Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 3,8% pada perdagangan Selasa (27/10/2026), memimpin penguatan bursa Asia yang mengikuti reli saham teknologi di Wall Street. Indeks Kosdaq ikut naik 2,9%, sementara Nikkei 225 Jepang menguat 1,7% dan Topix bertambah 0,4%. Penguatan kawasan terjadi setelah Nasdaq Composite melonjak 0,8% dan S&P 500 naik 0,7% pada sesi sebelumnya.
Di Jepang, Nikkei 225 naik 1,7% dan Topix menguat 0,4%. Sebaliknya, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 justru melemah 0,32%, menjadi satu-satunya bursa besar Asia yang berakhir di zona merah.
Wall Street Jadi Pemicu, Nasdaq Naik 0,8%
Penguatan bursa Asia tidak lepas dari kinerja pasar saham Amerika Serikat (AS) yang mengawali pekan dengan positif. Dow Jones Industrial Average naik 146,42 poin atau 0,3%, S&P 500 menguat 0,7%, dan Nasdaq Composite melonjak 0,8% seiring saham teknologi mencatatkan performa lebih baik dibanding pasar secara keseluruhan.
Sejumlah saham teknologi raksasa menjadi penopang. Tesla melonjak lebih dari 5%, Nvidia naik 2%, sementara Microsoft dan Amazon ditutup di zona hijau.
IPO Anthropic Beri Sentimen Tambahan
Perdagangan saham teknologi mendapat dorongan baru setelah perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Anthropic mengajukan dokumen untuk melantai di bursa Nasdaq. Jika terealisasi, pencatatan saham Anthropic akan menjadi salah satu penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) besar di sektor teknologi pada 2026, menyusul pencatatan saham SpaceX pada Juni lalu.
Sentimen itu sedikit meredakan kekhawatiran investor terhadap perusahaan-perusahaan AI yang dinilai terlalu banyak berutang untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan ekspansi bisnis AI.
Laporan Keuangan Kuartal III Jadi Fokus Pekan Ini
Pelaku pasar akan mencermati rangkaian laporan keuangan kuartal III-2026 yang dirilis sepanjang pekan. Coca-Cola, Robinhood, dan Boeing dijadwalkan mengumumkan kinerja keuangan pada Selasa, sedangkan Microsoft, Alphabet, dan Amazon akan merilis laporan keuangan pada akhir pekan ini.
Selain laporan keuangan, perhatian investor tertuju pada pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang dimulai pekan ini. Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan, tetapi pelaku pasar akan mencari petunjuk mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga kembali sebelum akhir tahun.
Petunjuk Arah Suku Bunga The Fed
Thomas Block, Washington policy strategist di Fundstrat, menilai keputusan suku bunga yang tidak berubah tetap menarik dicermati, terutama terkait hasil pemungutan suara para pejabat The Fed setelah perbedaan pandangan dalam dua pertemuan sebelumnya.
"Meskipun The Fed memandang dirinya berada di atas kepentingan politik partisan, bank sentral tersebut kemungkinan tidak akan mengubah suku bunga satu pekan sebelum pemilihan nasional," ujar Block.
Dari sisi ekonomi, investor juga akan memantau sejumlah data penting AS yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter, mencakup pesanan barang tahan lama (durable goods orders), tingkat kepercayaan konsumen (consumer confidence), serta laporan penjualan rumah baru (new home sales).
Apa Artinya bagi Investor Asia
Reli saham teknologi di AS dan Korea memberi sinyal bahwa selera risiko investor terhadap sektor AI belum pudar, meski tekanan utang perusahaan masih membayangi. Bagi pelaku pasar di kawasan, arah The Fed pekan ini akan menjadi penentu apakah penguatan bursa Asia berlanjut atau berbalik arah.