PEKANBARU — Kepulangan atlet berprestasi menjadi momen kebanggaan bagi Provinsi Riau. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyambut langsung empat atlet Riau yang berhasil menyumbangkan sembilan medali bagi kontingen Indonesia pada Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Penyambutan berlangsung di Ruang VIP Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Selasa (27/10/2026). Kehadiran SF Hariyanto menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Riau atas perjuangan para atlet yang telah membawa nama daerah dan bangsa di panggung olahraga internasional.
Dalam kegiatan tersebut, SF Hariyanto didampingi Kepala Kejaksaan Tinggi Riau I Dewa Gede Wirajana dan Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi. Jajaran pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut menyambut kepulangan para atlet.
Empat atlet yang kembali ke Bumi Lancang Kuning itu adalah Abdil Majid Rahman dari cabang para renang asal Kabupaten Kampar, Leani Ratri Oktila dari para bulu tangkis asal Kabupaten Kampar, Helin Wardina dari para atletik asal Kabupaten Bengkalis, serta Leli Marlina dari para tenis meja asal Kabupaten Kuantan Singingi.
Kehadiran mereka disambut dengan kebanggaan. Prestasi yang diraih menjadi bukti perjuangan, kedisiplinan, dan semangat para atlet dalam menghadapi persaingan di tingkat Asia.
SF Hariyanto: Perjuangan Atlet Patut Mendapat Apresiasi
Dalam kesempatan itu, SF Hariyanto menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus penghargaan atas kerja keras para atlet selama menjalani persiapan hingga bertanding di Jepang.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Riau dan Forkopimda Provinsi Riau, kami mengucapkan selamat datang kepada atlet-atlet kita yang sudah berjuang cukup panjang dan melelahkan,” ujar SF Hariyanto, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang. Para atlet menjalani latihan selama berbulan-bulan untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi internasional yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara Asia.
SF Hariyanto menilai hasil yang diraih para atlet patut dibanggakan. Apalagi, perolehan medali tersebut melampaui target awal yang telah direncanakan.
“Ini latihannya setahun, bukan waktu yang sebentar. Alhamdulillah, dari target yang direncanakan, hasilnya melebihi. Kita di Riau dapat tiga emas, satu perak, dan lima perunggu,” katanya.
Apresiasi tersebut menjadi bentuk pengakuan atas perjuangan para atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia sekaligus membawa kebanggaan bagi masyarakat Riau.
Pemerintah Provinsi Riau berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi atlet lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan. Semangat para atlet juga diharapkan mendorong generasi muda, termasuk penyandang disabilitas, agar berani mengembangkan potensi dan berkompetisi di bidang olahraga.
Atlet Riau Sumbangkan Sembilan Medali untuk Indonesia
Pada Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, atlet asal Riau berhasil menyumbangkan sembilan medali bagi kontingen Indonesia. Raihan tersebut terdiri dari tiga medali emas, satu medali perak, dan lima medali perunggu.
Perolehan itu menjadi pencapaian membanggakan bagi olahraga Riau. Para atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik di tengah persaingan tingkat Asia.
Keberhasilan tersebut juga memperlihatkan bahwa atlet disabilitas memiliki potensi besar untuk berprestasi apabila mendapatkan kesempatan, pembinaan, dan dukungan yang memadai.
Empat atlet yang disambut SF Hariyanto berasal dari empat kabupaten dan cabang olahraga berbeda. Abdil Majid Rahman dan Leani Ratri Oktila berasal dari Kabupaten Kampar, Helin Wardina dari Kabupaten Bengkalis, serta Leli Marlina dari Kabupaten Kuantan Singingi.
Prestasi mereka menjadi kebanggaan tidak hanya bagi daerah asal masing-masing, tetapi juga bagi Provinsi Riau dan Indonesia.
Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung pada 18–24 Oktober 2026. Ajang olahraga disabilitas tingkat Asia tersebut mempertandingkan berbagai cabang olahraga dan diikuti delegasi dari negara-negara Asia.
Keberhasilan atlet Riau dalam kompetisi tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi pengembangan olahraga disabilitas di daerah. Pembinaan yang berkesinambungan dan dukungan terhadap atlet menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan prestasi.
Pemprov Riau Siapkan Bonus bagi Atlet Berprestasi
Sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian para atlet, Pemerintah Provinsi Riau memastikan akan menyiapkan bonus uang tunai yang direncanakan dicairkan pada 2027.
SF Hariyanto menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap perjuangan atlet yang telah membawa nama Riau di tingkat internasional.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perjuangan dan kerja keras dari adik-adik. Kami akan menyiapkan bonus yang insyaallah akan kita cairkan pada 2027,” ungkapnya.
Rencana pemberian bonus tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah atas prestasi yang diraih para atlet. Penghargaan diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi mereka untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Bagi atlet, prestasi tidak diperoleh secara instan. Dibutuhkan kedisiplinan, konsistensi latihan, dukungan pelatih, serta kesiapan menghadapi tekanan selama pertandingan.
Karena itu, penghargaan terhadap atlet berprestasi menjadi salah satu bentuk pengakuan atas proses panjang yang telah mereka jalani.
Pemprov Riau berharap pencapaian sembilan medali ini dapat mendorong semakin banyak atlet daerah untuk berprestasi. Dukungan terhadap pembinaan olahraga disabilitas juga diharapkan terus berkembang sehingga lebih banyak atlet memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Jadi Inspirasi bagi Pembinaan Olahraga Disabilitas
Prestasi empat atlet Riau di Asian Para Games 2026 tidak hanya menjadi catatan perolehan medali. Keberhasilan tersebut juga membawa pesan tentang semangat, ketekunan, dan kesempatan yang setara dalam olahraga.
Para atlet telah menunjukkan bahwa disabilitas bukan penghalang untuk berkompetisi dan meraih prestasi. Dengan persiapan yang baik serta dukungan dari berbagai pihak, atlet mampu bersaing di ajang internasional.
Pemerintah Provinsi Riau berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama penyandang disabilitas yang ingin menekuni olahraga secara profesional.
Dukungan keluarga, pelatih, organisasi olahraga, masyarakat, dan pemerintah memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan diri atlet. Lingkungan yang mendukung juga diperlukan agar mereka dapat menjalani proses pembinaan secara berkelanjutan.
Ke depan, prestasi para atlet ini diharapkan menjadi pemacu semangat untuk meningkatkan kualitas pembinaan olahraga di Riau. Dengan kerja keras dan persiapan yang terarah, atlet daerah diharapkan mampu kembali mengharumkan nama Riau dan Indonesia di berbagai kejuaraan.
Penyambutan Ditutup dengan Penyerahan Cenderamata
Rangkaian penyambutan di Bandara SSK II Pekanbaru ditutup dengan penyerahan cenderamata dan sesi foto bersama antara jajaran Pemerintah Provinsi Riau, unsur Forkopimda, para atlet, serta pelatih.
Momen tersebut menjadi simbol penghargaan atas perjuangan atlet yang telah membawa pulang prestasi dari Jepang. Penyambutan secara langsung oleh Plt Gubernur Riau juga menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pencapaian para atlet.
Sembilan medali yang berhasil disumbangkan untuk Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Riau. Prestasi ini sekaligus memperkuat harapan agar pembinaan olahraga disabilitas terus mendapat perhatian dan dukungan.
Pemerintah Provinsi Riau berharap keberhasilan tersebut tidak berhenti pada satu kompetisi. Para atlet diharapkan terus berkembang, sementara generasi berikutnya dapat menjadikan pencapaian ini sebagai motivasi untuk mengikuti jejak mereka.
Kepulangan empat atlet dengan sembilan medali menjadi penutup perjalanan kompetisi yang membanggakan. Bagi Riau, capaian tersebut merupakan dorongan untuk terus menumbuhkan semangat berprestasi dan memberikan ruang bagi atlet daerah untuk mengharumkan nama bangsa. (*)