Thailand menempatkan wisatawan Indonesia dalam daftar prioritas pasar jarak dekat untuk menopang target pendapatan pariwisata empat triliun baht pada 2028–2032. Rancangan itu dibahas dalam pertemuan kedua Komite Kebijakan Pariwisata Nasional Thailand pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Selain Indonesia, negara yang masuk prioritas adalah Vietnam, Singapura, dan Taiwan.
Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) menyiapkan skema promosi yang menyasar pelancong dari empat negara Asia, dengan Indonesia sebagai salah satu pasar utama. Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan kedua Komite Kebijakan Pariwisata Nasional Thailand pada Sabtu, 31 Oktober 2026, seperti dikutip The Nation Thailand, Jumat (6/11/2026).
Wakil juru bicara pemerintah Thailand, Lalida Periswiwatana, menyatakan upaya peningkatan pariwisata akan memprioritaskan wisata jarak dekat. Negara Gajah Putih itu juga menargetkan masuk peringkat 30 besar dunia dalam Indeks Pengembangan Pariwisata (TTDI).
Rute Wisata di Sekitar Bangkok Jadi Andalan
TAT berencana menghubungkan sejumlah rute wisata di sekitar Bangkok, salah satunya Provinsi Phra Nakhon Si Ayutthaya. Kawasan bersejarah itu selama ini dikenal sebagai tujuan populer bagi pelancong yang ingin menempuh perjalanan singkat dari ibu kota Thailand.
Untuk wisata jarak jauh, TAT mengincar promosi acara-acara besar serta memperluas kemitraan dengan maskapai penerbangan. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung perjalanan masuk ke Negeri Gajah Putih.
Agrowisata dan Wisata Buah Musiman
Thailand membuka peluang agrowisata dan wisata buah musiman, terutama di provinsi bagian timur. Program tersebut dirancang untuk memperluas penjualan hasil pertanian sekaligus memberi pemasukan bagi petani, usaha kecil, dan masyarakat setempat.
Lalida menambahkan, sebuah proposal telah diajukan untuk menghubungkan festival, budaya, atraksi, dan kegiatan masyarakat dengan rute wisata yang telah ditentukan.
Target Pendapatan dan Standar Layanan
Dalam rancangan pariwisata, Thailand menargetkan pendapatan sedikitnya empat triliun baht pada periode 2028 hingga 2032. Rencana tersebut bertujuan meningkatkan nilai ekonomi pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Fokusnya mencakup peningkatan kualitas produk dan layanan pariwisata agar mencapai standar internasional. Kementerian Pariwisata dan Olahraga, TAT, serta sektor swasta dilibatkan untuk mempromosikan pariwisata Thailand di kancah internasional.
Apa Artinya bagi Traveler Indonesia
Bagi pelancong dari Indonesia, prioritas pasar jarak dekat berpotensi membuka lebih banyak pilihan paket perjalanan singkat ke Thailand, terutama rute di sekitar Bangkok. Perluasan kemitraan maskapai juga bisa memengaruhi ketersediaan penerbangan.
Rincian tarif, jadwal penerbangan, dan paket wisata belum diumumkan dalam rancangan tersebut. Informasi terkini dapat dikonfirmasi melalui kanal resmi TAT atau agen perjalanan sebelum merencanakan keberangkatan.
Kutipan
"Pemerintah memprioritaskan peningkatan nilai ekonomi pariwisata dan kualitas standar layanan sehingga pendapatan pariwisata menjangkau setiap sektor, mulai dari maskapai penerbangan, hotel, hingga restoran," kata Lalida.
Dengan cakupan pasar yang jelas dan rute yang sudah dipetakan, Thailand memposisikan diri sebagai tujuan jarak dekat yang mudah dijangkau pelancong Indonesia. Durasi ideal kunjungan bergantung pada rute yang dipilih, mulai dari perjalanan singkat dua hingga tiga hari di sekitar Bangkok hingga itinerary lebih panjang yang mencakup provinsi lain.