Bukan Sekadar Pasukan Tempur, Dua Yonif Baru di Riau Disiapkan Ikut Bangun Desa dan Dampingi Masyarakat

Bukan Sekadar Pasukan Tempur, Dua Yonif Baru di Riau Disiapkan Ikut Bangun Desa dan Dampingi Masyarakat

SELARASRIAU.COM, BENGKALIS – Pembangunan dua Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Provinsi Riau tidak hanya bertujuan memperkuat sistem pertahanan negara. Ke depan, satuan baru ini juga diproyeksikan menjadi mitra masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah, mulai dari menjaga ketahanan wilayah, membantu penanganan bencana, hingga mendukung program-program pembangunan di pedesaan.

Konsep tersebut ditegaskan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau, Kamis (6/8/2026). Dalam kunjungan itu, Menhan meninjau progres pembangunan Yonif TP 952/Imam Bulqin di Duri, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, serta Yonif TP 898/Pancalang Cakti di Lipat Kain, Kabupaten Kampar.

Menurut Sjafrie, Yonif Teritorial Pembangunan merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam membangun kekuatan pertahanan yang adaptif terhadap tantangan masa depan. Karena itu, keberadaan satuan tersebut tidak hanya difokuskan sebagai pasukan tempur, tetapi juga memiliki kemampuan untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Yonif Teritorial Pembangunan tidak hanya dipersiapkan sebagai satuan tempur yang profesional, tetapi juga sebagai kekuatan yang hadir bersama masyarakat. Prajurit harus memiliki kemampuan bertempur yang andal sekaligus mampu berkontribusi dalam mendukung pembangunan dan menjaga stabilitas wilayah," kata Sjafrie.

Ia menjelaskan, pembangunan kekuatan pertahanan saat ini tidak lagi hanya diukur dari jumlah alutsista yang dimiliki. Pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia prajurit serta kesiapan satuan agar mampu menghadapi dinamika ancaman yang terus berkembang.

Menurutnya, tantangan keamanan di masa depan semakin kompleks sehingga membutuhkan prajurit yang tidak hanya memiliki kemampuan militer, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat di wilayah penugasan.

Dalam arahannya kepada prajurit Yonif TP 952/Imam Bulqin, Menhan menekankan bahwa profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan pengabdian kepada rakyat harus menjadi nilai utama yang dipegang setiap prajurit.

"Profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan pengabdian kepada rakyat harus menjadi fondasi utama setiap prajurit dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.

Kunjungan kerja tersebut menjadi rangkaian peninjauan langsung pembangunan dua Yonif Teritorial Pembangunan yang berada di bawah jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai.

Menhan tiba di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, bersama rombongan yang terdiri dari Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Kabaloghan Marsdya TNI Yusuf Jauhari, sejumlah pejabat utama Kementerian Pertahanan, serta awak media nasional.

Kedatangan rombongan disambut Pangdam XIX/Tuanku Tambusai beserta jajaran, di antaranya Irdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Totok Sutrisno, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, Kasrem 031/Wira Bima Kolonel Inf Tri Aji Sartono yang mewakili Danrem 031/Wira Bima, Danlanal Dumai Kolonel Laut Kusumaji, serta para pejabat utama Lanud Roesmin Nurjadin.

Usai menerima penghormatan militer, Menhan bersama rombongan langsung bertolak menuju Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kampar untuk melihat secara langsung progres pembangunan kedua Yonif tersebut.

Keberadaan Yonif TP 952/Imam Bulqin di Bengkalis dan Yonif TP 898/Pancalang Cakti di Kampar diharapkan menjadi bagian dari penguatan sistem pertahanan di wilayah Sumatera, sekaligus menghadirkan prajurit yang mampu membangun kedekatan dengan masyarakat. 

Dengan konsep teritorial pembangunan, prajurit nantinya tidak hanya menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga diharapkan aktif mendukung program pemerintah, membantu penanganan bencana, memperkuat ketahanan wilayah, serta menjadi mitra masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah.**/(Dil)

#Daerah

Index

Berita Lainnya

Index