PW KBPII Riau Resmi Dilantik, Perkuat Kolaborasi Dakwah Menuju Generasi Emas

PW KBPII Riau Resmi Dilantik, Perkuat Kolaborasi Dakwah Menuju Generasi Emas

SELARASRIAU.COM, PEKANBARU - Pengurus Wilayah Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PW KBPII) Riau periode 2026–2030 resmi dilantik. Kepengurusan baru membawa semangat memperkuat kolaborasi antarlembaga dakwah sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Pelantikan digelar di Pekanbaru, Minggu (23/8/2026), bersamaan dengan pelantikan Lembaga Otonom KBPII Wati. 

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum pergantian kepengurusan, tetapi juga dirangkai dengan Seminar Nasional dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil).

Salah satu perhatian dalam kepengurusan lima tahun ke depan adalah membangun kerja sama yang lebih luas. Tidak hanya di lingkungan internal PII, tetapi juga dengan organisasi keagamaan, pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.

Semangat tersebut juga terlihat dari tema seminar nasional yang digelar setelah pelantikan, yakni "Meneguhkan Peran Lembaga Dakwah melalui Kolaborasi Strategis untuk Mewujudkan Generasi Emas dan Pembangunan Berkelanjutan."

Ketua Umum PW KBPII Riau periode 2026–2030, Dr. Arwan, M.A., bersama jajaran pengurus diharapkan mampu membawa organisasi semakin aktif mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan PW KBPII Riau dan Lembaga Otonom KBPII Wati oleh Sekretaris Umum KBPII Riau, Syaharuddin, S.Ag., M.Pd.

Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari Ketua Umum PW KBPII Riau Arwan, Pengurus Pusat KBPII Ahmad Sukatmajaya, SE., MM., perwakilan DPRD Riau H. Ayat Cahyadi, S.Si., M.P., serta Pemerintah Provinsi Riau.

Pemprov Riau dalam kegiatan tersebut diwakili Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau, Dr. Roni Bowo Leksono.

Sebelum memasuki agenda utama, kegiatan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan doa yang dipimpin Kiyai Drs. H. Amri Almi, M.Pd. Para peserta kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PII.

Ketua Panitia Pelaksana M. Zainuddin, S.IP., M.A., turut menyampaikan apresiasi kepada para tokoh, kader dan undangan yang hadir. Rangkaian pembukaan juga diisi pembacaan puisi oleh Prof. Dr. H. Husnu Abadi, S.H., M.Hum. bersama Tantri Subekti, S.Pd.

Usai pelantikan, pembahasan mengenai arah dan tantangan lembaga dakwah diperdalam melalui seminar nasional.

"Forum tersebut menempatkan kolaborasi sebagai salah satu kunci agar lembaga dakwah tetap memiliki peran kuat di tengah perubahan sosial dan tantangan pembangunan," katanya.

Diskusi tidak hanya berbicara mengenai nilai-nilai keislaman. Penguatan kemampuan kader hingga persoalan lingkungan hidup juga menjadi bagian dari pembahasan.

Seminar dipandu Dr. Hj. Sukma Erni, M.Pd. dan menghadirkan empat narasumber dari latar belakang berbeda.

Mereka adalah Ketua MUI Riau Dr. H. Saidul Amin, M.A.; Wakil Ketua Pengurus Pusat KBPII Ahmad Sukatmajaya, SE., MM.; Climate and Energy Manager Greenpeace Asia Tenggara Iqbal Damanik; serta tokoh KBPII Riau H. Mukni.

Kehadiran narasumber dari berbagai sektor membuat pembahasan tidak hanya melihat dakwah dari sisi keagamaan. Isu pembangunan berkelanjutan dan lingkungan juga ditempatkan sebagai bagian dari tantangan yang perlu mendapat perhatian.

Kolaborasi antarlembaga dinilai penting karena persoalan yang dihadapi masyarakat semakin beragam. Lembaga dakwah tidak cukup hanya bergerak sendiri, tetapi perlu membangun sinergi dengan pemerintah, organisasi masyarakat, akademisi hingga kelompok yang bergerak dalam isu lingkungan.

Pada saat yang sama, kaderisasi menjadi bagian penting untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki pemahaman keislaman sekaligus mampu menjawab persoalan masyarakat.

Pembahasan tersebut sejalan dengan upaya mendorong lahirnya generasi emas yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan profesional, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta lingkungan.

Agenda pelantikan dan seminar dihadiri jajaran Keluarga Besar PII Riau, PW PII Riau, PD PII serta para kader PII.

Sejumlah lembaga dan organisasi keagamaan di Riau juga turut hadir. Di antaranya Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII), Perti, Persis, Ittihadul Buballighin dan Yayasan Takdir.

Keterlibatan berbagai organisasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan kerja sama antarlembaga dakwah di Riau.

Setelah pelantikan dan seminar nasional selesai, rangkaian kegiatan berlanjut dengan Rapat Kerja Wilayah setelah jeda istirahat, salat dan makan (ISHOMA).

Rakerwil menjadi tahap penting bagi kepengurusan yang baru dilantik. Forum tersebut digunakan untuk menyusun dan merumuskan program kerja strategis PW KBPII Riau selama periode 2026–2030.

"Program lima tahun tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan internal organisasi," ujarnya.

Kepengurusan baru diarahkan untuk memperkuat kaderisasi, memperluas kolaborasi serta meningkatkan kontribusi KBPII terhadap persoalan sosial, keagamaan dan pembangunan di Riau.

Dengan kepengurusan baru dan program kerja yang disusun melalui Rakerwil, PW KBPII Riau memasuki periode 2026–2030 dengan membawa agenda besar, memperkuat peran lembaga dakwah melalui kolaborasi sekaligus ikut menyiapkan generasi yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. *(Rls/Dil)

#Komunitas

Index

Berita Lainnya

Index