Rupiah Berpotensi Menguat Terbatas, NDF Tunjukkan Pemulihan ke Rp17.947

Rupiah Berpotensi Menguat Terbatas, NDF Tunjukkan Pemulihan ke Rp17.947
Rupiah berpotensi menguat terbatas di pasar spot dengan dukungan intervensi bank sentral.

Rupiah di pasar spot berpotensi memangkas pelemahannya pada perdagangan hari ini, ditopang intervensi bank sentral dan penguatan sebagian mata uang Asia. Di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF), rupiah mulai menunjukkan tanda pemulihan dengan menguat 0,11% ke Rp17.947 per dolar AS.

Pergerakan mata uang kawasan menjadi salah satu penopang utama. Sebagian mata uang Asia bergerak menguat, dipimpin baht Thailand, ringgit Malaysia, dan dolar Hong Kong. Namun, tekanan masih terlihat pada won Korea Selatan dan yen Jepang yang justru melemah.

Harga minyak brent yang kembali bertengger di level US$102 per barel memberi ruang bagi aset-aset Asia untuk bernapas. Tekanan di pasar obligasi yang sempat melanda pada perdagangan sebelumnya juga mulai mereda, meski yield US Treasury tenor 10 tahun masih bertahan tinggi di 5,2%.

Pasar Obligasi Domestik Mulai Mereda

Di pasar obligasi domestik, tekanan jual juga mulai berkurang. Yield tenor 1 tahun turun 4,5 bps ke 6,79%, disusul tenor 2 tahun yang turun tipis 0,1 bps menjadi 6,87%.

Penurunan serupa terjadi pada tenor 3 tahun yang turun 0,3 bps ke 6,96%. Yield tenor acuan pun kembali turun tipis 0,4 bps menjadi 7,21%.

Intervensi Bank Sentral Jadi Kunci

Intervensi bank sentral menjadi faktor penting yang menahan pelemahan rupiah lebih dalam. Langkah ini memberi sinyal bahwa otoritas moneter aktif menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.

Penguatan terbatas di pasar NDF mencerminkan ekspektasi pelaku pasar bahwa rupiah masih memiliki ruang untuk menguat, meski terbatas. Sentimen dari pasar global, terutama pergerakan yield US Treasury, akan tetap menjadi penentu arah rupiah dalam jangka pendek.

Berita Lainnya

Index