah meresahkan masyarakat sudah diamankan di Kantor Damkarmat Kabupaten Indragiri Hilir," ujarnya.
Penangkapan satwa itu menarik perhatian warga. Ratusan masyarakat mendatangi lokasi untuk melihat langsung monyet yang diduga menjadi pelaku serangkaian serangan terhadap warga.
Sementara itu, Wakapolres Indragiri Hilir Kompol Maiterika mengatakan pihaknya masih terus melakukan pemantauan bersama instansi terkait untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
"Untuk saat ini satwa yang diamankan masih diduga kuat merupakan hewan yang selama ini meneror warga. Namun kami tetap mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam beberapa hari ke depan," katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar selalu mengunci pintu rumah, terutama bagian belakang, serta tidak membuang sisa makanan sembarangan yang dapat mengundang satwa liar masuk ke permukiman.
Hingga Kamis siang, aparat gabungan masih bersiaga di sekitar lokasi penangkapan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya satwa liar lain serta mengurai kerumunan warga yang ingin melihat monyet tersebut. Pemerintah setempat juga mengimbau masyarakat tetap tenang, namun tetap waspada saat beraktivitas.*/(Wyu)