Mahasiswi Politeknik Negeri Padang Tewas Ditabrak Mobil di Batam, Motor Terseret 30 Meter

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:50:33 WIB
Kecelakaan lalu lintas di Batam yang menewaskan seorang mahasiswi Politeknik Negeri Padang.

SELARASRIAU.COM, BATAM – Sepriani Wirda Nengsih, mahasiswi Politeknik Negeri Padang (PNP), meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan Bundaran Ocarina, Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (23/10/2026).

Korban merupakan mahasiswa Program Studi D-III Teknik Sipil angkatan 2024 yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Batam. Saat kejadian, Sepriani dilaporkan sedang dalam perjalanan pulang dari tempat magangnya.

Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Beat yang ditumpangi korban dan sebuah mobil Hyundai Santa Fe berwarna hitam. Berdasarkan informasi yang diberitakan media setempat, sepeda motor korban terseret hingga sekitar 30 meter setelah ditabrak dari belakang.

Kepala Subbagian Umum Politeknik Negeri Padang, Fajri Arianto, membenarkan kabar kecelakaan yang menimpa mahasiswinya tersebut.

Ia mengatakan Sepriani mengalami kecelakaan setelah pulang dari tempat PKL di Batam.

“Benar, korban mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2024 Politeknik Negeri Padang. Almarhumah ditabrak mobil sepulang PKL dari tempat kerjanya,” kata Fajri, dikutip dari Sumbarkita, Sabtu (24/10/2026).

Rekaman CCTV Perlihatkan Kendaraan Korban Ditabrak

Rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian dilaporkan memperlihatkan sepeda motor yang ditumpangi korban melaju di tepi jalan sebelum ditabrak mobil dari belakang.

Setelah tabrakan, mobil tersebut tetap melaju dan sepeda motor korban terseret. Sejumlah orang di sekitar lokasi kemudian berupaya menghentikan kendaraan yang diduga terlibat dalam kecelakaan itu.

Informasi yang beredar menyebut sepeda motor terseret sekitar 30 meter. Namun, rangkaian kejadian dan penyebab pasti kecelakaan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan kepolisian.

Pengemudi mobil dilaporkan telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi Masih Memeriksa Kasus

Kasus kecelakaan tersebut ditangani Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang. Polisi masih perlu mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa bukti di lokasi, serta memastikan kronologi kejadian.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, sebelumnya menyampaikan bahwa petugas masih melakukan pemeriksaan terkait peristiwa tersebut.

Dugaan tabrak lari yang muncul dalam pemberitaan juga perlu dipastikan berdasarkan hasil penyelidikan. Status hukum pengemudi dan pihak yang bertanggung jawab akan mengacu pada hasil pemeriksaan serta proses hukum yang berlaku.

Jenazah Dibawa ke Sumatera Barat

Setelah kabar meninggalnya Sepriani tersebar, ungkapan duka disampaikan keluarga besar mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang melalui media sosial.

Sepriani diketahui berasal dari Sumatera Barat. Berdasarkan laporan BeritaSumbar, jenazahnya dijadwalkan diterbangkan dari Batam ke Sumatera Barat untuk dibawa ke rumah duka di Bonjol, Kabupaten Pasaman.

Kepergian Sepriani menjadi duka bagi keluarga dan rekan-rekannya di kampus. Korban sebelumnya berada di Batam untuk menjalani kegiatan magang sebagai bagian dari proses pendidikan.

Keluarga Minta Foto Korban Tidak Disebar

Di tengah beredarnya informasi mengenai kecelakaan tersebut, keluarga korban meminta masyarakat tidak menyebarluaskan foto Sepriani di media sosial.

Masyarakat diharapkan menghormati privasi keluarga yang sedang berduka. Publik juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau membuat spekulasi mengenai penyebab kecelakaan.

Polisi diharapkan dapat mengungkap kronologi kejadian secara menyeluruh dan menangani perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (*)

Terkini