SELARASRIAU.COM, DUMAI – Aksi kejar-kejaran dua pelaku pencurian peralatan tower dengan polisi dan warga berlangsung dramatis di jalanan Kota Dumai. Pelarian keduanya berakhir setelah mobil Avanza hitam yang mereka tumpangi justru masuk ke halaman Mapolres Dumai untuk menghindari amukan massa.
Dua pelaku tersebut diketahui bernama Reynaldy August Pratama (39) dan Hardyan Syani (28). Keduanya diduga terlibat pencurian peralatan tower dan telah dikejar polisi sejak dari wilayah Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir.
Dalam pelariannya, kedua pelaku bahkan sempat menodong warga menggunakan senjata tajam.
Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Adi Putu mengatakan, pengejaran awalnya dilakukan tim Satreskrim Polres Tanah Datar, Sumatera Barat. Polisi memburu kedua pelaku sejak berada di Rantau Bais.
"Jadi mereka ini pelaku pencurian yang awalnya dikejar oleh Polres Tanah Datar. Dikejar sejak dari Rantau Bais," kata Adi saat dikonfirmasi, Sabtu (15/8/2026).
Mengetahui polisi mengejar, kedua pelaku langsung tancap gas menggunakan mobil Avanza hitam. Pengejaran kemudian berlanjut hingga memasuki wilayah Kota Dumai.
Dalam perjalanan, mobil yang dikendarai pelaku disebut sempat menyenggol sejumlah pengendara di jalan. Aksi tersebut membuat warga ikut melakukan pengejaran.
Situasi semakin menegangkan ketika massa terus membuntuti mobil pelaku. Suara teriakan dan rem kendaraan terdengar di tengah pengejaran. Mobil pelaku juga dilempari hingga mengalami kerusakan.
Tak hanya berusaha kabur, salah seorang pelaku disebut sempat menodong warga menggunakan senjata tajam. Namun, massa tetap melakukan pengejaran.
Setelah sekitar satu jam melarikan diri dari Rantau Bais menuju Dumai, kedua pelaku mulai terdesak. Dalam kondisi panik dan mobil yang sudah mengalami kerusakan, mereka akhirnya mengambil keputusan tak terduga.
Mobil yang mereka tumpangi melaju masuk ke halaman Mapolres Dumai.
Menurut Adi, kedua pelaku sengaja masuk ke lingkungan kantor polisi untuk menyelamatkan diri dari amukan massa yang terus mengejar.
"Rantau Bais ke Dumai sekitar satu jam-an. Keduanya ini masuk ke halaman Polres untuk menghindari amukan massa, jadi memang sudah panik. Mobil juga sudah hancur," ujarnya.
Personel piket penjagaan Mapolres Dumai yang melihat kejadian tersebut langsung bergerak. Polisi berusaha menenangkan massa sekaligus mengamankan kedua pelaku.
Reynaldy dan Hardyan akhirnya berhasil diamankan dalam kondisi babak belur.
Polisi kemudian memeriksa mobil Avanza yang digunakan kedua pelaku. Dari dalam kendaraan ditemukan sejumlah barang yang diduga merupakan hasil pencurian.
Fakta lain terungkap setelah polisi mengecek kendaraan tersebut. Mobil Avanza yang digunakan untuk melakukan aksi pencurian sekaligus melarikan diri ternyata bukan milik kedua pelaku, melainkan kendaraan rental.
"Ada beberapa barang hasil pencurian di dalam mobil kita temukan. Mobil hancur dan itu ternyata statusnya mobil dirental, dipakai mencuri," kata Adi.
Saat ini kedua pelaku telah diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Dumai.
Personel Polres Tanah Datar juga telah berada di Polres Dumai untuk melakukan koordinasi dan mendalami keterkaitan kedua pelaku dengan perkara pencurian yang sedang mereka tangani.
Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap aksi kedua pelaku, termasuk barang bukti yang ditemukan di dalam kendaraan serta kemungkinan keterlibatan mereka dalam kasus pencurian lainnya. */(Wyu)