Anies Ajak Dunia Pendidikan Beradaptasi dengan Era AI, Rektor UMRI Serukan Perubahan Pola Pikir Menuju Standar Global

Anies Ajak Dunia Pendidikan Beradaptasi dengan Era AI, Rektor UMRI Serukan Perubahan Pola Pikir Menuju Standar Global

PEKANBARU – Tokoh pendidikan nasional Anies Baswedan mengingatkan pentingnya pembaruan metode belajar dan mengajar di perguruan tinggi agar tidak tertinggal dari perkembangan zaman. 

Menurutnya, tenaga pengajar yang tidak memperbarui ilmunya berisiko tergantikan oleh teknologi, sementara pendidikan idealnya tumbuh seiring perkembangan manusia dan zamannya.

“Dosen yang datang dengan inspirasi dan gagasan segar tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin apa pun,” ujar Anies dalam dialog kebangsaan di Kampus Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Jumat (7/11).

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di lingkungan akademik.

“Gunakan AI sebagai asisten pribadi, bukan sebagai majikan. Biarkan teknologi bekerja untuk kita, bukan sebaliknya,” pesannya.

Anies menggambarkan tantangan dunia pendidikan Indonesia hari ini dengan kalimat yang menggugah:

“Ruang belajarnya masih abad ke-19, pengajarnya abad ke-20, sementara muridnya produk abad ke-21.”

Ia mengajak mahasiswa untuk tidak menyia-nyiakan masa kuliah dan menjadikannya fase eksplorasi diri.

“Gunakan masa ini untuk tumbuh. Ikut organisasi, riset, lomba, kegiatan sosial. Waktu luang itu bukan hadiah, tapi jebakan,” ucapnya yang disambut tawa dan tepuk tangan.

Sementara itu, Rektor UMRI Dr. Saidul Amin, MA menegaskan komitmen kampus untuk menuju perguruan tinggi berkelas internasional. Menurutnya, perubahan besar hanya mungkin terwujud jika civitas akademika berani mengubah cara berpikir.

“Kita ingin menjadi universitas terbaik di Asia Tenggara. Tapi untuk mencapai itu, pola pikir harus berubah. Mengubah mindset itu tidak mudah, tapi itu syaratnya,” tegasnya.

Saidul juga menyinggung kedekatan historis keluarga Anies dengan Muhammadiyah.

“Kedekatan keluarga Pak Anies dengan Muhammadiyah ibarat aur dengan tebing, tidak bisa dipisahkan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, UMRI juga memberikan penghargaan berupa dana pembinaan kepada sekolah-sekolah dengan jumlah pendaftar terbanyak pada PMB Tahun Akademik 2025/2026. Di antaranya:

SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru, SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru, SMK Negeri 1 Pekanbaru, SMK Negeri 4 Pekanbaru, SMA Negeri 5 Pekanbaru, SMA Negeri 12 Pekanbaru, SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru, dan SMK Keuangan Pekanbaru.

Rektor menyebut, kehadiran tokoh pendidikan nasional dalam acara tersebut memberi dampak kuat bagi mahasiswa.

“Ini bukan sekadar acara kampus, tapi momen menyerap energi dan pesan moral bahwa belajar tidak pernah berhenti. Perubahan hanya milik mereka yang terus bergerak,” ujarnya. (***)

#Akademika

Index

Berita Lainnya

Index