KKN UIN Suska Riau Edukasi Siswa di Desa Kepenuhan Raya Rohul, Bijak Menggunakan Gadget, Cerdas Memanfaatkan Teknologi

Rabu, 02 September 2026 | 20:05:11 WIB
Kegiatan interaktif mahasiswa KKN UIN Suska Riau bersama peserta didik.

SELARASRIAU.CPM, ROHUL — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Suska Riau melaksanakan kegiatan edukasi bertema “Bijak Menggunakan Gadget” kepada pelajar di Desa Kepenuhan Raya, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu.Kegiatan ini menyasar tiga satuan pendidikan, yakni MTs Miftahul U’lum, MDTA Al Falah, dan SDN 013 Kepenuhan.

Kegiatan edukasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian pengabdian mahasiswa KKN UIN Suska Riau di tengah masyarakat. Mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan anak-anak dan remaja, mahasiswa berupaya memberikan pemahaman mengenai cara menggunakan gadget secara sehat, aman, bertanggung jawab, dan tetap mendukung proses pendidikan.

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam pola belajar, berkomunikasi, dan memperoleh informasi. Gadget yang sebelumnya lebih banyak dipandang sebagai alat komunikasi dan hiburan, kini telah menjadi bagian dari aktivitas belajar siswa. 

Namun, kemudahan tersebut juga perlu diiringi dengan kemampuan untuk mengendalikan waktu penggunaan, memilih informasi, serta mengenali konten yang sesuai dengan usia.

Mendorong Siswa Menjadi Pengguna Teknologi yang Bijak

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Suska Riau mengajak para siswa mengenali sisi positif dan tantangan penggunaan gadget. Siswa diberikan pemahaman bahwa teknologi bukan sesuatu yang harus dijauhi, melainkan sebuah sarana yang dapat memberikan manfaat apabila digunakan dengan tepat.

Gadget dapat dimanfaatkan untuk mencari bahan pelajaran, membaca referensi, menonton video pembelajaran, mengembangkan kreativitas, serta memperoleh informasi yang menunjang wawasan. 

Di sisi lain, penggunaan tanpa batas dapat mengurangi waktu belajar, mengganggu konsentrasi, mengurangi interaksi langsung dengan lingkungan, dan membuat anak lebih mudah terpapar informasi yang tidak sesuai.

Karena itu, pesan yang ditekankan dalam edukasi adalah pentingnya keseimbangan. Siswa didorong untuk menentukan waktu penggunaan gadget, mendahulukan kewajiban sekolah, tetap aktif berinteraksi dengan keluarga dan teman, serta mengisi waktu luang dengan kegiatan positif.

Edukasi Disesuaikan dengan Karakter Peserta Didik

Rangkaian edukasi dilaksanakan dengan pendekatan yang komunikatif dan menyesuaikan karakteristik peserta didik di masing-masing satuan pendidikan. Mahasiswa KKN berupaya menyampaikan materi dengan bahasa sederhana agar pesan yang diberikan mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada jenjang sekolah dasar, pembahasan diarahkan pada kebiasaan dasar dalam menggunakan gadget. Para siswa diajak memahami pentingnya membatasi waktu bermain, tidak membuka konten yang tidak sesuai usia, tidak mudah mengikuti ajakan orang yang dikenal melalui internet, serta meminta bantuan orang tua atau guru ketika menemukan sesuatu yang membuat mereka bingung atau tidak nyaman.

Sementara itu, bagi siswa tingkat madrasah, pembahasan diperluas pada bagaimana gadget dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran dan pengembangan diri. Siswa didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu memilih sumber yang dapat dipercaya, menyaring informasi, dan menggunakan media digital dengan etika.

Peserta juga diajak memahami bahwa tidak semua informasi yang ditemukan di internet dapat langsung dipercaya. Kebiasaan memeriksa kembali informasi, memperhatikan sumber, serta berdiskusi dengan guru atau orang tua menjadi bagian penting dari kecakapan digital yang perlu dibangun sejak dini.

Antusiasme Warnai Kegiatan 

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa mengikuti penyampaian materi dengan antusias dan terlibat dalam interaksi bersama mahasiswa KKN. Pendekatan yang tidak terlalu formal membuat kegiatan edukasi terasa lebih dekat dengan kehidupan siswa sehari-hari.

Kegiatan seperti ini sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa KKN UIN Suska Riau untuk berinteraksi langsung dengan generasi muda di Desa Kepenuhan Raya. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teman diskusi yang mendorong siswa berani bertanya, menyampaikan pendapat, dan berbagi pengalaman mengenai penggunaan gadget.

Bagi mahasiswa, interaksi tersebut menjadi pengalaman penting dalam memahami kondisi dan kebutuhan pendidikan di tengah masyarakat. Sementara bagi siswa, kehadiran mahasiswa memberikan pengalaman belajar yang berbeda serta membuka wawasan mengenai pentingnya penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.

Semangat kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan kegiatan. Edukasi digital akan lebih efektif apabila pesan yang diberikan di sekolah juga diperkuat melalui kebiasaan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Membangun Literasi Digital dari Lingkungan Desa

Kegiatan “Bijak Menggunakan Gadget” di Desa Kepenuhan Raya tidak hanya berbicara tentang pembatasan penggunaan perangkat digital. Lebih jauh, kegiatan ini menekankan pentingnya membangun kesadaran dan tanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.

Generasi muda perlu dibekali kemampuan untuk memahami kapan gadget dibutuhkan dan kapan penggunaannya perlu dihentikan. Mereka juga perlu mengetahui bahwa aktivitas di ruang digital tetap memiliki konsekuensi, sehingga sikap sopan, kehati-hatian, dan tanggung jawab perlu diterapkan sebagaimana dalam kehidupan sehari-hari.

Sinergi Mahasiswa dan Sekolah untuk Pendidikan Digital

Pelaksanaan edukasi di MTs Miftahul U’lum, MDTA Al Falah, dan SDN 013 Kepenuhan menunjukkan bahwa literasi digital dapat dikenalkan melalui kegiatan sederhana yang dekat dengan keseharian siswa. Materi yang disampaikan menjadi pengingat bahwa pendidikan mengenai teknologi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan dukungan orang tua, guru, mahasiswa, dan lingkungan masyarakat.

Mahasiswa KKN UIN Suska Riau berharap kegiatan ini dapat meninggalkan manfaat yang berkelanjutan bagi para siswa. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan ketika menggunakan telepon pintar, mengakses media sosial, mencari informasi di internet, maupun memanfaatkan berbagai aplikasi untuk kepentingan belajar.

Dari Kepenuhan Raya untuk Generasi yang Cakap Digital

Bagi mahasiswa KKN UIN Suska Riau, pengabdian melalui pendidikan merupakan salah satu bentuk kontribusi yang dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menanamkan pesan sederhana namun penting: gadget bukan sekadar alat hiburan, melainkan teknologi yang dapat menjadi sarana belajar dan berkembang apabila digunakan secara tepat.

Ke depan, pemahaman mengenai literasi digital diharapkan terus berkembang di lingkungan sekolah maupun keluarga. Anak-anak perlu tumbuh sebagai pengguna teknologi yang tidak hanya terampil mengoperasikan perangkat, tetapi juga mampu berpikir kritis, menjaga etika, melindungi diri, dan bertanggung jawab terhadap informasi yang mereka konsumsi maupun bagikan.

Rangkaian edukasi di tiga satuan pendidikan tersebut menjadi bagian dari semangat KKN UIN Suska Riau untuk hadir, belajar bersama masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata melalui bidang pendidikan. 

Dari Desa Kepenuhan Raya, pesan literasi digital ditanamkan sejak dini demi membentuk generasi yang lebih cerdas, aman, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi. (Rls/Dil)

Terkini