Pertamina Tahan Harga BBM Nonsubsidi, Pertamax Masih Rp15.950 per Liter

Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:42:31 WIB
Papan digital SPBU Pertamina menampilkan harga Pertamax Rp15.950 per liter di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

PT Pertamina (Persero) tidak mengubah harga BBM nonsubsidi di seluruh SPBU Indonesia per Selasa, 27 Oktober 2026. Keputusan menahan harga Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex itu telah berlaku sejak Rabu, 2 September 2026 dan diambil dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat.

Paragraf pembuka: PT Pertamina (Persero) memilih menahan harga bahan bakar minyak nonsubsidi pada periode ini. Kebijakan itu berlaku di seluruh SPBU Pertamina di Indonesia dan mencakup lima produk utama yang dijual perseroan. Harga yang dipakai saat ini sudah berjalan sejak Rabu, 2 September 2026, sehingga konsumen belum melihat perubahan angka di papan digital SPBU.

Keputusan menahan harga disampaikan lewat keterangan resmi PT Pertamina Patra Niaga, anak usaha yang mengelola jaringan ritel bahan bakar perseroan. Manajemen menyebut penyesuaian harga tidak dilakukan karena mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi masyarakat.

Produk yang Harganya Tidak Berubah

Lima jenis BBM nonsubsidi masuk dalam kebijakan harga tetap. Rinciannya mencakup Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kelima produk itu dijual di SPBU Pertamina dengan harga yang sama seperti periode sebelumnya.

Untuk wilayah dengan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, Pertamax dibanderol Rp15.950 per liter. Pertamax Green 95 dijual Rp19.150 per liter, sedangkan Pertamax Turbo dipasang di angka Rp19.600 per liter.

Angka itu menjadi acuan bagi pengendara yang hendak mengisi bahan bakar sebelum bepergian. Di luar wilayah PBBKB 5 persen, harga bisa berbeda karena komponen pajak daerah ikut menentukan.

Alasan Pertamina Menahan Harga

VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan, harga BBM nonsubsidi masih sama dengan periode sebelumnya. Pertimbangan kondisi masyarakat menjadi salah satu dasar utama sebelum perseroan melakukan penyesuaian.

"Adapun untuk BBM nonsubsidi, dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat maka sampai saat ini masih diterapkan harga yang sama dengan periode sebelumnya," ujar Kitty dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).

Pernyataan itu memberi gambaran bahwa Pertamina tidak serta-merta menaikkan harga mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Perseroan memilih menjaga daya beli konsumen di tengah tekanan biaya hidup yang masih terasa.

Dampak ke Pengendara dan Pelaku Usaha

Bagi pemilik kendaraan pribadi, harga Pertamax yang bertahan di Rp15.950 per liter membuat biaya perjalanan harian tidak bertambah. Pengendara yang memakai Pertamax Turbo juga masih membayar Rp19.600 per liter untuk setiap pengisian.

Pelaku usaha yang bergantung pada kendaraan diesel, seperti angkutan barang dan logistik, ikut merasakan dampaknya lewat harga Dexlite dan Pertamina Dex yang tidak berubah. Biaya operasional mereka jadi lebih mudah dihitung untuk sementara waktu.

Namun kebijakan ini tidak menghapus ketidakpastian. Harga BBM nonsubsidi tetap terbuka untuk disesuaikan pada periode berikutnya, bergantung pada pergerakan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan kondisi pasar domestik.

Pertamina juga menegaskan bahwa penyesuaian harga selalu mempertimbangkan daya beli masyarakat, bukan semata mengikuti tren global. Pendekatan itu menjadi bagian dari peran perseroan sebagai perusahaan energi milik negara yang melayani kebutuhan publik luas.

Daftar harga terbaru bisa dicek lewat laman resmi Pertamina sebelum pengendara berangkat. Mencatat harga di wilayah masing-masing membantu konsumen memperkirakan pengeluaran bahan bakar, terutama untuk perjalanan jauh yang menempuh lintas provinsi dengan komponen pajak daerah berbeda.

Terkini