SELARASRIAU.COM - Listrik padam di rumah bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini juga membuat sebagian orang khawatir terhadap keamanan televisi, komputer, router Wi-Fi, kulkas, hingga perangkat elektronik lain ketika aliran listrik kembali menyala.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan terjadinya lonjakan tegangan saat pasokan listrik pulih atau ketika jaringan mengalami gangguan. Meski tidak setiap pemadaman menyebabkan lonjakan tegangan, perangkat elektronik tetap perlu dilindungi dari risiko kelistrikan.
Langkah sederhana seperti mematikan perangkat, mencabut steker tertentu, dan menggunakan pelindung lonjakan tegangan dapat membantu mengurangi risiko kerusakan. Namun, penanganannya perlu disesuaikan dengan jenis perangkat dan kondisi pemadaman.
Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan ketika listrik padam agar perangkat elektronik tetap aman? Berikut panduan praktis yang bisa diterapkan di rumah.
7 Langkah Mengamankan Perangkat Saat Listrik Padam
1. Matikan dan cabut perangkat elektronik yang sensitif
Saat listrik padam, matikan televisi, komputer, konsol gim, dan perangkat elektronik lain yang tidak sedang digunakan. Jika aman, cabut stekernya untuk mengurangi risiko kerusakan akibat lonjakan tegangan ketika pasokan listrik kembali.
Prioritaskan perangkat bernilai tinggi atau yang sensitif terhadap gangguan listrik. Jangan menyentuh steker, stopkontak, atau kabel jika tangan basah, lantai tergenang, atau terdapat tanda kerusakan.
Panduan Electrical Safety Foundation International (ESFI) juga menyarankan penggunaan perangkat pelindung lonjakan tegangan untuk membantu melindungi peralatan elektronik. Electrical Safety Foundation International +1
2. Lindungi komputer dan router Wi-Fi
Komputer desktop, laptop yang sedang terhubung ke pengisi daya, modem, dan router dapat mengalami gangguan ketika listrik terputus mendadak.
Jika komputer masih memiliki daya dari UPS, simpan pekerjaan terlebih dahulu dan matikan sistem sesuai prosedur. UPS atau uninterruptible power supply menyediakan daya cadangan sementara sehingga pengguna dapat menyimpan data dan mematikan perangkat dengan benar.
Untuk router dan modem, cabut steker jika tidak diperlukan dan tidak menggunakan sistem daya cadangan. Setelah listrik kembali stabil, perangkat bisa dinyalakan kembali sesuai petunjuk produsen.
3. Jangan langsung menyalakan semua perangkat saat listrik kembali
Ketika pasokan listrik pulih, jangan langsung menyalakan seluruh perangkat secara bersamaan.
Tunggu hingga pasokan terlihat stabil dan tidak ada tanda gangguan seperti lampu berkedip berulang atau suara tidak normal dari instalasi. Kemudian, nyalakan perangkat secara bertahap, dimulai dari perangkat yang paling dibutuhkan.
Cara ini membantu menghindari beban awal yang menumpuk pada instalasi rumah. Jika listrik kembali padam, muncul bau terbakar, atau terdengar suara letupan dari stopkontak, hentikan penggunaan dan hubungi teknisi listrik yang kompeten.
4. Gunakan pelindung lonjakan tegangan yang tepat
Stopkontak bercabang biasa tidak otomatis memiliki fitur pelindung lonjakan tegangan. Periksa spesifikasi produk sebelum membeli perangkat pelindung untuk televisi, komputer, atau perangkat jaringan.
Untuk perangkat yang harus tetap menyala, UPS dengan fitur perlindungan yang sesuai dapat menjadi pilihan. Sementara itu, pelindung lonjakan tegangan pada panel listrik rumah sebaiknya dipasang oleh tenaga listrik yang kompeten.
Perlu dipahami bahwa pelindung lonjakan tegangan tidak menjamin perlindungan terhadap semua gangguan, termasuk sambaran petir langsung. Jika badai petir sedang terjadi dan perangkat tidak dibutuhkan, mencabut steker ketika kondisi aman merupakan langkah tambahan yang dapat dipertimbangkan.
5. Biarkan kulkas dan freezer tetap tertutup
Kulkas berbeda dengan televisi atau komputer. Perangkat ini sebaiknya tidak sering dibuka selama listrik padam agar suhu di dalamnya tetap dingin.
Menurut panduan FoodSafety.gov, kulkas yang tetap tertutup dapat mempertahankan keamanan pangan sekitar empat jam. Freezer penuh dapat mempertahankan suhu aman sekitar 48 jam, sedangkan freezer yang terisi setengah sekitar 24 jam. Kondisi aktual bergantung pada suhu awal, isi perangkat, dan seberapa sering pintu dibuka.
Jika pemadaman berlangsung lama, periksa kondisi makanan sebelum dikonsumsi. Jangan mencicipi makanan untuk menentukan keamanannya. Untuk obat yang harus disimpan dingin, ikuti petunjuk penyimpanan dan mintalah saran apoteker atau tenaga kesehatan jika suhu penyimpanannya tidak terjaga.
6. Hindari menyalakan genset di dalam rumah
Genset dapat menjadi sumber listrik cadangan, tetapi penggunaannya harus memperhatikan keselamatan.
Letakkan genset di luar ruangan, jauh dari pintu, jendela, dan ventilasi. Jangan menyalakannya di dalam rumah, garasi tertutup, atau area yang memungkinkan gas buang masuk ke bangunan. Karbon monoksida dari mesin dapat menyebabkan keracunan yang berbahaya.
Jangan pula menghubungkan genset langsung ke stopkontak rumah untuk mengalirkan listrik ke instalasi. Pemasangan ke instalasi rumah harus menggunakan sistem pemindah sumber listrik yang sesuai dan dikerjakan teknisi kompeten.
7. Laporkan gangguan dan periksa instalasi jika ada tanda bahaya
Jika pemadaman hanya terjadi di rumah, periksa apakah tetangga juga mengalami hal yang sama. Jangan membuka panel listrik atau memperbaiki kabel bertegangan sendiri.
Laporkan gangguan melalui kanal resmi PLN, termasuk aplikasi PLN Mobile jika dapat diakses. Apabila terlihat kabel jatuh, percikan api, atau tercium bau terbakar, jauhi area tersebut dan laporkan kepada pihak berwenang atau petugas kelistrikan.
Setelah listrik kembali, periksa perangkat dan instalasi secara visual. Jika ditemukan stopkontak menghitam, kabel meleleh, atau perangkat mengeluarkan bau tidak normal, jangan gunakan kembali sebelum diperiksa teknisi.
Perangkat Apa yang Perlu Dicabut Saat Listrik Padam?
Tidak semua perangkat harus diperlakukan sama. Berikut panduan praktis berdasarkan jenis peralatan rumah tangga.
Panduan ini bersifat umum. Untuk perangkat medis seperti konsentrator oksigen atau alat bantu pernapasan, keselamatan pengguna harus menjadi prioritas. Siapkan sumber daya cadangan sesuai rekomendasi penyedia alat atau tenaga kesehatan.
Apakah Listrik Padam Bisa Merusak HP dan Laptop?
Pemadaman listrik tidak otomatis merusak HP atau laptop. Risiko dapat muncul ketika perangkat sedang diisi daya, terhubung ke sumber listrik, atau mengalami gangguan tegangan saat pasokan pulih.
Untuk mengurangi risiko, gunakan pengisi daya berkualitas, hindari stopkontak yang rusak, dan pertimbangkan pelindung lonjakan tegangan yang sesuai. Laptop yang memiliki baterai internal umumnya tetap dapat digunakan selama daya baterainya tersedia.
Jika listrik padam ketika HP sedang diisi daya, pengguna dapat melepaskan charger dari stopkontak apabila kondisi aman. Tidak perlu panik atau menganggap perangkat pasti rusak.
Setelah listrik kembali, periksa apakah charger dan perangkat berfungsi normal. Jika adaptor menjadi sangat panas, mengeluarkan bau terbakar, atau menunjukkan kerusakan fisik, hentikan pemakaiannya.
Kesimpulan
Listrik padam di rumah tidak selalu menyebabkan kerusakan perangkat elektronik. Namun, pemutusan daya mendadak dan kemungkinan gangguan tegangan saat listrik kembali membuat tindakan pencegahan tetap penting.
Matikan perangkat sensitif, cabut steker yang tidak diperlukan jika aman, gunakan pelindung lonjakan tegangan yang sesuai, dan nyalakan perangkat secara bertahap setelah pasokan stabil.
Khusus kulkas dan freezer, pertahankan pintu tetap tertutup untuk menjaga suhu makanan. Sementara itu, hindari memperbaiki instalasi sendiri jika terdapat tanda kerusakan.
Dengan langkah sederhana tersebut, risiko kerusakan perangkat dapat dikurangi dan aktivitas rumah tangga bisa kembali berjalan lebih aman setelah listrik menyala. (*)