SELARASRIAU.COM - Pernah melihat pohon besar dengan batang kokoh dan tajuk melebar seperti payung raksasa di tepi jalan? Pohon tersebut kemungkinan adalah trembesi, salah satu tanaman peneduh yang banyak ditemukan di Indonesia.
Trembesi dikenal karena bentuk tajuknya yang sangat lebar. Di bawahnya, suasana jalan dan lingkungan terasa lebih teduh, terutama ketika matahari sedang terik.
Pohon ini juga memiliki sejarah menarik. Trembesi bukan tanaman asli Indonesia. Spesies yang dikenal dengan nama ilmiah Samanea saman tersebut berasal dari kawasan Amerika tropis dan kemudian menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Kehadirannya di Nusantara berkaitan dengan masa kolonial Eropa. Pohon ini diperkenalkan dan ditanam di kawasan Asia Tenggara pada masa ketika Belanda masih berkuasa di Indonesia.
Tidak heran jika trembesi kerap ditemukan di kawasan perkebunan lama, jalan-jalan bersejarah, hingga halaman bangunan peninggalan kolonial.
Selain menjadi peneduh, trembesi memiliki sejumlah manfaat ekologis dan ekonomi. Daunnya yang unik, bunga berwarna merah muda, serta buah berbentuk polong membuat pohon ini mudah dikenali.
Lantas, bagaimana sejarah pohon trembesi di Indonesia? Apa saja ciri-cirinya dan mengapa tanaman ini banyak digunakan sebagai pohon peneduh?
1. Mengenal Pohon Trembesi dan Nama Ilmiahnya
Pohon trembesi memiliki nama ilmiah Samanea saman. Tanaman ini termasuk keluarga Fabaceae atau polong-polongan.
Di sejumlah daerah, trembesi juga dikenal dengan nama ki hujan, suar, munggur, dan kayu ambon.
Sementara dalam bahasa Inggris, pohon ini lebih dikenal sebagai Rain Tree atau Monkeypod Tree.
Julukan Rain Tree berkaitan dengan kebiasaan daun yang mengatup ketika sore hari, malam, atau saat cuaca mendung dan hujan. Selain itu, air yang tertahan pada tajuknya dapat menetes seperti hujan ketika turun dari dedaunan.
Menurut data botani PROSEA, trembesi berasal dari kawasan tropis Amerika Selatan bagian utara. Kini, tanaman tersebut telah dibudidayakan dan tumbuh alami di berbagai kawasan tropis, termasuk Asia Tenggara.
2. Sejarah Pohon Trembesi yang Dibawa Belanda ke Indonesia
Trembesi bukan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah hingga kawasan Amerika Selatan bagian utara.
Penyebarannya ke Asia terjadi melalui introduksi tanaman oleh bangsa Eropa pada masa kolonial.
Dalam catatan Biro Sarana dan Prasarana Universitas Ahmad Dahlan, trembesi diperkenalkan ke Asia Tenggara oleh bangsa Eropa, terutama Belanda dan Inggris, pada abad ke-18 hingga awal abad ke-19.
Di Hindia Belanda, tanaman ini kemudian banyak dimanfaatkan sebagai pohon peneduh di kawasan perkebunan dan sepanjang jalan.
Salah satu alasan pemilihannya adalah tajuk yang lebar. Pohon ini dapat memberikan naungan luas sehingga cocok ditanam di area terbuka dan jalur transportasi.
Sementara itu, publikasi Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali menyebutkan trembesi mulai diperkenalkan di Indonesia sekitar tahun 1880-an.
Djarum Trees for Life juga menyebutkan perkiraan masuknya trembesi ke Indonesia berlangsung antara 1890 hingga 1939.
Perbedaan rentang waktu tersebut menunjukkan bahwa penyebaran trembesi kemungkinan berlangsung bertahap. Belum ada satu catatan sejarah yang memastikan tahun kedatangan pertama pohon ini di seluruh wilayah Indonesia.
Seiring waktu, trembesi semakin dikenal sebagai tanaman penghijauan dan peneduh jalan. Pohon ini kemudian banyak ditanam di halaman fasilitas umum, kawasan perkotaan, perkebunan, hingga lingkungan pedesaan.
3. Ciri-ciri Pohon Trembesi yang Mudah Dikenali

Trembesi mempunyai beberapa ciri khas yang membedakannya dari pohon peneduh lainnya.
Salah satu yang paling mudah dikenali adalah bentuk tajuknya. Cabang-cabang pohon tumbuh melebar dan membentuk kanopi menyerupai payung.
Berikut ciri-ciri pohon trembesi.
Batang besar dan kokoh
Trembesi memiliki batang utama yang besar dengan kulit berwarna abu-abu kecokelatan.
Pada pohon yang sudah tua, permukaan kulit batang terlihat lebih kasar dan dapat mengalami retakan.
Cabangnya tumbuh menyebar ke berbagai arah sehingga membentuk tajuk yang luas.
Tajuk melebar seperti payung
Inilah ciri paling khas dari pohon trembesi.
Tajuknya dapat berkembang sangat lebar, bahkan lebih lebar dibandingkan tinggi pohonnya.
Pada pohon dewasa yang tumbuh di tempat terbuka, lebar tajuknya dapat mencapai sekitar 20–30 meter. Beberapa individu dapat memiliki bentang tajuk lebih luas.
Bentuk tersebut membuat trembesi cocok digunakan sebagai pohon peneduh di taman dan ruang terbuka.
Daun kecil dan majemuk
Daun trembesi berwarna hijau dengan bentuk majemuk menyirip ganda.
Dalam satu tangkai terdapat banyak anak daun berukuran kecil yang tersusun berpasangan.
Daunnya dapat melipat atau mengatup ketika sore hari, malam, maupun saat cuaca mendung.
Kebiasaan tersebut membuat trembesi dikenal pula sebagai pohon pukul lima.
Bunga berwarna merah muda

Trembesi menghasilkan bunga yang tumbuh bergerombol.
Bunganya memiliki benang sari panjang dengan warna putih hingga merah muda kemerahan. Bentuknya menyerupai kumpulan serabut halus.
Ketika sedang berbunga, pohon ini terlihat lebih menarik karena warna bunganya kontras dengan dedaunan hijau.
Buah berbentuk polong
Buah trembesi berbentuk polong panjang, agak melengkung, dan berwarna cokelat hingga kehitaman ketika matang.
Di dalamnya terdapat biji yang dikelilingi daging buah berwarna cokelat kemerahan dengan rasa manis.
Buah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak di sejumlah daerah.
Karakteristik batang, daun, bunga, dan buah trembesi tersebut tercatat dalam basis data botani Kementerian Kehutanan dan National Parks Board Singapura.
4. Berapa Tinggi Pohon Trembesi dan Seberapa Lebar Tajuknya?

Pohon trembesi termasuk jenis pohon besar yang dapat tumbuh hingga puluhan meter.
Dalam kondisi lingkungan yang mendukung, tingginya umumnya mencapai 20–30 meter. Tajuknya juga dapat melebar sekitar 20–30 meter.
Namun, ukuran tersebut bukan angka mutlak. Pertumbuhan dipengaruhi usia pohon, kondisi tanah, ketersediaan air, iklim, dan ruang tumbuh.
Berikut gambaran karakteristik fisiknya.
Sumber: NParks Singapore, PROSEA, dan Kementerian Kehutanan. Ukuran merupakan gambaran umum, bukan batas maksimum setiap individu pohon.
5. Manfaat Pohon Trembesi bagi Lingkungan
Trembesi bukan sekadar tanaman penghias jalan. Pohon ini memiliki sejumlah manfaat ekologis yang membuatnya banyak digunakan dalam program penghijauan.
Berikut beberapa manfaatnya.
1. Memberikan keteduhan
Tajuk trembesi yang lebar mampu menaungi area cukup luas.
Naungan tersebut membantu mengurangi paparan sinar matahari langsung ke permukaan tanah, jalan, dan bangunan di sekitarnya.
Karena itu, trembesi banyak ditanam di taman kota, halaman sekolah, kawasan perkantoran, dan tepi jalan.
2. Membantu menyerap karbon dioksida
Seperti pohon lainnya, trembesi menyerap karbon dioksida melalui proses fotosintesis.
Karbon tersebut kemudian disimpan dalam bagian tanaman, termasuk batang, cabang, akar, dan jaringan lainnya.
Pohon berukuran besar dengan pertumbuhan baik dapat menyimpan karbon dalam jumlah signifikan.
Namun, kemampuan penyerapan karbon tidak bisa disamaratakan untuk setiap pohon. Besarnya dipengaruhi ukuran, usia, kondisi pertumbuhan, dan lingkungan.
3. Membantu menjaga kualitas udara
Pepohonan di kawasan perkotaan dapat membantu menangkap sebagian partikel debu pada permukaan daun.
Tajuk yang lebar juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi pejalan kaki.
Meski demikian, pohon bukan pengganti pengendalian sumber polusi kendaraan dan industri.
4. Membantu menjaga kondisi tanah
Akar pohon membantu mengikat tanah dan dapat mengurangi risiko erosi pada lokasi yang sesuai.
Daun yang gugur juga akan terurai menjadi bahan organik sehingga menambah unsur organik tanah.
5. Menjadi habitat satwa
Pohon trembesi dapat menjadi tempat bertengger dan berlindung bagi berbagai jenis burung serta serangga.
Bunganya juga dapat menarik serangga penyerbuk.
Keberadaan pohon besar seperti trembesi ikut mendukung keanekaragaman hayati di lingkungan perkotaan dan pedesaan.
Manfaat sebagai tanaman peneduh, tanaman hias, sumber pakan ternak, serta pemanfaatan kayunya juga dicatat dalam publikasi PROSEA.
6. Kayu Trembesi Bisa Digunakan untuk Furnitur

Selain memiliki manfaat ekologis, trembesi juga mempunyai nilai ekonomi.
Kayunya dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai produk, seperti:
* Meja makan kayu solid.
* Kursi dan bangku.
* Lemari.
* Hiasan interior.
* Kerajinan mangkuk.
* Panel dekoratif.
Kayu trembesi memiliki pola serat yang menarik dengan warna cokelat yang khas.
Karakter tersebut membuatnya cukup diminati untuk pembuatan furnitur dan kerajinan.
Meski demikian, kayu trembesi memiliki tingkat keawetan alami yang relatif rendah sehingga perlu proses pengeringan dan perlindungan yang sesuai agar lebih tahan lama.
7. Kekurangan Pohon Trembesi Jika Ditanam di Halaman Rumah
Walaupun memiliki banyak kelebihan, trembesi tidak selalu cocok ditanam di semua lokasi.
Ukuran pohonnya yang besar membutuhkan ruang tumbuh cukup luas.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menanamnya.
Akar membutuhkan ruang luas. Pohon dewasa memiliki sistem perakaran yang berkembang mengikuti kondisi tanah. Penanaman terlalu dekat dengan bangunan, saluran air, atau perkerasan dapat menimbulkan masalah.
Tajuk terlalu lebar untuk lahan sempit. Cabangnya dapat menjangkau area yang luas sehingga perlu jarak tanam yang memadai.
Daun dan buah berguguran. Daun, bunga, dan buah yang jatuh membutuhkan pembersihan rutin, terutama jika pohon berada di halaman rumah.
Cabang perlu dipantau. Pohon besar yang tidak dirawat dapat memiliki cabang kering atau rapuh. Pemangkasan dan pemeriksaan kondisi pohon perlu dilakukan secara berkala.
Karena itu, trembesi lebih sesuai ditanam di taman luas, lapangan, kawasan penghijauan, dan ruang terbuka yang memiliki jarak aman dari bangunan.
8. Cara Menanam dan Merawat Pohon Trembesi
Trembesi dapat diperbanyak menggunakan biji.
Untuk memulai penanaman, pilih biji yang matang dan berasal dari buah yang sehat.
Berikut langkah umumnya:
* Pilih biji trembesi yang sehat dan tidak rusak.
* Lakukan perlakuan awal pada biji untuk membantu mempercepat perkecambahan, misalnya dengan perendaman air hangat sesuai kebutuhan.
* Semai biji pada media tanam yang gembur dan memiliki drainase baik.
* Letakkan persemaian di tempat yang mendapatkan cahaya cukup.
* Siram secara teratur tanpa membuat media terlalu basah.
* Pindahkan bibit setelah cukup kuat ke lokasi tanam permanen.
* Berikan ruang tumbuh yang luas agar tajuk dan akar berkembang dengan baik.
Pada tahap awal pertumbuhan, bibit perlu mendapat penyiraman dan perlindungan dari gangguan hewan.
Setelah tumbuh besar, perawatan lebih difokuskan pada pemantauan kesehatan batang, cabang, dan kondisi tajuk.
9. Mengapa Pohon Trembesi Banyak Ditanam di Pinggir Jalan?
Trembesi sering dipilih sebagai tanaman peneduh jalan karena memiliki pertumbuhan relatif cepat dan tajuk yang lebar.
Pohon ini dapat menciptakan koridor hijau di sepanjang jalan.
Keberadaan pepohonan juga membantu mengurangi panas akibat paparan sinar matahari langsung pada permukaan jalan.
Selain itu, trembesi mempunyai nilai estetika. Tajuknya yang menyerupai payung raksasa membuat kawasan jalan terlihat lebih asri.
Namun, penanaman di tepi jalan harus memperhatikan jarak dari jaringan listrik, saluran drainase, bangunan, dan infrastruktur lainnya.
Pemangkasan serta pemeriksaan kondisi pohon juga diperlukan untuk mengurangi risiko cabang patah atau pohon tumbang.
10. Perbedaan Pohon Trembesi dan Pohon Akasia
Trembesi sering disebut akasia oleh sebagian masyarakat karena bentuk daun dan bunganya yang sekilas mirip.
Padahal, keduanya tidak selalu merujuk pada spesies yang sama.
Trembesi memiliki nama ilmiah Samanea saman, sedangkan akasia merupakan nama umum bagi berbagai spesies dalam genus Acacia dan kelompok taksonomi terkait.
Berikut perbedaan sederhananya.
Jadi, trembesi dan akasia tidak boleh dianggap sebagai tanaman yang sama hanya karena memiliki beberapa kemiripan bentuk.
FAQ Seputar Pohon Trembesi
1. Apakah pohon trembesi berasal dari Indonesia?
Tidak. Trembesi berasal dari kawasan Amerika tropis, terutama Amerika Tengah dan bagian utara Amerika Selatan.
2. Benarkah pohon trembesi dibawa Belanda ke Indonesia?
Trembesi diperkenalkan ke Asia Tenggara oleh bangsa Eropa, termasuk Belanda dan Inggris, pada masa kolonial. Penyebarannya di Indonesia diperkirakan berlangsung sejak abad ke-19.
3. Mengapa trembesi disebut pohon hujan?
Karena daunnya dapat melipat ketika sore hari, malam, atau saat cuaca mendung. Nama Rain Tree juga berkaitan dengan tetesan air yang jatuh dari tajuk setelah hujan.
4. Berapa tinggi pohon trembesi?
Pohon trembesi umumnya dapat mencapai tinggi sekitar 20–30 meter. Ukurannya bergantung pada kondisi pertumbuhan.
5. Apakah pohon trembesi cocok ditanam di halaman rumah?
Bisa, tetapi hanya jika halaman memiliki ruang cukup luas. Pohon dewasa mempunyai tajuk dan sistem perakaran yang besar.
6. Apa manfaat pohon trembesi?
Trembesi bermanfaat sebagai peneduh, tanaman penghijauan, penyimpan karbon, habitat satwa, serta sumber kayu untuk furnitur dan kerajinan.
7. Apakah buah trembesi bisa dimakan?
Buahnya memiliki daging manis dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Namun, jangan menganggapnya sebagai buah konsumsi manusia tanpa memastikan keamanan dan pengolahan yang tepat.
Kesimpulan
Pohon trembesi merupakan salah satu tanaman peneduh yang memiliki sejarah panjang di Indonesia.
Berasal dari Amerika tropis, pohon ini menyebar ke berbagai wilayah Asia melalui introduksi tanaman pada masa kolonial Eropa, termasuk Belanda.
Tajuknya yang lebar, batang kokoh, serta kemampuannya memberikan keteduhan membuat trembesi banyak dimanfaatkan untuk penghijauan jalan dan ruang terbuka.
Di balik bentuknya yang besar, trembesi juga mempunyai manfaat ekologis dan ekonomi. Namun, penanamannya tetap membutuhkan perencanaan karena ukuran tajuk dan perakarannya dapat berkembang sangat luas. (***)
---
TAG: Pohon Trembesi, Tanaman Peneduh, Sejarah Pohon Trembesi, Manfaat Pohon Trembesi, Pohon Rain Tree, Tanaman Penghijauan, Pohon Peneduh Jalan, Home Living.
---
Referensi
* [PROSEA – Plant Resources of South-East Asia](https://prosea.prota4u.org/view.aspx?id=3039&utm_source=chatgpt.com): asal, nama lokal, dan pemanfaatan trembesi.
* [Kew Science – Plants of the World Online]: klasifikasi dan persebaran spesies.
* [Kementerian Kehutanan – Arboretum Trembesi]