HPE Olah 150.000 Perangkat Bekas per Bulan di Pusat Renewal Skotlandia

HPE Olah 150.000 Perangkat Bekas per Bulan di Pusat Renewal Skotlandia
HPE memproses sekitar 150.000 aset komputasi bekas per bulan di Technology Renewal Centre Erskine, Skotlandia.

HPE memproses sekitar 150.000 aset komputasi bekas setiap bulan di Technology Renewal Centre (TRC) Erskine, Skotlandia, dengan 84% di antaranya diperbarui dan kembali dipakai. Fasilitas seluas 240.000 kaki persegi itu menerima perangkat dari berbagai merek, bukan hanya HP atau HPE, dan telah mencegah lebih dari 8,4 juta kilogram limbah elektronik masuk ke tempat pembuangan akhir.

Fasilitas seluas 240.000 kaki persegi tersebut beroperasi sebagai pusat renewal sejak 2011. Lokasinya berada tak jauh dari Bandara Glasgow dan awalnya dibuka pada 8 Desember 1987 sebagai bagian dari kawasan yang dijuluki Silicon Glen, ketika pabrik itu merakit 286 komputer bermerek Compaq.

Apa Itu HPE Technology Renewal Centre

TRC Erskine kini menjadi bagian penting divisi HPE Financial Services. Fasilitas ini menawarkan jalur perangkat keras yang lebih terjangkau bagi pelanggan yang ingin memperbarui perangkat tanpa mengirim perangkat lama ke tempat pembuangan akhir.

HPE memiliki situs kembar di Andover, Massachusetts. Secara keseluruhan, perusahaan memperkirakan 84% aset yang diproses di kedua lokasi diperbarui dan dikembalikan ke penggunaan aktif, sementara sisanya didaur ulang secara bertanggung jawab.

Pelanggan tidak wajib mengirim perangkat bermerek HP atau HPE. Hanya sekitar 60% aset pusat data dan hampir 70% aset tempat kerja yang diterima merupakan produk bermerek HP atau HPE, sisanya berasal dari vendor lain.

Alur Sanitasi Data dan Pengujian Ulang

Seluruh proses berjalan dengan pelacakan end-to-end memakai versi kustom Microsoft Dynamics 365 yang berfungsi sebagai sistem ERP internal. Setiap komponen dari setiap aset yang masuk tercatat dan dilacak hingga tahap akhir.

Keamanan data menjadi prioritas utama. Semua drive diformat dan ditulis ulang sesuai standar tertinggi, dengan perangkat lunak tambahan untuk memastikan perangkat benar-benar bersih meski pengguna atau organisasi sudah menghapus SSD sebelum mengirimkannya.

HPE memperkirakan telah menimpa sekitar 1,6 juta drive dengan total 1,7 exabyte data yang disanitasi secara aman. Jumlah itu setara dengan menonton sekitar 97 juta tahun film resolusi HD.

Setelah dirakit ulang, perangkat melewati serangkaian pengujian ketat agar memenuhi standar HPE dan mampu menangani beban kerja utama pembeli. Di lini perakitan terlihat deretan rak berisi perangkat yang diuji sebelum kembali ke dunia enterprise, termasuk kiriman server HPE ProLiant yang akan dikirim ke pelanggan di Prancis.

Dampak Lingkungan dan Kemasan Daur Ulang

HPE memperkirakan lebih dari 8,4 juta kilogram limbah elektronik telah dicegah masuk ke tempat pembuangan akhir. Angka itu setara dengan limbah elektronik tahunan yang dihasilkan lebih dari satu juta orang.

Perusahaan juga mengubah kemasan untuk produk refurbished. Bagian luar memakai karton bergelombang 100% daur ulang yang sebagian besar berasal dari kemasan pengembalian, sedangkan busa pelindung dalam terbuat dari pati yang 100% biodegradable dan bisa larut dalam air, menggantikan polystyrene.

Skema Pembiayaan dan Kebutuhan Komputasi AI

HPE menyediakan program bernama HPE 90/9 Advantage, skema pinjaman dengan pembayaran nol selama 90 hari pertama, dilanjutkan sembilan bulan berikutnya dengan bunga 1%.

Permintaan komputasi AI membuat perusahaan dari berbagai skala meninjau ulang kapasitas teknologi mereka. TRC kini makin sering menerima rak server dan perangkat keras kelas atas, yang seluruhnya masih dapat diperbarui dan dipakai kembali.

Dari sisi tenaga kerja, lebih dari 200 staf TRC telah melewati pemeriksaan keamanan setingkat Kementerian Pertahanan Inggris. Sebagian besar berasal dari wilayah sekitar, dan menurut Jackie Rafferty selaku TRC Operations Manager, anggota keluarga yang sama kerap bekerja di fasilitas tersebut.

Bagi pengguna di Indonesia, model bisnis seperti ini menjelaskan mengapa perangkat refurbished bersertifikat bisa menjadi opsi hemat. Kuncinya ada pada transparansi proses sanitasi data dan pengujian ulang, bukan sekadar label "reconditioned" di kotak produk.

Berita Lainnya

Index