PEKANBARU — Kekalahan dari PSPS Pekanbaru membawa dampak besar bagi Semen Padang FC. Tidak lama setelah Kabau Sirah takluk 0-1 dalam Derby Sumatera, manajemen klub resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Nil Maizar.
Duel Semen Padang FC melawan PSPS Pekanbaru berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (4/10/2026) malam.
Satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut dicetak pemain muda PSPS, Dimas Wicaksono Putra Rahman, pada menit ke-72.
Gol itu tidak hanya membawa tiga poin bagi Askar Bertuah. Beberapa jam kemudian, kekalahan tersebut juga diikuti keputusan besar dari kubu Semen Padang: Nil Maizar tidak lagi menjadi pelatih kepala Kabau Sirah.
Manajemen Semen Padang FC menyebut keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi terhadap perjalanan tim pada awal Pegadaian Championship 2026/2027.
“Berdasarkan hasil evaluasi manajemen, kami resmi mengakhiri kerja sama ini secara baik-baik,” demikian pernyataan Semen Padang FC dikutip dari laman resmi I.League, Senin (5/10/2026).
Klub juga menyampaikan terima kasih atas kerja keras dan pengabdian Nil Maizar selama menangani tim.
Keputusan tersebut cukup menyita perhatian karena secara hasil, perjalanan Semen Padang dalam empat pertandingan awal sebenarnya tidak sepenuhnya buruk.
Sebelum menghadapi PSPS, Kabau Sirah belum pernah kalah. Semen Padang membuka kompetisi dengan kemenangan 1-0 atas Persiraja Banda Aceh, kemudian bermain imbang 1-1 melawan PSIS Semarang.
Mereka selanjutnya mencuri kemenangan 2-0 di kandang PSGC Ciamis sebelum akhirnya menelan kekalahan pertama musim ini ketika berjumpa PSPS Pekanbaru.
Dengan demikian, Nil Maizar meninggalkan Semen Padang dengan catatan dua kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan dari empat laga pertama Championship 2026/2027.
Namun, I.League menyebut manajemen menilai performa tim belum memenuhi target yang ditetapkan. Kekalahan dari PSPS juga diikuti desakan sebagian pendukung agar dilakukan evaluasi pada jajaran kepelatihan.
PSPS Lebih Efektif
Pertandingan Semen Padang melawan PSPS sendiri berjalan ketat sejak awal.
Kabau Sirah berusaha mengambil kendali permainan, sedangkan PSPS tampil lebih efektif dalam menciptakan ancaman.
Sepanjang babak pertama, belum ada gol yang tercipta. PSPS tercatat menghasilkan empat percobaan, dua di antaranya mengarah ke gawang. Semen Padang hanya melepaskan satu tembakan dan belum menemui sasaran pada periode tersebut.
Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, kedua tim meningkatkan intensitas permainan. PSPS akhirnya menemukan celah pada menit ke-72.
Dimas Wicaksono sukses menuntaskan peluang dan membawa Askar Bertuah unggul 1-0.
Semen Padang berusaha mengejar ketertinggalan pada sisa pertandingan, tetapi pertahanan PSPS mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang.
Hasil resmi I.League mencatat pertandingan berakhir Semen Padang FC 0-1 PSPS Pekanbaru.
Dimas Wicaksono Jadi Pembeda
Gol ke gawang Semen Padang menjadi momen penting bagi Dimas Wicaksono bersama PSPS musim ini.
Pemain bernama lengkap Dimas Wicaksono Putra Rahman tersebut merupakan salah satu pemain muda Askar Bertuah. Data I.League mencatat Dimas berusia 19 tahun dan sebelumnya memiliki pengalaman bersama Persiraja Banda Aceh, Persebaya Surabaya serta Persebaya U-20.
PSPS mendatangkannya menjelang musim 2026/2027 setelah ia sebelumnya memperkuat Persebaya. Pemain kelahiran 16 Juli 2007 itu bisa dimainkan di sektor tengah maupun sayap.
Kini namanya menjadi penentu salah satu pertandingan paling bergengsi antarklub Sumatera.
Gol pada menit ke-72 sekaligus memutus catatan positif Semen Padang yang belum pernah kalah dalam tiga pertandingan awal musim.
PSPS Naik ke Posisi Kedua
Tambahan tiga poin juga membuat posisi PSPS semakin kuat di papan atas Grup A Pegadaian Championship.
Klasemen resmi I.League per Senin (5/10/2026) menempatkan PSPS Pekanbaru di posisi kedua dengan sembilan poin, hanya tertinggal satu angka dari PSMS Medan yang berada di puncak dengan 10 poin.
Persikad berada di posisi ketiga, juga dengan sembilan poin. Sementara Semen Padang berada di peringkat kelima dengan enam poin.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi kemenangan ketiga PSPS secara beruntun.
Setelah kalah 1-2 dari PSIS Semarang pada pertandingan pembuka, anak asuh Akhyar Ilyas bangkit dengan mengalahkan Persiraja Banda Aceh 2-1 dan Sumsel United 2-1 sebelum menundukkan Semen Padang 1-0.
Sehari Sebelumnya Nil Maizar Masih Bidik Tiga Poin
Situasi berubah dengan sangat cepat bagi Nil Maizar.
Menjelang pertandingan, mantan pelatih Timnas Indonesia itu masih menyatakan kesiapan skuadnya menghadapi PSPS.
Ia mengatakan pemain telah dipersiapkan dari sisi fisik, teknik, taktik hingga mental dan berharap tiga poin dapat diamankan.
Namun target itu gagal diwujudkan. Gol Dimas pada babak kedua menjadi pembeda sebelum pada malam yang sama manajemen mengambil keputusan mengakhiri kerja sama dengan sang pelatih.
Nil Maizar sendiri kembali dipercaya menangani Semen Padang pada awal Juni 2026. Manajemen ketika itu menilai pengalaman serta pemahamannya terhadap kultur Kabau Sirah menjadi modal untuk membawa klub kembali ke kasta tertinggi.
Target Semen Padang musim ini memang tinggi. Klub ingin kembali promosi ke kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Kini Kabau Sirah harus melanjutkan perjuangan tersebut dengan pelatih berbeda.
Hingga Senin pagi, manajemen belum mengumumkan siapa yang akan menggantikan Nil Maizar sebagai pelatih kepala. Semen Padang selanjutnya dijadwalkan menghadapi Persikad Depok di Stadion Pakansari pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Di sisi lain, PSPS akan menghadapi pertandingan besar berikutnya dengan menjamu pemuncak klasemen PSMS Medan di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, pada hari yang sama.
Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Askar Bertuah untuk melanjutkan tren kemenangan sekaligus merebut posisi teratas Grup A. (*)