Sorotan tajam dilayangkan pengelola BUMN kepada lini bisnis di bawah PT Adhi Karya. Badan Pengelola BUMN bersama Danantara resmi mengarahkan transformasi besar-besaran, menyasar seluruh jajaran anak usaha Adhi Karya yang dinilai membebani kinerja keuangan perseroan.
Arahan ini bukan sekadar imbauan. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa struktur bisnis yang ramping menjadi harga mati bagi masa depan Adhi Karya. Targetnya jelas: memulihkan performa keuangan dan mengembalikan perusahaan pada marwah bisnis utamanya di bidang konstruksi.
Setop Ekspansi, Prioritaskan Kualitas Kontraktor
Dony Oskaria mengungkapkan kekesalannya terhadap pola pengembangan bisnis Adhi Karya selama ini yang dinilai keliru. Ia secara khusus mengkritik kebiasaan manajemen yang terus menambah entitas anyar tanpa disertai pengelolaan yang baik.
"Kita lihat nih, setiap bikin anak perusahaan semuanya bermasalah. Jadi setop, tidak boleh lagi ada anak-anak perusahaan baru," tegas Dony dalam keterangan resminya, Jumat (4/9/2026).
Pernyataan tersebut menjadi alarm keras bagi jajaran direksi Adhi Karya untuk segera berbenah. Alih-alih memperluas sayap bisnis, perusahaan diminta untuk berkonsentrasi meningkatkan standar kualitas pekerjaan sebagai kontraktor.
"Harapan saya dari hasil seluruh proses yang kita lakukan ini, bisa membuat Adhi (Karya) menjadi sehat, dan kita fokus di atasnya yang hanya sebagai kontraktor dengan kualitas yang baik," ujarnya.
Nasib Entitas Properti Masih Menunggu Uji Tuntas
Proses penataan bisnis ini menyasar 18 entitas usaha yang saat ini bernaung di bawah Adhi Karya. Seluruhnya bakal dipangkas menuju struktur yang jauh lebih ramping dan terintegrasi demi memperkokoh fokus operasional.
Untuk lini usaha properti, termasuk PT Adhi Commuter Properti Tbk, pemerintah berencana menggelar proses uji tuntas atau due diligence secara menyeluruh. Hasil audit tersebut kelak menjadi penentu nasib sekaligus acuan pengelolaan aset bisnis properti ke depannya.
Restrukturisasi Keuangan Ditargetkan Rampung September 2026
Di luar penataan struktur usaha, Adhi Karya juga tengah bergulat dengan penyelesaian restrukturisasi keuangan. Proses ini ditargetkan tuntas pada September 2026 dan menjadi batu pijakan penting untuk memperkuat fondasi keberlanjutan bisnis perseroan.
Melalui kombinasi struktur usaha yang lebih ramping, konsistensi terhadap bisnis inti, dan pemulihan kondisi finansial, Adhi Karya diyakini mampu mendongkrak daya saing dan mencetak pertumbuhan yang lebih sehat. Transformasi ini menjadi ujian nyata bagi manajemen untuk membuktikan bahwa perseroan dapat berdiri kokoh tanpa beban anak usaha yang bermasalah.