Bahlil Minta Pemilik Mobil Mewah Tak Pakai BBM Subsidi, Regulasi Masih Dikaji

Bahlil Minta Pemilik Mobil Mewah Tak Pakai BBM Subsidi, Regulasi Masih Dikaji
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta pemilik mobil mewah tidak menggunakan BBM bersubsidi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta pemilik mobil mewah dan kelas tinggi tidak lagi menggunakan BBM bersubsidi seperti Solar dan Pertalite. Imbauan ini muncul karena masih banyak kendaraan premium yang mengisi bahan bakar subsidi, membuat penyaluran tidak tepat sasaran. Bahlil mengaku belum memutuskan apakah pembatasan itu akan diatur lewat regulasi khusus.

Ia menyampaikan hal ini sebagai imbauan kepada masyarakat mampu, bukan sebagai aturan resmi yang mengikat. Bahlil menegaskan pemerintah tetap menjamin ketersediaan pasokan BBM bagi seluruh masyarakat, namun penggunaannya harus sesuai peruntukan.

Imbauan untuk Pemilik Mobil Kelas Tinggi

Bahlil secara khusus menyebut pengguna kendaraan premium seperti BMW dan mobil kelas tinggi lainnya. Ia meminta mereka tidak mengisi Solar maupun Pertalite yang selama ini dinikmati penerima subsidi.

"Persoalan shifting, dari yang tadinya tidak memakai subsidi dan sekarang mereka memakai subsidi, saran saya sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, mohonlah kita pakai hati juga," ujar Bahlil, melansir CNBC Indonesia, Jumat (18/9).

"Janganlah kita pakai BBM subsidi. Itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Dengan metode lain adalah subsidi harus tepat sasaran," ucapnya lagi.

Regulasi Pembatasan Masih Ditimbang

Meski mendorong kesadaran pengguna kendaraan mewah, Bahlil belum memastikan apakah pembatasan konsumsi BBM subsidi akan diatur lewat regulasi khusus. Ia menilai penyusunan aturan semacam itu membutuhkan proses dan pertimbangan matang.

"Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat. Tapi kan saya harus ngomong ini dulu, kalau regulasi itu kan butuh proses. Tapi imbauan ini penting," kata Bahlil.

Pernyataan itu menunjukkan pemerintah saat ini lebih mengandalkan imbauan moral ketimbang sanksi atau aturan tertulis. Bahlil menyebut imbauan sebagai langkah awal sebelum opsi regulasi benar-benar diambil.

Bahlil Klaim Tak Pernah Pakai BBM Subsidi

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil mengklaim dirinya tidak pernah menggunakan BBM bersubsidi. Ia menilai pejabat dan masyarakat berpenghasilan cukup sudah seharusnya memberi contoh dengan tidak mengambil hak penerima subsidi.

"Kalau contoh kayak saya, masa sih saya pakai BBM subsidi. BBM subsidi itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, mbok pakai hatilah," kata Bahlil.

"Jadi berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka, jangan yang mampu yang mengambilnya," ucapnya lagi.

Pemerintah berulang kali menyatakan komitmen menjaga pasokan BBM bersubsidi tetap tersedia dan merata. Persoalan utamanya bukan ketersediaan, melainkan memastikan subsidi Solar dan Pertalite sampai ke kelompok yang berhak menerimanya.

Berita Lainnya

Index