IHSG Anjlok 6% ke 8.596 Usai MSCI Soroti Free Float, BEI dan OJK Siapkan 8 Reformasi

IHSG Anjlok 6% ke 8.596 Usai MSCI Soroti Free Float, BEI dan OJK Siapkan 8 Reformasi
IHSG melemah 6% ke level 8.596,15 pada Rabu (28/1) setelah MSCI menyoroti metodologi free float.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 6% ke level 8.596,15 pada Rabu (28/1), hanya beberapa hari setelah menembus rekor tertinggi 9.100. Pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) soal metodologi free float memicu aksi jual panik yang berujung trading halt. OJK dan BEI kini menyiapkan delapan rencana aksi reformasi untuk memulihkan kepercayaan investor.

Penurunan tajam indeks Garuda terjadi pada sesi pagi, memicu gelombang panic selling di platform perdagangan saham ritel. Sejumlah investor mengeluhkan portofolio yang mendadak merah, dengan salah satu komentar di aplikasi jual beli saham berbunyi, "IHSG kebakaran!"

Tekanan jual membesar hingga IHSG sempat ambles 8%, memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan atau trading halt. Pemicunya adalah pengumuman MSCI dini hari terkait metodologi perhitungan free float yang menyoroti transparansi pasar modal Indonesia.

Dua Concern MSCI yang Mengguncang Pasar

Direktur Utama BEI saat itu, Iman Rachman, membenarkan pelemahan indeks dipicu aksi jual investor ritel yang panik menanggapi pengumuman MSCI. Menurutnya, ada dua hal yang menjadi perhatian lembaga penyedia indeks global tersebut.

"Apa yang terjadi hari ini memang ada, menurut saya panic selling karena dua hal yang disampaikan yang jadi concern adalah, pertama untuk di bulan Februari rebalance-nya di-freeze. Jadi, kalau kita terjemahkan apa yang disampaikan tidak ada penambahan atau pengurangan konstituen perusahaan tercatat kita di MSCI," ungkap Iman di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Rabu (28/1).

Selain pembekuan rebalancing hingga Mei, MSCI juga mengancam menurunkan peringkat bursa Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market bila perbaikan tidak dilakukan. "Artinya, kita mungkin sejajar dengan Vietnam dan Filipina. Kalau kita sekarang kan di emerging market sama dengan Malaysia," jelasnya.

BEI sempat menyatakan akan menemui MSCI untuk berdiskusi dan menyusun formula baru sebelum Mei 2026. Langkah itu tidak cukup menenangkan pasar. Sehari kemudian, trading halt kembali diberlakukan setelah IHSG terjun 8% ke level 7.654,66.

Iman Rachman dan Mahendra Siregar Mundur

Tekanan pasar berujung pada pergantian pimpinan. Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri sebagai Direktur Utama BEI pada pagi 30 Januari, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas runtuhnya IHSG dalam dua hari. Sore harinya, sejumlah pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyusul mundur, termasuk Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar.

Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI, ditunjuk sebagai Direktur Utama BEI sementara. Friderica Widyasari Dewi ditetapkan sebagai Plt Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Keduanya kemudian menjadi pimpinan definitif di dua lembaga tersebut.

Delapan Rencana Aksi Reformasi Pasar Modal

OJK dan BEI menyiapkan delapan rencana aksi reformasi untuk mempercepat pemulihan integritas pasar modal. "Kita menyampaikan komitmen untuk melakukan bold and ambitious reforms di pasar modal Indonesia sesuai dengan best practices dan juga tentu saja memenuhi ekspektasi dari global index provider. Kami di sini menyiapkan 8 rencana aksi untuk percepatan reformasi integritas di pasar modal Indonesia," kata Friderica Widyasari atau Kiki dalam Dialog Bersama Pelaku Pasar Modal di Main Hall BEI, Jakarta, Minggu (1/2).

Rencana aksi pertama menyentuh likuiditas: batas minimum kepemilikan publik atau free float emiten dinaikkan dari 7,5% menjadi 15%, mengikuti praktik global. Kedua, kewajiban keterbukaan Ultimate Beneficial Ownership (UBO) untuk memperjelas pemilik manfaat akhir dan afiliasi pemegang saham.

Ketiga, penguatan data kepemilikan saham melalui pendetailan tipe investor dan penguatan kewajiban keterbukaan informasi. Keempat, penguatan tata kelola lewat persiapan demutualisasi BEI guna meminimalkan benturan kepentingan dan memperkuat struktur governance.

Kelima, penegakan peraturan dan sanksi atas pelanggaran hukum di pasar modal secara tegas dan berkelanjutan. Keenam, penguatan tata kelola emiten melalui kewajiban pendidikan berkelanjutan bagi Direksi, Komisaris, dan Komite Audit, serta kewajiban sertifikasi CA (Certified Accountant) bagi penyusun laporan keuangan emiten.

Apa Artinya bagi Investor

Bagi pemegang saham, kenaikan ambang free float menjadi 15% berpotensi mengubah komposisi kepemilikan sejumlah emiten, terutama yang saat ini berada di bawah batas baru. Kewajiban UBO dan penguatan data kepemilikan juga memberi investor gambaran lebih jelas soal siapa yang mengendalikan emiten di balik struktur holding.

Reformasi ini menjadi taruhan bagi posisi Indonesia di indeks MSCI. Bila perbaikan dinilai memadai sebelum tenggat Mei, ancaman downgrade ke Frontier Market bisa diredam. Sebaliknya, kegagalan memenuhi ekspektasi global index provider berisiko memicu outflow lanjutan dari pasar saham domestik.

Berita Lainnya

Index