PADANG — Semen Padang FC bergerak cepat setelah mengakhiri kerja sama dengan Nil Maizar.
Kabau Sirah resmi menunjuk Stefano Cugurra atau yang akrab disapa Teco sebagai pelatih kepala baru untuk melanjutkan Pegadaian Championship 2026/2027.
Penunjukan tersebut diumumkan setelah Semen Padang mengalami kekalahan 0-1 dari PSPS Pekanbaru pada Minggu (4/10/2026).
Gol tunggal Dimas Wicaksono pada menit ke-72 membuat Kabau Sirah menelan kekalahan pertama musim ini.
Tidak lama setelah pertandingan, manajemen Semen Padang mengakhiri kerja sama dengan Nil Maizar.
Kini kursi pelatih langsung diisi sosok yang memiliki rekam jejak panjang di sepak bola Indonesia.
Berdasarkan pengumuman resmi I.League pada Selasa (6/10/2026), Semen Padang menunjuk Stefano Cugurra untuk mengarungi sisa kompetisi musim ini.
CEO Semen Padang FC Muhammad Ammar Tsaqif Rosiade mengatakan penunjukan Teco dilakukan setelah mempertimbangkan rekam jejak, pengalaman serta kecocokannya dengan materi pemain Kabau Sirah.
Teco Punya Tiga Gelar Liga 1
Teco bukan nama asing di sepak bola Indonesia.
Pelatih asal Brasil tersebut merupakan salah satu pelatih tersukses di era Liga 1.
Ia membawa Persija Jakarta menjuarai Liga 1 2018.
Setelah meninggalkan Persija, Teco bergabung dengan Bali United.
Bersama klub asal Pulau Dewata tersebut, ia kembali menjadi juara Liga 1 pada 2019 dan musim 2021/2022.
Dengan demikian, Teco memiliki tiga gelar juara kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Catatan tersebut menjadi salah satu alasan utama Semen Padang mempercayakan tim kepadanya.
Dikutip dari I.League, manajemen menilai pengalaman Teco di sepak bola nasional dapat membantu Kabau Sirah segera meningkatkan performa.
Kenal Banyak Pemain Semen Padang
Teco juga dinilai tidak membutuhkan waktu terlalu panjang untuk mengenal sejumlah pemain Semen Padang.
Beberapa pemain Kabau Sirah saat ini pernah bekerja sama dengannya di klub terdahulu.
Dikutip dari Langgam.id, sejumlah nama yang pernah menjadi anak asuh Teco antara lain Stefano Lilipaly, Ilija Spasojevic, Novri Setiawan, Muhammad Rahmat dan Rezaldi Hehanussa.
Lilipaly, Spasojevic, Novri serta Muhammad Rahmat pernah bermain di bawah arahan Teco bersama Bali United.
Sementara Rezaldi merupakan bagian dari Persija ketika Teco menangani Macan Kemayoran.
Kondisi tersebut diharapkan membuat adaptasi strategi serta komunikasi di ruang ganti berjalan lebih cepat.
Kekalahan dari PSPS Jadi Titik Perubahan
Pergantian pelatih Semen Padang terjadi setelah kekalahan dari PSPS Pekanbaru.
Kabau Sirah sebenarnya memulai musim dengan cukup baik.
Namun pertandingan melawan PSPS menjadi kekalahan pertama Semen Padang dalam empat laga awal.
PSPS memenangi pertandingan 1-0 melalui gol Dimas Wicaksono.
Beberapa jam setelah pertandingan, manajemen mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan Nil Maizar.
Semen Padang kemudian bergerak cepat mencari pengganti.
Kurang dari dua hari setelah kekalahan tersebut, nama Teco secara resmi diumumkan sebagai nakhoda baru.
Semen Padang Kini Peringkat Kelima
Berdasarkan klasemen resmi I.League pada Selasa, Semen Padang berada di posisi kelima Grup A dengan enam poin.
Kabau Sirah tertinggal empat angka dari PSMS Medan yang berada di puncak dengan 10 poin.
PSIS Semarang, PSPS Pekanbaru dan Persikad masing-masing mengumpulkan sembilan poin.
Situasi tersebut membuat Semen Padang masih memiliki peluang besar mengejar papan atas karena kompetisi baru memasuki awal musim.
Tantangan pertama Teco adalah mengembalikan konsistensi Kabau Sirah.
Debut Lawan Persikad
Teco tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan persiapan.
Berdasarkan jadwal resmi I.League, Semen Padang akan menghadapi Persikad pada Minggu (11/10/2026).
Pertandingan dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WIB di Stadion Pakansari.
Laga tersebut berpotensi menjadi debut Teco sebagai pelatih kepala Semen Padang.
Persikad saat ini berada di atas Semen Padang dengan sembilan poin.
Jika Kabau Sirah menang, peluang mendekati kelompok papan atas kembali terbuka.
Kini perhatian suporter Sumatera Barat tertuju kepada Teco.
Setelah memiliki pengalaman membawa Persija dan Bali United menjadi juara, tantangan berikutnya adalah membawa Semen Padang kembali bersaing di papan atas dan mengejar target kembali ke kasta tertinggi. (*)