Aktor Emmy Award Colman Domingo mengungkap gaya packing serba hitam yang ia pelajari semasa bekerja di J.Crew dan Banana Republic. Bintang Euphoria dan Sing Sing itu mengaku telah menguasai seni melipat pakaian hingga menjadi sains tersendiri. Ia kini menjadi wajah kampanye koper Away Series 3 yang baru diluncurkan September lalu.
Colman Domingo selalu bergerak dari satu lokasi syuting ke lokasi lain. Aktor berusia 56 tahun asal Philadelphia itu mengawali percakapan dengan peringatan bahwa lonceng terkenal Reykjavik mungkin berbunyi di latar belakang panggilan—ia baru tiba di Islandia setelah transit cepat dari Santa Fe, New Mexico, untuk syuting musim ketiga serial Netflix The Four Seasons bersama Tina Fey, Will Forte, dan Kerri Kenney-Silver.
"Saya bergerak cukup cepat," ujar Domingo kepada Condé Nast Traveler. Dari kebiasaan itulah ia menguasai satu aspek perjalanan dengan sempurna: gaya packing.
Ilmu Melipat dari Masa Kerja di J.Crew
Domingo mengaku gaya packing-nya terbentuk dari pengalaman kerja di J.Crew dan Banana Republic pada awal kariernya. "Semuanya sangat terorganisir dan terlipat rapi—saya suka packing seperti masih bekerja di sana," katanya.
Ketika harus pulang ke Malibu dari New Mexico pukul 22.30 sebelum penerbangan pagi ke Islandia, ia hanya butuh beberapa jam. "Kami masuk rumah, cuci baju, packing, dan tidur pukul 23.45," ujarnya.
Strategi Koper Serba Hitam
Kunci utama Domingo adalah memilih pakaian serba hitam, termasuk turtleneck Ami dan jeans Double RL. "Saya bisa memadupadankan, jadi seolah-olah saya punya lebih banyak outfit daripada yang sebenarnya," jelasnya.
Ia juga mulai mengandalkan teknik kompresi saat packing, ditambah kaus kaki kompresi pemberian suaminya. "Apa pun yang bertekanan kompresi bagus untuk saya," ujarnya.
Koper Away Series 3 dan Fitur Baru
Domingo kini bekerja sama dengan merek koper Away untuk lini Series 3 yang debut 29 September. Lini ini menghadirkan rem roda StopLock, kait hands-free di gagang, roda lebih halus, kantong pelacak Bluetooth tersembunyi, dan gagang troli dengan tinggi yang bisa disesuaikan.
Ia sudah mencoba The Bigger Carry-On Flex 3. "Rodanya sangat halus sehingga bergerak cepat di bandara," katanya. Ia menyukai gagang tiga tingkat yang "langsung mengunci dengan sekali klik."
Domingo memasangkan koper hardcase itu dengan tas bahu—Signature Weekender atau Triple-Zip Duffle. Ia mengaku tidak menyukai ransel. "Saya merasa ransel menandakan kamu turis. Tas bahu membuatmu merasa seperti penduduk lokal," ujarnya.
Filosofi Traveling Organik
Saat mencari tempat makan, Domingo tidak mengikuti rekomendasi orang. "Entah di Jepang atau Italia, saya akan berjalan melewati restoran, melihat ke dalam, dan merasakan bagaimana orang menikmatinya," ujarnya. "Itu sebuah perasaan dan belum pernah mengecewakan saya."
Perjalanan ke Pulau Paskah
Domingo berbagi cerita perjalanan ke Pulau Paskah pada Desember 2022 yang ia rencanakan hanya dalam sepekan. Ia dan suaminya, Raúl, terbang dari Los Angeles ke Atlanta, lalu Santiago, Chile, dan lima jam menembus Pasifik menuju Pulau Paskah.
Mereka menginap di hotel ramah lingkungan Nayara Hangaroa. "Saya tidak meneliti semuanya karena saya ingin itu menjadi penemuan," katanya. Ia hanya tahu patung Moai ada di sana.
Setibanya di hotel, mereka membongkar koper dan mulai menjelajah. "Kami berjalan beberapa langkah dari hotel dan langsung diundang barbekyu," kenangnya. Penduduk pulau kecil itu penasaran mengapa ia datang jauh-jauh.
Souvenir terbaiknya adalah miniatur Moai pemberian seorang pelayan hotel. "Saya menyimpannya di kantor karena itu menunjukkan kemurahan hati penduduknya," ujarnya.
Isi Koper untuk Cuaca Hangat
Untuk perjalanan ke Pulau Paskah, Domingo membawa beberapa celana pendek—satu untuk acara resmi, beberapa kasual, dan satu hingga dua celana renang. Ia menyesuaikan isi koper dengan perkiraan cuaca hangat di sana.
Filosofi perjalanan Domingo sederhana: menyatu dengan tempat yang dikunjungi. "Saya suka gagasan melemparkan diri ke mana pun saya berada karena kamu menemukan tempat dan orang-orangnya," katanya. "Itu membuatmu merasa lebih manusiawi dan benar-benar memahami dunia."