Duma Riris Silalahi berhasil menurunkan 16 kilogram setelah berat badannya sempat menyentuh 89 kg usai melahirkan anak ketiga. Di usia 42 tahun dan masih menyusui, ia membuktikan penurunan berat badan tak harus instan—simak cara bertahap yang ia jalani.
Duma Riris Silalahi membagikan cerita perjalanan berat badannya lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, @duma_riris. Ia memperlihatkan perubahan tubuh dari sebelum dan setelah persalinan anak ketiga, sekaligus menceritakan proses yang dijalaninya secara bertahap.
Istri penyanyi Judika ini mengaku berat badannya pernah mencapai 89 kilogram setelah melahirkan putranya, Juan Deo Volante Sihotang. Angka itu sempat membuatnya kaget, terlebih karena ia masih menyusui dan mengurus tiga anak di usia 42 tahun.
Berat Badan Sempat Sentuh 90 Kilogram
Duma menuturkan, kenaikan berat badannya sebenarnya sudah terjadi sejak sebelum melahirkan. Bahkan, angka di timbangan pernah menyentuh 90 kilogram lebih.
"Sebenarnya pas mau melahirkan Juan itu 90 kilogram lebih, mungkin karena agak tinggi dan bertulang besar juga. Ini foto Juan 3 bulan, aku 89 kilogram dan sekarang 73 kilogram," tuturnya.
Meski begitu, ia mengaku malas terus melihat timbangan. Duma lebih memilih fokus pada tujuan mengecilkan ukuran tubuh dibanding angka semata.
Mulai dari Olahraga yang Disukai
Alih-alih langsung menjalani diet ketat, Duma memulai perjalanannya dari latihan fisik sederhana. Ia memilih olahraga yang memang disukai agar tidak merasa tersiksa dan malah jadi malas.
"Aku mulai dari yang paling sederhana, balik gerak lagi. Mulai olahraga yang memang aku suka, enggak yang bikin tersiksa atau malah jadi malas. Pilates, padel, jogging, treadmill, pelan-pelan yang penting konsisten," ujarnya.
Kunci yang ia pegang adalah konsistensi, bukan intensitas. Gerakan ringan yang dilakukan rutin dinilainya lebih bertahan lama dibanding program berat yang cepat membuat menyerah.
Atur Makan Tanpa Menyiksa Diri
Duma juga mulai memperhatikan pola makannya. Ia tidak menghapus semua makanan favorit, hanya mengurangi yang kurang sehat dan memilih asupan yang tetap memenuhi kebutuhan nutrisi.
"Selain olahraga, aku mulai lebih perhatian sama makanan. Bukan berarti jadi enggak boleh makan ini itu ya… Aku cuma mulai ngurangin makanan yang kurang sehat dan lebih pilih makanan yang tetap bisa memenuhi kebutuhan nutrisi. Apalagi aku masih menyusui Juan, jadi nutrisi tetap jadi prioritas," ujar Duma.
Bagi ibu menyusui, menjaga asupan gizi tetap penting agar produksi ASI tidak terganggu. Duma pun menegaskan bahwa nutrisi menjadi prioritas utama selama proses penurunan berat badannya.
Hasil Turun 16 Kilogram
Proses perlahan yang dijalani Duma membuahkan hasil. Berat badannya kini turun dari 89 kilogram menjadi 73 kilogram, atau berkurang 16 kilogram.
"Dan ternyata… Pelan-pelan ada hasilnya. Dari 89 kilogram – 73 kilogram. Turun 16 kilogram, tapi perjalanan ini belum selesai. Masih banyak yang mau aku ceritain dari perjalanan diet kali ini," tuturnya.
Ia menyadari prosesnya kini terasa lebih lambat dibanding saat muda dulu. Namun target utamanya tetap tercapai: menyusui Juan hingga 22 bulan dan berharap bisa lancar sampai 24 bulan.
Pesan untuk Ibu yang Sedang Berjuang
Duma berpesan agar para ibu tidak terburu-buru menurunkan berat badan setelah melahirkan. Kesabaran dan konsistensi dinilainya lebih penting dibanding hasil instan.
"Perjalanannya memang enggak instan, mungkin dulu diet bisa jadi hal yang mudah buat aku… pengen cepat-cepat kurus dan diet keras," ujarnya.
"Buat mama yang lagi berjuang menurunkan berat badan, semangatt… sama-sama kita bisa. Pelan-pelan yang penting happy dan pantang menyerah… Kita pasti bisa," sambung Duma.
Perjalanan Duma menunjukkan bahwa menurunkan berat badan setelah melahirkan tidak harus menyiksa diri. Mulai dari olahraga yang disukai, menjaga nutrisi selama menyusui, dan bersabar dengan proses, hasilnya bisa tetap tercapai.